My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
bersemi kembali?



Rangga mengejar sang pemilik gantungan lolipop ia yakin, elea masih berada di sekitar Danau, tidak mungkin Elea pergi begitu saja.


Tak lama handphone Rangga berbunyi, ada panggilan telepon dari Meghan, sebenarnya Rangga malas untuk mengangkat telepon, berulang kali ia mematikan telepon nya,namun nampak nya Meghan benar-benar ingin membicarakan sesuatu.


Dengan terpaksa, Rangga mengangkat telepon dari Meghan.


" Halo, aku ada urusan!" Ucap Rangga dalam sambungan telepon, namun ia terkejut ketika suara yang keluar dari handphone meghan adalah suara dari Brian ayah nya meghan.


" Maaf Rangga, saya hanya ingin menyampaikan pesan, kalau besok saya akan mengajak Meghan untuk pindah ke Sidney, saya khawatir dengan kondisi Meghan...." Ucap Brian dengan penuh kecemasan.


" Maaf om, saya kira meghan...."


" Kamu kemana saja, sudah seminggu ini tidak ada kabar, Meghan bahkan mencarimu...."


" Aku ada urusan pribadi yang harus aku selesaikan..."


" Saya harap , kamu besok bisa mengantar meghan dan juga om ke bandara, Meghan ingin menyampaikan salam perpisahan untuk mu.."


" Baik om...."


Rangga langsung menutup telepon tersebut, ia sedikit lega mendengar kondisi meghan yang semakin membaik, namun di sisi lain, Rangga tidak ingin membuat Elea terus salah paham tentang Meghan.


Tak lama Rangga mendapat pesan dari meghan, ia menyuruh Rangga untuk datang ke rumah nya nanti malam, karena ada hal penting yang ingin meghan bicarakan kepada nya. Rangga bahkan menyetujui ajakan meghan, Rangga menganggap ini pertemuan terakhir antara meghan dan dirinya, karena besok meghan akan pergi lagi ke sidney.


Rangga langsung melanjutkan misi nya. Ia ingin mencari Elea yang masih berada di sekitar danau, Rangga begitu yakin dengan kedatangan Elea.


" Aku yakin kamu masih ada disini el..."


Rangga terus memutari taman, bahkan ia sempat pasrah namun, matanya berbinar ketika ia menemukan sosok wanita cantik yang kini tengah duduk di kursi taman sambil menghabiskan permen lolipop nya. Dengan wajah cemberut, dan mata nya yang sedikit bengkak.


" Aku tahu, kamu pasti akan menemui ku elea...."


Rangga tersenyum, sembari memandang wajah Elea. Ia tidak mungkin menghampiri elea dengan cara seperti ini, Rangga yakin elea pasti akan pergi meninggalkan nya, kalau sampai ia ke sana.


Rangga melirik ke sekeliling taman, ia menemuka kostum badut, yang ada di pikirannya sekarang adalah kostum badut, Rangga harus memakainya untuk menyamarkan dirinya. Ia tidak ingin melihat Elea pergi kalau sampai Rangga menghampirinya dengan wujud asli nya.


" Ide yang bagus!"


Rangga langsung menghampiri badut yang sedang berjoget sambil menghibur anak kecil di taman sambil sesekali mencolek sang pemilik kostum badut.


" Saya boleh menyewa kostum bapak?" Ucap Rangga dengan penuh usaha.


" Untuk apa?" Ucap Bapak badut itu.


" Untuk menghibur pacar saya yang sedang bersedih!" Ucap Rangga dengan penuh malu namun dengan pasti.


" Kalau begitu, pakailah. Tapi cuma 15 menit, soalnya saya harus pulang!" Ucap bapak pemilik kostum badut.


" Terimakasih Pak, saya janji akan mengembalikan nya sebelum 15 menit!"


Dengan perasaan senang, Rangga melompat sejadinya sampai ia menjadi bahan incaran wanita wanita cantik yang sedang nongkrong di area taman, mereka memperhatikan Rangga yanga nampak girang.


Rangga langsung mengganti pakaian nya, ia menggunakan kostum badut bergambar ayam, Rangga sudah mirip seperti ayam yang sedang bertelur. Karena kostum badut tersebut membuat porsi tubuh nya menjadi sangat gemuk.


" Kalau bukan demi Elea, aku tidak mau memakai kostum ini!"


Rangga melanjutkan perjalanan nya, ia menghampiri Elea yang masih duduk di bangku taman sendirian. Rangga menari nari sambil mencari perhatian Elea. Awal nya Elea nampak biasa saja, namun lama kelamaan badut itu menarik perhatian Elea. Ia bahkan bisa membuat elea tersenyum, ketika badut itu menari sambil menghempaskan ekor nya.


" Dasar badut aneh!" Ucap Elea sambil tertawa.


Tak lama, badut itu memberikan sebungkus permen lolipop untuk elea, ia bahkan menyuruh elea untuk memakan nya.


" Apa?"


" Aku sudah menghabiskan dua bungkus permen lolipop!"


Namun Rangga yang berbalut kostum badut, duduk di samping Elea sambil memberikan lolipop dan memaksa Elea untuk menerima nya.


Elea berdumel, sambil memaki Rangga, entah sampai kapan Elea harus mendiamkan Rangga karena rasa sakit hati masih melekat.


" Maafkan aku elea, aku begitu mencintaimu!" Batin Rangga, meski hanya bisa melihat wajah elea dalam bulatan mata kostum badut, namun Rangga begitu bahagia.


Rangga terus menghibur Elea, tanpa Elea ketahui ternyata orang di balik badut ayam itu ternyata Rangga.


" Terimakasih badut jelek, kamu telah menghiburku! Setidaknya aku sedikit lega, bisa melampiaskan semua rasa sakit ku, kalau gitu aku pulang dulu!" Ucap Elea sambil berbicara ke badut yang kini tengah berada di sisi nya. Badut alias Rangga telah menghiburnya, mengajak nya menari sambil berjoget ria, tawa canda elea kembali.


Namun, Badut itu menarik tangan Elea, elea begitu terkejut ketika tangan nya di tarik oleh badut ayam itu.


" Ada apa lagi?" Ucap Elea, ia merasa penasaran dengan siapa yang berada di dalam kostum tersebut.


" Aku penasaran deh, sebenarnya kamu itu siapa sih?" Ucap Elea yang mencoba membuka kostum badut tersebut.


Rangga mengijinkan elea untuk membuka kostum badut yang ia kenakan.


Tanpa menunggu lama, akhirnya Elea membuka kostum badut yang Rangga kenakan, ia nampak terkejut ketika melihat wajah Rangga di balik kostum badut tersebut.


" ha, Rangga?"


Elea nampak terkejut, bahkan ia nampak kesal ternyata orang yang sedari tadi menghibur dirinya sambil mengajak nya joget dan berkeluh kesah ternyata adalah Rangga.


" Aku tahu kamu pasti akan datang menemuiku elea!" Ucap Rangga sambil menatap elea.


" Aku sama sekali tidak ingin menemui mu, dan aku tidak ingin melihatmu lagi!" Ucap Elea sambil mendorong tubuh Rangga.


" Kalau gitu, ini buktinya?" Ucap Rangga sambil memperlihatkan gantungan tas bergambar lolipop milik nya.


Elea begitu terkejut bahkan ia tidak mempunyai alasan lagi.


" Kenapa gantungan tas aku ada di Rangga, arrh......."


Elea berdengus kesal, ia tidak menjawab pertanyaan dari rangga, Elea langsung pergi meninggalkan Rangga.


" elea tunggu!"


Rangga mengejar Elea sambil berteriak.


" Aku tahu, kamu masih sayang sama aku, begitu juga dengan ku elea...."


Elea berhenti, ia berdengus kesal. Bisa-bisanya rangga mengira Elea masih menyayangi nya setelah luka yang ia berikan.


" Tidak ada kata sayang lagi!"


Rangga mengejar Elea dan meraih tangan Elea dengan sangat erat, Elea mencoba menepis tangan Rangga namun genggaman tangan Rangga begitu kuat.


" Beri aku kesempatan elea, aku ingin memperbaiki semua nya..."


" Aku begitu hancur, ketika kamu pergi meninggalkan aku! "


Elea membalikkan tubuh nya, ia menatap wajah Rangga dengan sangat tajam.


" Setelah apa yang kamu lakukan dengan meghan, kamu pikir aku tidak hancur, bagaimana mungkin aku memaafkan kamu begitu saja, di saat kamu hilang tanpa kabar, aku mencarimu , aku begitu khawatir dengan keadaan kamu , tapi kamu malah memikirkan meghan!" Ucap Elea sambil menangis, Rangga merasa sangat bersalah.


" Aku minta maaf, karena telah membuatmu khawatir, dan aku minta maaf atas semua sikap ku yang membuatmu sakit!" Ucap Rangga dengan masih menggengam tangan Elea.


" Aku maafkan kamu, tapi kali ini jangan ganggu aku, aku perlu waktu untuk memperbaiki semua nya. Aku butuh waktu untuk bisa melupakan ini ...."


" Tapi elea, aku masih sangat mencintaimu!"


Elea melepaskan tangan rangga, ia berlari meninggalkan Rangga sambil meneteskan air mata, bahkan Rangga merasa malu dengan dirinya sendiri yang bahkan tega membuat hati elea begitu hancur.


" masih adakah ruang untuk aku berada di hatimu elea? aku begitu merindukan semua canda tawamu...."