My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Teman baru



Aleyna pun pergi ke kelas jurusan yang akan ia tempuh, dengan diantar oleh Bima sang mahasiswa yang termasuk populer karena ketika Aleyna jalan berdampingan dengan Bima, semua penjuru kampus pun menatap Aleyna dengan wajah yang sangat sinis, dan tatapan nya penuh dengan kebencian, ntah Aleyna mulai merasa tidak nyaman jalan berdua dengan Bima padahal Aleyna sama sekali hanya menerima bantuan dari Bima saja, tidak berharap lebih.


mengapa mereka menatap ku seperti itu


Dulu ketika sekolah, Aleyna masa bodo dengan semua tatapan tajam kakak kelas nya namun, kali ini ada yang berbeda ia malah lebih pendiam di bandingkan dulu ia sangat barbar , mungkin Aleyna sekarang bukan lah gadis barbar seperti dulu, karena kehidupan nya sekarang sudah berubah ketika sudah menikah dan memiliki seorang anak.


" Berhenti!" Ucap Aleyna lalu menghentikan langkah nya


" Bukan kah kita akan pergi ke Kelas mu ?" Ucap Bima lalu ikut menghentikan langkah nya


" Tidak perlu, aku bisa mencari nya sendiri!" Ucap ketus Aleyna yang langsung bergegas pergi meninggalkan Bima sendiri yang sedang mematung menatap kepergian Aleyna


cewek jutek, semakin cantik kalau sedang marah,aku begitu penasaran dengan mu


Bima pun langsung menyusul Aleyna karena ia ingin lebih dekat mengenal Aleyna, ntah pesona Aleyna memang lah mampu membuat lelaki mana pun begitu terpikat dengan nya, bukan hanya cantik namun aura nya terpancar meski ia sudah menikah dan mempunyai dua orang anak , namun wajar saja di usia nya yang masih 19 tahun, orang lain pun tidak akan menyangka kalau Aleyna sudah menikah. Karena wajah cantik nya mampu menutupi itu semua.


*


Aleyna sudah sampai di kelas khusus Fakultas Teknik namun ia masih kebingungan mencari dimana kelas nya karena ia baru saja masuk ke kampus nya bahkan ia masih belum tahu di mana letak kelas nya, kalau saja Susan tidak ada kelas pagi pasti ia akan membantu Aleyna, rasa nya hari pertama saja Aleyna sudah di buat kesal oleh tingkah pria konyol nan tengil .


" Ya tuhan, mengapa hari pertama masuk, harus bertemu dengan modelan manusia seperti itu!"


Aleyna pun berdiri di samping tembok besar sambil memainkan ponsel nya karena ia ragu untuk melangkah ke kelas berikutnya , karena isi kelas dan penjuru nya di dominasi oleh kaum lelaki yang sedang berkumpul di depan kelas, ia bahkan ragu untuk melewati nya , terpaksa ia berhenti di depan kelas sebelum nya dan menyandarkan tubuh nya di balik tembok besar.


Ia langsung menekan tombol hijau untuk menelpon Adnan, karena Adnan pernah bilang kalau ia mempunyai teman yang menjadi Dosen ilmu kedokteran di kampus ini, Siapa tahu dia bisa membantu Aleyna.


" Halo, Mas. Sibuk tidak ?" Ucap Aleyna dalam sambungan telepon nya


" Mas, tidak sibuk sayang, memang kenapa ? bukan nya hari ini kamu pertama masuk ?" Ucap Adnan sambil bertanya kepada Aleyna


" Bagaimana mau masuk kelas mas, aku masih baru bahkan aku tidak tahu dimana letak kelas ku !" Celoteh Aleyna


" Kau tanya kan saja kepada mahasiswa sana, ngga ada yang genit kan sama kamu?" Ucap Adnan


" Aku malas bertanya Mas, gengsi ah" Ucap Aleyna


" Kau belum jawab pertanyaan ku tadi ?" Ucap Adnan


" Pertanyaan yang mana ?"


" Tidak ada yang menggoda mu kan ? kalau sampai ada, aku akan menyusul mu ke Kampus sekarang juga !"


" Ah, Mas nggak ada kok" Ucap Aleyna ia malas berdebat dengan suami nya sendiri karena akan merusak mood nya pagi ini.


Tiba tiba saja Bima muncul di hadapan Aleyna dengan melipatkan kedua tangan nya di depan Aleyna, ia bahkan melayangkan senyuman maut nya di hadapan Aleyna dan membuat Aleyna semakin risih di buat nya.


mengapa harus orang ini lagi ?


" Mas, aku masuk kelas dulu yah" Ucap Aleyna dan langsung menutup telepon nya


" Jadi kau menolak bantuan ku ?" Ucap Bima sambil tersenyum ke arah Aleyna


" Kenapa sih ngebet banget mau bantuin?" Ucap Aleyna dengan ketus nya.


" Jadi kau tidak menerima bantuan ku ?" Ucap Bima sambil menatap wajah Aleyna


" Tidak, karena aku masih bisa mencari nya sendiri !" Ketus Aleyna yang mulai bergegas pergi namun ia ragu untuk melangkahkan kaki nya lagi karena di depan sudah banyak lelaki yang sedang berkumpul.


Aleyna nampak ragu untuk melewati nya, ia bahkan balik arah dan nampak mematung sementara Bima semakin menyukai sikap Aleyna yang menurut nya lucu.


" Lepaskan tangan aku! Jangan macem macem yah !" Ucap Aleyna yang terus memukul lengan Bima dengan menggunakan lengan sebelah kiri nya


" Kau turuti saja keinginan ku, karena aku akan membantu mu, jangan khawatir !" Ucap Bima


" Kenapa sih maksa banget " Ucap Aleyna


" Karena kau terus menolak ku " Ucap Bima


Setelah sampai di depan kelas Fakultas Teknik akhir nya, Bima pun melepaskan genggaman tangan Aleyna karena ia sudah dari tadi meronta ronta meminta di lepaskan, dan tubuh Bima pun merasakan sakit karena Aleyna terus memukul nya.


" Sudah sampai, ini kelas kamu" Ucap Bima sambil melontarkan senyuman kecil untuk Aleyna, namun Aleyna tetap memasang wajah jutek nya karena ia benar benar tidak menyukai Bima


" Lain kali kau jangan memaksa ku, karena aku tidak membutuhkan bantuan mu " Ucap ketus Aleyna yang hendak bergegas memasuki kelas nya, namun langkah nya terhenti ketika Bima mulai melayangkan kata kata yang sangat tidak Aleyna sukai


" Memang yah, manusia jaman sekarang tidak mempunyai rasa terimakasih sama sekali!" Ucap Bima sambil membuang muka nya ke arah tembok, karena ia memang berniat untuk menyindiri Aleyna


Aleyna kembali menghampiri Bima karena ia tidak terima dengan semua perkataan yang di lontarkan Bima untuk nya.


" Aku tidak meminta bantuan mu, kau sendiri yang memaksa! Jadi ucapan terimakasih itu tidak berlaku " Ucap ketus Aleyna lalu ia bergegas memasuki kelas nya


Bima pun tersenyum ke Arah Aleyna


baru kali ini, seorang Bima dengan segala ketampanan yang ia punya, mampu di tolak oleh mahasiswi baru itu


Ah, rasa nya Bima mulai menyukai Aleyna, meskipun Aleyna sering bersikap ketus terhadap nya, namun sikap Aleyna seperti itu lah yang sedang Bima cari karena semua wanita di kampus ini begitu mudah luluh akan pesona Bima, karena ketampanan nya dan memang Bima cukup populer di kalangan kampus, secara ia memang di juluki Artis kampus .


Bima pun masih berdiri di depan jendela kelas milik Aleyna, ia bahkan melayangkan senyuman manis nya untuk Aleyna, dan ia mengedipkan sebelah mata nya ke arah Aleyna, semua penjuru kelas pun nampak tidak sadar dengan tingkah Bima karena Aleyna mengabaikan itu semua . lalu tak lama Bima pun pergi meninggalkan kelas itu.


Ya tuhan, jauhkan aku dengan manusia seperti itu karena rasa cinta ku hanya untuk mas Adnan semoga saja aku bisa menjalani ini semua.


Tiba tiba saja, Seseorang bertubuh ramping dan berkulit kuning langsat yang sedang duduk di samping kursi Aleyna menanyakan sesuatu kepada Aleyna.


" Jadi kak Bima itu pacar kamu ?" Ucap seseorang itu


" Hah? pacar ?" Ucap Aleyna sambil tertawa seolah ia geli dengan semua pertanyaan orang itu, yang di rasa aneh


" Kalau bukan pacar? lantas mengapa kau diantar oleh kak Bima bahkan seperti orang pacaran saja. " Ucap nya


" Dia tidak mengantarkan aku, kita bertemu di depan saja bahkan aku tidak mengenali nya " Ucap Aleyna yang merasa risih kalau di tanya soal Bima


" Aku kira pacaran , bagus deh " Ucap Orang itu


" kau menyukai nya ?" Ucap Aleyna


" Tidak, dia bahkan kakak sepupu aku" Ucap seseorang itu


Aleyna begitu terkejut dengan ucapan orang itu, bahkan ia belum mengenal nya


" Kenalkan namaku Sinta Yosana, panggil saja Sinta " Ucap nya sambil menjabatkan tangan


" Namaku, Aleyna irawan" Ucap Aleyna sambil menerima jabatan tangan Sinta


Belum saja mereka mengobrol banyak dan saling mengenal satu sama lain, tiba tiba saja dosen pertama sudah masuk ke kelas untuk memulai belajar, akhir nya mereka menunda obrolan tersebut karena harus fokus belajar di hari pertama.


Maaf guys, baru Up lagi 😣


Makasih sudah membaca cerita ini,di tunggu like dan komen serta Vote nya yah