My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Selamat Tinggal " Ryan "



Seakan Tidak percaya dengan Sebuah Takdir .


Adnan dan Fandy pun merasa Bahwa Ryan masih Hidup, Ia sendiri pernah Datang dalam Mimpi adnan untuk mengajak nya Bermain Futsal, Namun . Mimpi itu pertanda Bahwa ia tidak Akan bertemu dan bermain Futsal lagi dengan Ryan . Dia merupakan Pribadi yang baik ketika masih dalam Masa kuliah nya, Ryan sering menginap di Apartemen milik Adnan . Mereka selalu bertiga, Fandy dan Ryan.


Semenjak Sekolah menengah Atas memang mereka sudah sering bersama, Namun belum Akrab Seperti Kuliah dulu . Ada hal yang menarik dari sosok Ryan, Dia memang Mempunyai Darah Eropa, Dia bahkan tinggal seorang diri . Karena Paman yang mengurus Ryan sejak kecil sudah meninggalkan dia.


Setelah Mendapatkan Gelar Sarjana Kependidikan jasmani dan Rohani. Ryan pun menikah dengan Kekasih nya Bernama Meta Lestari seorang Anak Pengusaha Property, Pernikahan mereka berjalan 2 tahun, Hingga Akhir nya Meta meninggalkan Ryan, Di saat Ryan sedang tidak memiliki Apa apa . Harta maupun Jabatan Ryan Tidak punya, Ia hanyalah Guru Honorer, Dengan Gaji yang kecil . Namun, Ia bangkit ketika Ibu Angkat nya Bernama Theresia memberi ia modal untuk Membuka Kedai Coffe . Ryan memang Pantang menyerah, Ia sangat pekerja keras, Apalagi untuk Anak nya . Dan ketika Ryan di Pertemukan dengan Gadis sebaik Susan, Dia malah pergi meninggalkan Susan untuk Selama lama nya . Di saat Pernikahan ia tinggal seminggu lagi. Tapi, Kematian tidak bisa di tebak, Itu sudah keputusan sang Maha penguasa .


Adnan dan Fandy pun Termenung ketika mengingat masa sulit dan Bahagia bersama Ryan , Ia tidak bisa melihat wajah nya untuk terakhir kali nya.


" Fan, Aku ngga nyangka Ryan akan Secepat ini meninggalkan kita " Ucap Adnan tiba tiba saja air mata nya Menetes


"Aku masih mengingat, Ketika ia di Khianati oleh Istri nya, Dan dia masih tetap tersenyum " Ucap Fandy


" Tuhan lebih mencintai Ryan . Semoga Ryan tenang di Alam sana " Ucap Adnan


Ia sudah mengurus berkas kepulangan nya, Tersisa waktu tiga hari lagi, namun Demi sahabat nya, Mereka pun Pulang untuk melihat wajah Ryan yang terakhir kali nya .


************************************


Sudah hampir 2 jam Adnan menunggu salah satu petugas Balai Desa untuk Mencari Tiket Pesawat, Karena Di desa ini sangat lah sulit, Kalau pun beli Di situs Online juga gagal terus.


Tak lama, Kepala Desa itu pun datang dengan membawa dua tiket pesawat menuju Jakarta, Lalu segera mereka bergegas Untuk berangkat menuju Bandara Ngurah Rai Bali .


Sementara Aleyna terus menghubungi Suami nya itu, Karena Jasad Ryan sudah di bawa ke rumah Duka, Untuk di semayamkan .


Susan pun sudah lebih Tenang, Namun hati nya menangis. Ia dari semalam tidak tidur menunggu Jenazah Ryan, Dan Hati nya semakin teriris ketika melihat Kenzo beserta Meta dan Suami baru Meta. Kenzo memang masih Kecil ia tidak mengetahui Apa apa,Ia menyentuh Wajah Ryan yang sedang terbaring di Peti dan sudah Di Pakaikan Jas dan di Rias .


" Papah Lagi Bobo Ma " Ucap Kenzo


Hati Susan menjerit, Sementara Aleyna Dan Reyna terus memeluk Susan.


Meta pun menarik Kenzo ke Arah nya .


" kamu sabar ya. Semoga Ryan tenang di Alam sana " Ucap meta, Ia memang sangat Baik .


Semua keluarga pun kumpul, Susan dan Ryan memang berbeda keyakinan, Namun cinta mereka kuat, Ibu Theresia pun selalu memberi Kekuatan untuk Susan Agar lebih Tabah menerima peristiwa ini .


" Maafkan semua kesalahan Anak Ibu ya, Doakan Agar dia tenang di Alam Sana " Ucap Ibu theresia dan memeluk Susan sangat erat, Walaupun Hanya Ibu Angkat namun Theresia sangat menyayangi Ryan .


Susan tidak kuat menahan Air mata yang mengalir deras di pipi nya .


" Sabar Susan, Kita berdoa Agar Pak. Ryan tenang di Surga Allah " Ucap Aleyna sambil memeluk kekasih nya itu.


Sekitar pukul 13.00 wib, Adnan dan Fandy pun sampai ke Tempat Ryan, Mereka langsung menuju Rumah Ryan ketika sampai di Bandara .


" Sayang " Ucap Adnan memeluk istri nya itu


" Pak. Ryan Mas " ucap Aleyna


Fandy dan Adnan pun langsung menuju Jasad Ryan untuk memohon Maaf dan melihat wajah Ryan untuk Terakhir Kali nya.


Tak terasa Air mata Adnan dan Fandy pun menetes, Mereka benar benar kehilangan Sosok sahabat seperti Ryan.


" Ryan, Maafkan aku karena aku baru Menemui mu, Semoga kau Tenang di Alam sana " Ucap Adnan sambil berbisik ke Telinga Ryan .


" Selamat jalan bro, semoga kau mendapatkan Tempat terbaik di sisi Tuhan" Ucap Fandy .


Mereka benar benar sangat Terpukul, Setelah itu Jasad Ryan pu Akan di semayamkan Di TPU dekat Rumah Ibu Tiri nya, Di sana sudah tertera nama " Aryan Fernandez "


Susan benar benar terpukul ketika Jasad Ryan Akan di Kuburkan, Ia mengingat Masa masa ketika Ryan mendekati nya dan melamar nya, Ia sangat terpukul, Tak Henti henti nya ia menangis, melihat jasad orang yang dia Sayang Akan di Kuburkan.


Susan P.O.V


" kalau saja tuhan memberi dua waktu dalam hidup ini, Aku akan meminta nya untuk mu, Agar kamu bisa hidup untuk selama nya, Sampai Tua nanti, Aku masih mengharapkan kehadiran mu, Aku masih berharap kamu menjadi Suami ku, Tapi .. Mengapa kamu pergi Sayang, Sampai Aku belum merasakan Menjadi istri mu, Mengapa ini terjadi dengan Kamu sayang "


Aleyna Dan Reyna pun memeluk Susan dengan sangat Erat, Ia sangat merasakan kepedihan Mendalam dari Susan, Ini mungkin lebih menyakitkan daripada di Selingkuhi. Kehilangan Orang Tersayang memang sangat menyakitkan.


" Selamat Jalan Sahabat, Kamu akan selalu kami kenang " batin Fandy


" Pak. Ryan " Ucap Susan sambil menangis di Batu nisan yang bertuliskan nama " Aryan Fernandez "


" Sabar nak, Sabar . Mamah tau ini menyakitkan" Ucap Mamah Santi Ibunda Susan


" Pak. Ryan mah, Pak Ryan ninggalin susan di saat Susan Akan menjadi istri nya " Ucap Susan sambil menangis


" Susan, Kamu yang Tabah . Pak ryan sedih jika harus melihatmu seperti ini " Ucap Fandy, Tubuh susan pun terkulai lemas di Dada bidang Fandy .


" Kamu sabar ya " Ucap Fandy merasa Iba, Ia menggandeng Tubuh Susan untuk Bangkit .


" Cari kesempatan Banget sih , Manusia Kutub " Ucap Reyna yang merasa kesal ketika Fandy memeluk Susan, Ntah hati Reyna menjadi sangat Panas dan Mungkin terbakar Api cemburu, Cuma ia menahan rasa kesal nya, Karena tidak baik jika harus memarahi Manusia kutub itu untuk mendekati Susan .


Kasihan susan sedang berduka, Ia tidak ingin mencari Keributan


" Mas, Aku Ga kuat liat susan seperti itu" Ucap Aleyna sambil menyandarkan kepala nya di Dada bidang Adnan


" Hanya Doa yang Akan menenangkan Ryan di Alam sana sayang, Semoga susan bisa menerima kenyataan ini " Ucap Adnan .


Adnan pun memeluk Aleyna dengan Erat, Ia benar benar Terharu dengan kejadian ini . Apalagi melihat Susan Histeris seperti ini .


Susan pun mengingat ketika Ryan berjanji untuk menikahi nya di Hari Ulang tahun Susan, Namun ini Hadiah paling Menyedihkan Untuk Nya .


( Saat terakhir)


Tak pernah terpikir olehku


Tak sedikitpun ku bayangkan


Kau akan pergi tinggalkan kusendiri


Begitu sulit kubayangkan


Begitu sakit ku rasakan


Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri


Dibawah batu nisan kini


Kau tlah sandarkan


Kasih sayang kamu begitu dalam


sungguh ku tak sanggup


Ini terjadi karna ku sangat cinta


*Inilah saat terakhirku melihat kamu


Jatuh air mataku menangis pilu


Hanya mampu ucapkan


"Selamat jalan Ryan "


Maaf Author Terharu 😭😭😭


Jangan Lupa Vote Cerita ini


Like dan Komen juga dong Para Readers ku 😍


Maaf author Bikin nangis kalian😭