My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season3- Si Ratu Lolipop



Panti Asuhan.


Setelah hampir dua jam menempuh perjalanan dari jakarta ke bogor, akhirnya Saka dan juga Elea sampai di panti asuhan mutiara kasih bunda, Saka sedikit telat karena perjalanan macet yang cukup panjang dan memakan waktu.


Saka memang sudah terbiasa datang ke panti asuhan setiap seminggu sekali, karena Saka sebagai guru psikologis di panti asuhan tersebut.


Baru saja Saka menginjakkan kaki nya ke panti asuhan, anak anak dari panti asuhan mutiara kasih bunda langsung mengejar Saka bahkan mereka nampak senang dengan kehadiran Saka, tak terkecuali Elea yang nampak aneh karena baru kali ini ia datang ke panti asuhan yang jelas-jelas ia sendiri tidak menyukai anak anak maupun kebisingan.


" Akhirnya Pak Saka datang, hmm kalau ini Pak Saka, lalu ini Ibu Saka ya!" Ucap Intan salah satu anak panti asuhan yang centil , usia nya sekitar sembilan tahunan.


Elea melirik ke arah Intan dan anak-anak panti lain, dengan melemparkan senyuman palsu nya.


" Iya ini ibu Saka, jadi Ibu saka ini namanya Elea, dia akan mendampingi Saya mengajar Disini!" Ucap Saka dengan menyipitkan sebelah matanya , dan melirik elea dengan tatapan nakal.


" Dasar guru gila! Aku masih muda kenapa di panggil ibu-ibu! Apa wajahku sudah menua!" Ucap Elea dalam hati, ia ingin sekali bercermin dan menatap wajah nya sendiri.


" Halo Bu Elea, cantik banget ya! pasti Pak guru sayang banget sama Ibu..." Celoteh Nina yang memeluk Elea dengan sangat erat, Elea bahkan tidak tega lalu ia membalas pelukan Nina.


" Kalau gitu kalian istirahat dan bermain saja dulu, Pak guru ada urusan dengan Ibu Elea!" Ucap Saka yang menyuruh anak-anak Panti untuk bermain.


" Siap Pak Guru!"


Mereka berlari sambil bermain tak terkecuali Nina yang terus lengket dengan Elea.


" Nina kenapa nggak ikut main sama temen-temen yang lain?" Ucap Elea yang nampak bingung.


" Bu elea sangat cantik, mungkin saja ibu nya Nina sama cantik nya kayak bu guru!" Ucap Nina , anak yang masih berumur lima tahun.


" Loh, kan nina cantik pasti ibu nina juga cantik dong!" Ucap Elea


Saka mengerti dengan keadaan Nina, selama di lahirkan ke dunia Nina tidak pernah melihat wajah ibu nya, bahkan ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua nya.


Ketika masih bayi Nina di temukan di depan gerbang panti asuhan, ntah sampai sekarang kedua orang tua Nina tidak mencarinya.


Saka duduk di dekat Nina, ia memegang kedua bahu Nina, Elea hanya bisa diam dan memperhatikan, ntah Elea sendiri bingung dan tidak mengetahui apapun.


" Nina, Pak Guru punya permen lolipop, Nina suka ?" Ucap Saka sambil memberikan permen lolipop gagang berbentuk hati.


" Nina suka banget Pak guru!" Ucap Nina sambil mengambil permen lolipop dan mencium pipi Saka.


" emmmuachhhh.... Makasih Pak guru!" Ucap nya lalu pergi meninggalkan Elea dan Saka.


Elea nampak kesal, mengapa Saka mengingatkan Elea kembali dengan Rangga, Apalagi setelah ia melihat permen lolipop.


" Astaga, dulu Rangga pernah memberikan permen lolipop itu..."


" Aku masih mengenal rasa nya!"


" Ya Tuhan, mengapa Saka selalu mengingatkan aku kepada Rangga !"


Elea berlari ke arah luar, lalu Saka mengejarnya, ntah Saka tidak mengerti, apa yang membuat Elea pergi begitu saja meninggalkan nya.


" Elea tunggu!"


" Elea, apa kamu tidak suka tempat ini?" Ucap Saka yang menemuka Elea tengah menangis di taman panti asuhan.


" Kenapa sih, dunia itu sempit! Kenapa coba aku susah melupakan Rangga, lagi pula kenapa sih kamu selalu mengingatkan aku kembali dengan masa lalu ku?" Ucap Elea sambil sesekali menangis bak anak kecil.


" Apa yang salah denganku? Apa tempat ini yang membuat kamu ingat dengan mantan mu?" Tanya Saka yang nampak bingung.


Elea menggelengkan kepala nya, dan mulai menghapus air matanya.


" Lalu apa?" Ucap Saka yang nampak penasaran.


Saka nampak aneh, ia tertawa dengan sangat lepas karena baru kali ini, ia melihat wanita yang menangis karena permen lolipop.


" Jadi kamu mau permen lollipop? Atau jangan-jangan dulu mantan kamu pernah memberimu lolipop besar atau kamu emang ratu lolipop!" Ucap Saka sambil tertawa dengan geli nya.


" Diam!"


" Aku hanya bercanda saja, maaf lagi pula omongan aku yang tadi tidak mungkin kamu alami kan.?" Ucap Saka yang berhenti tertawa.


" Itu semua benar, Rangga pernah memberiku permen lolipop yang super besar, dan aku memang cewek yang suka sekali dengan lolipop!" Bentak Elea, Saka hanya terdiam dan menelan ludah, padahal ia hanya bercanda saja tapi itu semua benar terjadi dengan kisah Elea di masa lalu nya.


Kedua nya hanya terdiam, namun sesekali saka meminta maaf , karena telah mengingatkan elea kembali dengan masa lalu nya.


" Maafkan aku elea, aku sama sekali tidak tahu!" Ucap Saka


" Iya tidak apa-apa, aku tidak bisa mengontrol emosi ku,aku terlalu berlarut dalam kesedihan!" Ucap Elea yang sudah lebih tenang.


saka kembali mengajak Elea untuk masuk ke dalam, ia banyak sekali menceritakan semua kisah anak anak di panti tersebut, dan mengapa Saka bisa menjadi guru di panti tersebut.


" kita tuh beruntung yah , hidup enak, dengan kedua orang tua yang lengkap, nikmatin fasilitas dari orang tua, beli apapun juga bisa, tapi mereka ? mereka bahkan tidak mengenali kedua orang tua mereka!" ucap Elea yang nampak sedih mendengar cerita anak anak panti asuhan.


" mereka yang membuat aku berubah, dulu aku tidak ingin menjadi dokter atau guru di bidang psikologis tapi setelah bertemu mereka, aku lebih semangat!" ucap Saka.


" aku bahkan belum memikirkan masa depanku, aku belum tahu mau ambil jurusan apa?" ucap Elea karena ia memang belum memikirkan hal apapun termasuk masa depan nya.


" aku tidak ingin memaksamu, tapi cobalah untuk tinggal sekitar satu atau dua minggu di panti asuhan ini, mungkin kamu bisa memilih nya nanti. " ucap Saka yang memberikan Elea ketenangan, ia berharap dengan cara ini Elea bisa hidup dengan tenang tanpa kesedihan yang berlarut larut.


" setiap orang pasti punya masa lalu yang suram bahkan lebih menyakitkan dari apa yang kamu rasakan, tapi tuhan itu tidak tidur, ia melihat dan menguji hamba nya, mungkin saja ini ujian yang sedang tuhan kasih, anggap saja sebagai pembelajaran untuk masa depan kamu nanti!" ucap Saka yang nampak serius, Elea seperti anak kecil yang hanya mengangguk saja mendengar ucapan demi ucapan Saka.


" Masa lalu bukan untuk di lupakan tapi di kenang, dan nyatanya semua kenangan antara aku maupun Rangga, masih saja membekas!" ucap Elea


" ternyata hatimu sekeras baja, sulit untuk di luluhlan Elea!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayooo, ada yang inget pas kapan Rangga ngasih permen lolipop nya?