My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season3- Pertemuan Rangga



" Rangga sama el udah putus Tante, udah lama banget!" ucap Alvin


" Kirain Tante balikan lagi .."


" Nggak, aku yang melarang Rangga balikan sama Elea ..."


" Vin, diam..." ucap Rangga yang begitu malu, bahkan sebenarnya Rangga tidak ingin Mama nya tahu.


*****


Di balik canda tawa mereka, Ada Elea yang sedang terbaring lemah, tapi Elea terus memikirkan anak muridnya, karena hari ini ada ujian tengah semester yang akan dilaksanakan selama lima hari.


" Lain kali jangan makan soto Betawi, akhirnya masuk Rumah Sakit kan?" ucap Saka yang tiba-tiba nongol di depan pintu kamar sambil meledek Elea, ia membawa bunga mawar dan juga boneka berbentuk lolipop.


Elea hanya menghela nafas, ia tersenyum ke arah Saka.


" Kepada Ibu Guru Eleanor, harap tenang karena siswa sedang ujian, jangan memikirkan hal apapun kecuali kesehatan Ibu Guru tercinta...." ucap Saka yang membuat Elea tersenyum sebenarnya Elea ingin tertawa lepas akan tetapi, ia tidak bisa perut nya terasa sakit, untuk sekedar batuk saja perut Elea terasa sakit.


Saka menunjukkan video anak murid Elea yang sedang mengerjakan ujian , dan memberi semangat kepada Elea agar cepat sembuh dan semangat menjalani operasi nya.


" Maaf ya, aku baru tahu kamu di rawat, maaf aku baru sempat menjenguk kamu..." ucap Saka yang menatap Elea.


" Ih apaan sih! Nggak usah minta maaf juga, malah aku terimakasih sama kamu, setelah melihat video murid-murid ku tadi aku jadi lebih semangat....."


" Iya, itu bukan aku yang vidio, itu Pak Satpam yang kirim ke aku!"


" Yaudah nggak jadi terimakasih nya...."


" Ya, jangan gitu dong!"


Tiba-tiba saja, Mommy Aleyna datang dan terkejut ketika melihat Saka sudah berada di kamar Elea.


" Ada tamu ternyata!" ucap Aleyna sambil tersenyum, Saka langsung berdiri dan memberi salam kepada Aleyna.


" Halo Tante .."


" Iya Saka, terimakasih ya sudah menjenguk Elea." ucap Aleyna


" Asik, aku kangen banget sama kak Alvin, tapi Kak alvin bawain titipan aku kan mom?" ucap Elea.


" Bawa pasti nya sayang, kalau gitu sarapan dulu lalu minum obat ya..."


" Nggak! males mom..." ucap Elea ia sudah muak dengan bau obat-obatan, apalagi makan sedikit saja, Elea langsung memuntahkan makanan nya lagi, perut Elea terasa sakit dan pinggang nya terasa panas.


Elea selalu mengeluh dengan perut nya yang sakit, ia selalu memuntahkan makanannya bahkan badan nya terlihat kurus meski baru dua hari di rawat, dengan di bujuk oleh Saka akhirnya Elea mau minum obat, walau sedikit mual.


" Kamu harus sembuh el, kalau bukan buat aku setidaknya murid-murid di sana butuh kamu, kamu guru favorit mereka!" ucap Saka, ucapan Saka yang sedikit menyentuh perasaan Elea, seolah memberi semangat kepada Elea untuk cepat sembuh dari sakitnya , Elea bukan cewek lemah Elea cewek kuat bahkan di tinggal Rangga saja Elea kuat, sampai detik ini Elea berdiri sendiri.


***


Sudah pukul 10.00 wib, Akhirnya dr. Fandy dan juga Reyna beserta Alvin Rangga dan juga Rania sampai di Rumah sakit Raden Adnan, akan tetapi Rania tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam Rumah Sakit karena usia nya masih di bawah 12 tahun, takut terserang berbagai penyakit akhirnya Rangga memutuskan untuk tetap di dalam mobil menjaga Rania lagipula Rangga belum siap bertemu dengan Elea, Rangga malu dengan kesalahan yang Rangga perbuat, Ia merasa tidak pantas bertemu dengan Elea, Rangga telah membuat hati Elea hancur, Rangga takut dengan bertemu Elea akan membuat hati Elea semakin hancur, padahal ingin sekali Rangga bertemu dengan Elea, akan tetapi belum saatnya.


" ini belum waktunya, aku bisa bertemu denganmu Elea!" dalam hati Rangga.


dr. Fandy dan juga Reyna masuk ke dalam Rumah Sakit, Alvin dibelakang menyusul Elea.


" kamu yakin tidak ingin bertemu Elea?" ucap Alvin yang bertanya kepada Rangga untuk memastikan saja.


" belum waktunya vin, aku merasa bersalah karena kehadiran ku mungkin tidak diharapkan oleh Elea ...." ucap Rangga


yang begitu lirih dan penuh dengan penyesalan.


" Bagus kalau gitu, jangan pernah menyakiti hati Elea,karena kalau kamu menyakiti hati Elea, sama saja dengan menyakiti perasaan ku juga, cukup sekali kamu melakukan itu tidak ada yang kedua kali atau ketiga kali..." ucap Alvin yang memberi peringatan kepada Rangga, lalu ia pergi meninggalkan Rangga, dan menyusul tante Reyna dan juga om Fandy.


Tentu saja Alvin kecewa dengan perlakuan Rangga, Alvin melihat bagaimana sakit hatinya seorang Elea, ia tidak akan membiarkan Rangga menyakiti hati Elea untuk yang kedua kali nya.


Sebenarnya, Alvin sangat memantau Rangga untuk tidak menghubungi Elea lagi, Setiap Rangga meminta nomor ponsel Elea, Alvin selalu menolak nya.


Untuk apa? untuk menyakiti hati Elea lagi? Sedangkan sekarang Rangga sedang menjalani hubungan dengan dr. Clara, yang bahkan sudah terjalin selama dua tahun lamanya, mereka sangat dekat bahkan dr.clara selalu menginap di kos-kosan Rangga.


Kakak akan menjagamu Elea, Kakak tahu kamu sangat mencintai Rangga, tapi cinta itu begitu menyakitkan, kamu hanya mencintai Rangga tidak dengan dirimu sendiri. Aku yakin elea, kamu jauh lebih baik sekarang, aku bahagia ketika kamu menceritakan semuanya tentang Saka, Tuhan telah baik mengirim Saka sebagai penghibur mu disaat luka itu datang , dan Saka menjadikan mu , membuka lembaran baru dan menutup luka lamamu. Kakak begitu menyayangi mu Elea....


( Alvin )