
Setelah mencari Restoran yang pas untuk Acara ulang tahun Aleyna, Adnan pun menyuruh kedua sahabat nya untuk bekerja sama memeriahkan Acara ulangtahun Aleyna, Beserta kedua keluarga Aleyna dan keluarga nya . Memang, Adnan belum bilang kalau ia akan merayakan hari ulang tahun nya nanti malam, tapi Adnan bilang kalau nanti malam ia akan mengajak Aleyna makan dan Ada yang ingin Adnan sampaikan kepada Aleyna, bahkan Aleyna sendiri sampai saat ini melupakan hari ulang tahun nya, Ntah apa yang Aleyna pikirkan sampai ia lupa dengan hari ulang tahun nya sendiri, Ini memang kesempatan yang bagus untuk Adnan, Agar lebih leluasa merencanakan kejutan di hari ulang tahun pertama Aleyna bersama Adnan .
Hari ini setelah selesai membooking Satu Restoran ternama di Jakarta,Adnan pun bergegas membeli Hadiah untuk Aleyna, Ia memang sempat bingung apa yang ingin ia persembahkan untuk istri nya, Andai saja Aleyna sedang tidak hamil ia ingin membelikan Aleyna sebuah motor gede keluaran terbaru,namun Sekarang aleyna sedang mengandung dua anak kembar sekaligus, rasa nya tidak mungkin Adnan memberikan hadiah motor, lanjut lagi ia pergi ke sebuah showroom mobil sport , Namun Ia sendiri bingung sedangkan Aleyna sudah mempunyai mobil model terbaru yang Ada di showroom ini, Lantas adnan berbalik Arah menuju Mall besar, ia memarkirkan mobil nya lalu bergegas mencari barang barang yang ingin ia Bungkus untuk Aleyna, Ia berjalan sambil mencari sesuatu yang kira nya cocok untuk Aleyna, Ia pun berhenti di Toko Berlian, Ntah ia sangat tertarik melihat Berlian putih berkilau seperti mutiara, bisa Jadi Aleyna menyukai berlian ini, mengingat ia dulu pernah membelikannya, namun Adnan sempat bimbang sampai ia menabrak seseorang tak lain adalah teman lama nya bernama Nasya Kanaya, Ia seorang Dokter juga.
Bruk ..
Tabrakan itu terjadi sangat kencang, Sampai Adnan sempat terjatuh, Dan menarik lengan seseorang bernama Nasya Kanaya . Ia tersenyum ke Arah Adnan .
" Ah kamu, Sedang apa sih buru buru banget " Ucap Nasya lalu mereka pun duduk di Tempat tunggu yang Ada di mall itu
" kamu lagi nyari Apa ? istri kamu mana, Kok kamu sendirian aja " Ucap Nasya sambil menengok ke kanan dan ke kiri
" Aku sendirian, aku bingung sedang mencari sesuatu untuk hadiah ulang tahun Istri ku " Ucap Adnan
" Jadi istri kamu ulang tahun ? Eumm .. mau Aku bantu ?" Ucap Nasya sambil memberi bantuan kepada Adnan, Ya memang wanita lah yang mengerti keinginan seorang wanita juga .
Adnan sangat senang, Nasya bisa membantu nya . Nasya menunjukan Toko Berlian Langganan nya, Selain di Jamin keaslian nya . Harga nya pun bisa selangit, Toh buat istri tercinta Adnan rela membelikan nya Asal Aleyna menyukai Nya . Adnan memang tipikal orang yang sangat menyayangi Istri nya . Pantas saja Aleyna sampai Terbuai oleh cinta nya Adnan, Bagaimana tidak jika Setulus hati dan sepenuh Jiwa Adnan mencintai Aleyna.
Nasya menunjukan Ke Arah kalung Berlian yang satu paket dengan Anting .
Kalung yang sangat indah, Apabila Aleyna yang memakai.Selain putih dan Memang Cantik Aleyna Akan menjadi Pusat perhatian apabila memakai Kalung berlian ini .
" Aku kira kalung ini cocok untuk Istri mu Adnan " Ucap Nasya sambil menunjukan kalung Berlian Tersebut .
" Sangat vocok . Yasudah aku mau Ini " Ucap Adnan tak lama ia langsung membayar nya dengan menggesekan Atm nya .
" Yasudah, Saya mau yang ini " Ucap Nasya sambil menunggu Berlian itu di Bungkus dengan rapih .
". Aku yakin Istri mu akan senang " Ucap Nasya sambil tersenyum dan memberi satu kota berisi berlian ke Tangan Adnan .
" Terimakasih Nasya, Untung Ada kamu . Maklum Aku tidak mengerti Tentang keinginan wanita " Ucap Adnan
" Tapi, Ada satu lagi yang kurang " Ucap Nasya dan menarik Tangan Adnan menuju Toko Bunga .
Tak lama Nasya dan Adnan sampai di Toko Bunga, Ia memilihkan bunga mawar yang berwarna merah untuk menjadikan nya Bucket bunga yang Akan Adnan berikan kepada Aleyna .
Ketika Nasya sibuk memilih Bunga yang bagus namun, Adnan malah sibuk mereject Telepon dari Aleyna, mungkin ini sudah ke sepuluh kali Aleyna menelpon Adnan namun tidak Ada jawaban, Adnan sengaja tidak mengangkat Telepon dari Aleyna, Karena ia sedang merencanakan sesuatu, meskipun ia sudah berpesan kepada Bi nani dan Mamah Venna Agar menjaga Aleyna supaya tidak keluar Rumah, Adnan mematikan telepon dari Aleyna dan mematikan Ponsel nya, Memang Adnan sudah yakin kalau Aleyna bakal marah besar, Biarkan saja ! toh Adnan menginginkan hal itu Agar Istri nya tidak curiga .
" Jadi Bunga nya Sudah siap " Ucap Nasya menunjuk ke Arah Bucket Bunga mawar merah yang sangat indah .
" cantik kan " Ucap Nasya lagi .
" Terimakasih Nasya untuk yang kedua kali nya, lalu apa yang harus aku persiapkan lagi " Ucap Adnan yang masih bingung
" Tidak ada lagi, Hanya ini " Ucap Nasya
" Yasudah kalau gitu, Aku tlaktir kamu makan sebagai Tanda Terimakasih " Ucap Adnan menarik Tangan Nasya .
Setelah Sampai di Tempat makanan Jepang mereka pun memesan Sushi dan makan bersama .
Nasya menceritakan semua keinginan Bunda Ratih selaku Ibunda Fandy yang meminta nya untuk mendekati Fandy, Namun Nasya sendiri belum berusaha mendekati Fandy, Bahkan mereka belum bertemu lagi setelah hampir 10 Tahun . Ntah apa keinginan Bunda Ratih yang sedari dulu terus menjodohkan Fandy dan Ayah Josephine selaku Ayah dari Nasya pun menyetujui Perjodohan semasa kecil dulu, Dua dua sudah dewasa dan sama sama menjadi Dokter . Namun takdir belum menentukan
" Jadi kamu sering bertemu Fandy?" Ucap Nasya
" Tiap hari, Kan satu kerjaan " Ucap Adnan lagi
" Aku sendiri bingung, Bunda Ratih selalu menghubungi ku kalau Aku di suruh main ke rumah nya,Tapi Aku malu kalau harus bertemu lagi dengan Fandy " Ucap Nasya
" Tidak Usah malu .Sambil silaturahmi " Ucap. Adnan
" Iya Aku tahu, Cuma beda Rasa nya, Bahkan ia mempercepat perjodohan ku dengan dr. Fandy " Ucap Kesal Nasya .
" Bunda Ratih memang sangat menginginkan seorang menantu, Wajar saja jika ia sering menjodohkan Fandy, Padahal Fandy sendiri santai " Ucap Adnan sambil sesekali meneguk Jus nya .
" Apakah Fandy sudah mempunyai pacar ?" Ucap Nasya sambil menatap penuh wajah Adnan untuk meyakinkan.
Akan tetapi ketika Adnan hendak menjawab ponsel dari Tas Nasya pun berbunyi dan segera ia mengangkat nya menjauhi Adnan, Nasya memang Seorang Dokter Gigi, Dia Adalah teman Semasa SMA dulu . Ia sendiri sudah di jodohkan dengan Fandy ketika umur nya baru menginjak 8 tahun, Ntah Apa maksud Bunda Ratih yang selalu ingin menjodohkan anak nya, Dulu ia di jodohkan dengan Susan, Atau karena Susan mirip dengan Nasya ? Lalu Ayah Joseph pun sama seperti Bunda Ratih yang ingin menjodohkan Anak nya sendiri . Memang dunia tidak Adil, Sementara Nasya sudah lama tidak bertemu dengan Fandy setelah ia pindah Rumah ketika umur nya 9 tahun, dia sangat lah Cengeng bahkan dia sering menangis . Fandy bukan Tipe Nasya sama sekali waktu kecil, Ntah tinggal beberapa hari lagi mereka akan bertemu.
Visual drg. Nasya Kanaya, Dia memang Cantik, seorang Anak Pengusaha Ternama dan Ayah nya Termasuk dalam jajaran orang Terkaya.
Setelah menerima telpon, Nasya pun langsung segera bergegas karena Ada hal penting yang harus Nasya urus . Dan meninggalkan Adnan sendiri,Sementara Adnan menelpon Aleyna karena tidak Enak hati sedari tadi Aleyna terus menelpon nya.
" Maaf Sayang, Tadi Aku sibuk " ucap Adnan
" Sibuk ngapain ? sibuk pacaran ? "
" Sibuk ada kerjaan "
" aku sudah menghubungi Rumah Sakit, Dan mereka bilang kamu ambil cuti, jadi sebenar nya kamu kemana mas "
" pokok nya Aku sibuk !! Yasudah nanti Aku mengabari mu kalau tidak sibuk "
Adnan mematikan Telepon begitu Saja, dan membuat Aleyna marah besar . Ia membantingkan handphone nya begitu Saja ke lantai dan menangis .
" Mah, Mas Adnan itu berubah sama Aku, dia sudah tidak menyayangiku lagi " Ucap Aleyna ia sangat kesal
" Jangan berpikiran seperti itu, Barang kali Adnan sedang sibuk " Ucap Mamah Venna sambil menenangkan aleyna, padahal dalam hati ia ingin tertawa karena Aleyna sedang di Kerjain oleh suami nya sendiri
" Aley mau tidur aja,bilang kalau Mas Adnan dateng, Ngga usah tidur sama Aley lagi " Ucap Aleyna sambil membanting pintu kamar nya .Mamah Venna hanya Tersenyum melihat Aleyna yang sudah kalang kabut gara gara Adnan . padahal ini semua Rencana ulang tahun Aleyna .
Hari sudah semakin malam, Reyna dan Susan sempat menelpon Aleyna untuk mengajak nya makan malam, Dan memaksa Aleyna Awal nya ia menolak keras keinginan sahabat nya namun karena hati Aleyna sedang panas akibat sikap Acuh Adnan, Ia pun menyetujui .Reyna dan Susan sudah siap dan mendandani Fandy dan Daniel yang Akan menjadi wanita jadi jadian untuk kencan Buta dengan Adnan . Mereka pun kumpul di Rumah Reyna, Tak lama Reyna membawa Baju Dress bunga berwarna Hitak serta HighHeels 5 cm, Yang di Rasa cocok untuk Fandy yang memiliki kulit yang putih dan bahkan mulus tanpa noda sedikit pun .
" Jadi kamu pake ini " Ucap Reyna sambil membawa Dress
". Hah ? Hancur sudah sekolah kedokteran selama 4 tahun lama nya, ujung nya jadi banci " Ucap Fandy sambil menepuk jidat
" kalau gitu mending ambil jurusan Kebucinan dan kebancian " Ucap Daniel sambil tertawa
" dr. Daniel pake ini " Ucap Susan sambil menunjukan Rok mini dan Blouse
" Hah " Ucap Daniel sambil membulatkan mata nya
". Habis ini, kita Karakoean pinggir jalan " Ucap Fandy sambil menghina balik ke Arah Daniel ia sangat puas tertawa
" Sarjana kebucinan dan Kebancian " Ucap Daniel sambil menghela nafas .
Tak lama, Reyna pun menarik kursi Fandy lebih dekat dengan nya dan mulai menyentuu wajah Fandy lebih dekat, bahkan Reyna gemetaran tangan nya ketika menempel kan sebuah Foundation di wajah Fandy .
Dengan Reflek Fandy menyentuh lengan Reyna yang menempel di wajah nya . Sambil menatap Reyna
" Nakal sekarang ya " Ucap Reyna sambil tersenyum ke Arah Fandy
" Kamu jangan menatap Aku seperti itu, Nanti aku ngga bisa tidur tanggung jawab loh " Ucap Reyna sambil mencubit hidung Fandy
" Aku temenin tidur nya " Ucap Fandy sambil memangku Tubuh Reyna di paha nya . Ya memang ini Salah satu Trik yang ia pelajari untuk mencium Seorang wanita .
" kalau Aku nya betah di Temenin tidur sama kamu gimana " Ucap Reyna lagi
kini Fandy sudah tidak bisa menahan hasrat ingin mencium Reyna, Ia menatap dalam Wajah Reyna dan menangkup rahang Reyna dengan kedua tangan nya, Reyna pun menerima ajakan dari Fandy dan mereka sama sama memejamkan mata, Kini Fandy pun memajukan bibir nya ke Arah bibir Reyna, hampir mendekati Bibir Reyna, Tiba tiba saja terdengar suara Susan dan Daniel yang sudah selesai berdandan dari ruangan sebelah, Hingga membuat Fandy mendorong tubuh Reyna dari pangkuan nya sampai Reyna Terjatuh . Sungguh hal yang sangat Reyna benci.
" Ayo kalian sudah siap ?" Ucap Susan sambil membereskan Alat makeup yang berserakan sementara Daniel sedang berganti pakaian.
" Aku ganti pakaian dulu " Ucap Fandy langsung bergegas pergi karena malu dan gugup
Sementara Reyna masih duduk di bawah Kursi, Ia sambil memegangi Punggung nya yang sakit . Keterlaluan
" Kalau saja dia melakukan hal seperti itu sekali lagi, aki tidak akan mau membalas Ciuman dari nya " batin Reyna sambil mendumel
Setelah selesai Reyna dan Susan pun tak Henti nya di buat tertawa ngakak dengan penampilan dua lelaki cantik nan anggun tanpa balutan Jas putih khas dokter, mereka bahkan terlihat cantik sekali .
Sampai Reyna tak bisa berhenti Tertawa, Justru kedua orang itu malah menggoda nya sambil bergaya dan memotret diri .
" Aku ngga kuat liat mereka " Ucap Reyna tertawa terpingkal pingkal
" Aku lebih ngga kuat " Ucap Susan sambil tertawa puas .
***
Reyna dan Susan menjemput Aleyna yang tengah kesal, sedari tadi ia ngedumel di mobil tentang perubahan Sikap Adnan yang Acuh bahkan sampai malam ini Adnan tidak pulang juga ke rumah, terpaksa Aleyna keluar rumah bersama Susan dan Reyna ia pasrah akan di bawa kemana pun mereka pergi .
dan Daniel serta fandy sudah berada di Restoran dengan Adnan, untung saja Restoran ini di Booking oleh Adnan sehingga tidak ada satupun awak netizen yang merekam aksi kedua dokter itu, memang ini ide konyol Reyna namun, juga Rencana yang bagus untuk ulang tahun Aleyna . Mamah Venna beserta Pak yudha dan Keluarga Raden Wijaya pun pergi menyusul ke Restoran bintang 5 itu . Untuk ikut merayakan Acara Ulang tahun ke 18 Aleyna .
" ngapain kita ke Restoran ?" Ucap Aleyna merasa heran
". makan Ley, Ayo kita masuk " Ucap Susan dan Reyna yang menggandeng tangan Aleyna
Setelah sampai di Restoran, Aleyna pun di persilahkan duduk, sementara Reyna pura pura memesan makanan, Dan Susan menemani Aleyna di meja .
Rencana pertama 1.
Setelah menerima Aba aba dari Reyna untuk memulai Akhir nya mereka pergi di meja sebelah kanan, dengan keadaan Fandy merangkul Adnan dan Daniel meyandarkan bahu di pundak Adnan sesekali mereka mengobrol Fandy dan Daniel menghadap ke srah luar jadi hanya terlihat punggung nya saja dan Aleyna sibuk dengan handphone nya menarik ulur sosial media nya dan benar saja, ketika Reyna kembali duduk dan kembali mengobrol dengan Aleyna,Sontak mata Aleyna dengan Tajam menatap ke Arah meja yang Ada di sebelah kanan .
" Tunggu itu bukan nya suami ku " Ucap Aleyna sambil menatap Tajam
" Itu kan mas Adnan, Ngapain dia sama dua wanita itu " ucap Aleyna
" Ah kamu salah liat kali " Ucap Reyna saling bertatap mata dengan Susan
" Ngga, Aku ngga salah liat itu beneran Mas Adnan, berani berani nya dia selingkuh di belakang Aku !! " Ucap Aleyna dengan sangat geram lalu menghampiri meja bernomor 12 Itu dengan sangat marah
" Aleyna kamu mau kemana Ley " Ucap Susan
" Iya kamu mau kemana sih Ley " Ucap Reyna
Jam sudah menunjukan pukul 23.55 wib, Dan dengan rasa kesal Aleyna menghampiri Adnan dan mengguyur fua wanita nakal itu dengan dua jus jeruk, Lalu Aleyna memarahi Adnan , meski lampu di Restoran itu di buat dengam lampu khas warung remang remang tetap saja Aleyna mengetahui keberadaan Adnan ketika Aleyna menghampiri Adnan, Reyna dan Susan memberi Aba aba Agar mamah Venna dan papah Yudha serta Bunda Widya dan Ayah Raden pun untuk masuk membawa Kue beserta Hadiah yang mereka beli untuk Aleyna .
" Tega kamu sama Aku, Istri lagi hamil kamu enak enakan selingkuh sama dia ! di mana otak mu mas di mana !! " Ucap Aleyna sambil menarik kerah baju Adnan
" Aku bisa jelaskan Sayang, Aku bisa jelaskan ini semua " Ucap Adnan yang berpura pura
Plak ......
Tamparan tajam mengenai pipi Adnan,ini yang kedua kali Aleyna menampar lelaki , dulu Alvaro dan sekarang Adalah Adnan .
" Aku kecewa sama kamu " Ucap Aleyna sambil mendorong dan memukul Tubuh adnan, Adnan berusaha memeluk Tubuh Aleyna namun Aleyna menolak . Aleyna pun ikut menampkar Kedua wanita jadi jadian itu yang telah merebut suami nya . Dan tiba tiba saja manager Restoran datang dan berpura pura menanyakan sedang terjadi Apa di Restoran nya ini .
" maaf mbak, harap tenang kalau mbak bikin keributan di sini, Saya akan menyuruh security untuk mengeluarkan Anda " Ucap tegas manager
Di tengah hiruk pikuk nya keributan di Restoran ini, tiba tiba saja Mamah venna dan papah yudha serta Bunda Widya dan Ayah raden beserta kedua sahabat nya dateng membawa dua buah kue ulang tahun berbentuk love dan Ada foto wajah Aleyna serta yang satu nya Kue tart ini sangat besar dengan lilin Angka ke 81 . ya sangat menyebalkan, mereka membalikkan angka lilin tersebut .
Happy Birthday To you ..
Happy Birthday To you
Happy Birthday ..
Happy Birthday ..
Happy Birthday Aleyna ..
Sontak Aleyna terkejut dengan kejadian ini, Dia menangis sejadi nya . Dan memukul Adnan .
" Jadi ini semua Rencana kamu mas " Ucap Aleyna
" Di bantu oleh kedua sahabat kamu serta fandy dan Daniel " Ucap Adnan dan memeluk istri nya
" mereka mana ?" Ucap Aleyna merasa heran
dan Fandy serta Daniel membuka wig mya sambil memegangi pipi mereka masing masing akibat kena Tamparan keras dari Aleyna .
" Apa !! Jadi wanita itu Kalian ?" Ucap Aleyna dengan merasa bersalah ia meminta maaf kepada Daniel dan Fandy
" Tiup lilin nya Sayang " Ucap mamah Venna
Aleyna meniup lilin dan membuat harapan supaya ia bisa melakukan acara ulang tahun nya di tahun yang akan datang dengan semua orang yang berada di sini .
Dan ia berdoa supaya hubungan nya dengan dr. Adnan baik baik saja . Ia tak henti nya menangis di pelukan Adnan .
" Happy Birthday Sahabat ku " Ucap Susan dan Reyna sambil memeluk Aleyna
" Terimakasih Sahabat ku .Terimakasih sudah selalu Ada dengan ku " Ucap Aleyna sambil menangis
Dan ia pun memeluk orang tua serta kedua mertua nya yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir di acara ulang tahun Aleyna.
Yeay Happy Birthday Aleyna