
Adnan dan kedua sahabat nya pun menuruti keinginan sang istri untuk memasak, padahal memasak bukan lah keahlian mereka, tapi kalau untuk sang istri yang sedang hamil, pasti akan mereka turuti.
" Nan, bagaimana cara nya mengiris bawang merah?" tanya Fandy yang sedari tadi memperhatikan bawang merah
" Kau iris saja sesuka hati mu, aku juga tidak tahu!" dengus Adnan yang sedang sibuk memotong wortel menjadi kecil
" Haha, apa guna nya chef cantik kalau mengiris bawang saja tidak bisa!" celoteh Daniel yang baru selesai membersihkan daging ayam
" mau kau apa kan itu Niel?" ucap Adnan
" Di goreng lah, masa mau di operasi !" celetuk Daniel
" Haha, biar urusan sayur aku yang mengatur nya" ucap Adnan sambil melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Sementara Fandy mata nya perih ketika ia sedang fokus mengiris bawang, meskipun irisan nya tidak beraturan, sesekali ia mengeluarkan air mata yang membasahi pipi nya, seolah ia sedang di landa masalah yang begitu pilu, padahal hanya mengiris bawang saja.
" Ternyata bawang lebih jahat dari Reyna! baru dua menit sudah membuat ku menangis" dengus Fandy sambil terisak
" Haha, kau nikmati saja, toh itu keinginan anak kamu kan" ucap Adnan
" Untung saja, mereka tidak menyuruh kita untuk memasak sambil memakai bikini!" celetuk Daniel
" Kau saja yang memakai nya! aku tidak akan mau " jawab Fandy sambil tertawa
" bukan kah kau punya bikini, dengan mereka ternama!" celoteh Adnan
" Hei, jangan bongkar kartu! aku malu." ucap Fandy sambil tertawa dan memperagakan gerakan gemulai nya.
" Hei, lebih baik lanjut lagi, kalau tidak! nyonya rumah akan marah." ucap Daniel
Mereka pun melanjutkan kembali, dan berbagi tugas masing-masing, Daniel menggoreng ayam , sedangkan Adnan membuat sayur sop, serta Fandy yang membuat sambal nya, semua nya sudah menjadi keputusan bersama.
untung saja Adnan dan kedua sahabat nya di bekali tahap-tahap memasak oleh chef cantik, yang mereka tonton di youtobe meskipun sulit, tapi kalau di lakukan bersamaan semua nya akan terasa jauh lebih indah.
mereka menikmati hari libur secara bersama-sama sebelum mulai beraktivitas kembali bahkan memulai pekerjaan mereka sebagai Dokter di rumah sakit, yang sudah tiga tahun belakangan ini mereka jalani.
" Ayam goreng ala chef Daniel telah siap!" ucap Daniel sambil memperlihatkan ayam goreng buatan nya yang nampak berubah warna menjadi lebih gelap.
Adnan dan Fandy pun saling bertukar pandang, sesekali mereka tertawa karena melihat ayam goreng yang sudah seperti ayam bakar saja, warna nya hitam dan gelap seperti arang.
Apa ayam goreng itu enak? atau mungkin akan menjadi recun untuk istri ku ..
" Haaaa gosong!" ucap Adnan dan Fandy yang terkejut ketika melihat Ayam goreng buatan Daniel
" Tadi aku lupa, karena keasyikan menonton video chef cantik itu" ucap Daniel sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
" Tapi tenang saja, mereka tidak akan mengetahui nya, karena aku sudah menaruh bagian daging yang gosong di bawah nya" sambung nya lagi
" Haha, kau tidak cocok untuk menjadi seorang chef, sudah lah jadi Dokter saja!" ucap Adnan sambil tertawa
" Haha, tidak usah menjadi chef, yang ada seluruh restoran turup!" dengus Fandy
Sementara Adnan kembali mengaduk sayur sop, yang sedari tadi ia masak, namun ia lupa menaburkan garam, melainkan gula pasir yang kini ia bubuhkan di atas nya.
Kesulitan terbesar memang, untuk membedakan antara gula dan garam, namun Adnan nampak enjoy menjalani nya, yang terpenting tugas nya selesai.
" Bagaimana rasa nya?" ucap Adnan ketika menyuruh Daniel dan Fandy untuk mencoba hasil masakan nya.
Daniel dan Fandy pun mengambil sendok dari rak , dan mencoba sayur sop hasil tangan Adnan, namun bukan rasa enak yang mereka rasakan melainkan rasa manis yang berlebihan bahkan membuat Daniel dan Fandy hampir saja ingin membuang sayur itu dari mulut nya.
" Sayur apa ini ?" tanya Daniel
" Aku rasa ini sayur termanis yang pernah aku makan!" ucap Fandy
" Hei sembarangan, aku memasaknya penuh dengan cinta!" sahut Adnan bahkan ia sendiri belum mencoba nya.
" Lebih baik tidak usah banyak bicara, coba kau rasakan sendiri masakan mu itu!" ucap Daniel yang menyodorkan sendok ke arah Adnan , lalu Adnan mulai mencoba nya.
" Haha, bagaimana menurut mu!" ucap Daniel dan Fandy
Adnan pun segera memuntahkan nya ke tong sampah yang sudah tersedia, ia bahkan tidak menyangka kalau sayur sop yang ia masak dengan jerih payah nya, bahkan tidak enak sama sekali.
" Bagaimana bisa aku salah menaburkan garam ?" ucap Adnan nampak heran, ia bahkan tidak ingin mencoba nya lagi
" Haha, sudah lah jiwa kedokteran mu bahkan muncul ketika kamu masak! kamu bahkan tidak bisa membedakan garam dan gula!" ledek Fandy sambil tertawa
" Haha, lebih baik jadi dokter bedah saja, kau bahkan tidak bisa memasak!" dengus Daniel membalas ejekan Adnan
kemudian dengan penuh percaya diri, Fandy pun membawa satu piring sambel yang sudah berhasil ia buat dengan penuh cinta, meski mata nya sedikit perih akibat mengupas bawang merah.
" sambal terasi ala chef Fandy, di jamin enak!" ucap Fandy yang menyuruh Adnan dan Daniel untuk mencoba nya
" Aku sudah yakin, ini tidak enak! bahkan warna nya saja tidak terlihat seperti sambel " ucap Adnan
" Kau yakin? " ucap Daniel yang nampak heran juga
dengan rasa ragu, akhir nya Daniel dan Adnan pun mencoba sambal terasi buatan Fandy, yang nampak berwarna merah karena terlalu banyak cabai yang ia gunakan.
" Parah! kau mau membunuh istri mu." ucap Adnan setelah mencoba nya, karena sambal nya sangat pedas sekali
" Gila... ini sambal yang paling pedas yang pernah aku makan!" ucap Daniel sambil mengambil air putih karena ia kepedesan.
" Masa pedas? aku bahkan hanya menuangkan satu kilogram cabai saja!" ucap Fandy sambil menatap heran
" 1 kilogram? apa kau gila ?" ucap Daniel sambil melotot ke arah Fandy
Tak lama Aleyna beserta kedua sahabat nya pun datang, untuk memastikan kalau suami mereka benar-benar sedang memasak, karena mereka sudah tidak sabar ingin mencoba nya.
" Mas Adnan, apa kau sudah selesai membuat sayur nya?" tanya Aleyna sambil menghampiri Adnan
" Su.... sudah sayang!" jawab Adnan nampak ragu, dan kening nya berkeringat karena hawa panas ketika memasak, namun Aleyna langsung mengambil tisu dan mengelap keringat dari wajah Adnan
" Aku sudah tidak sabar ingin mencoba nya" sahut Aleyna, namun Adnan mencegah nya
" Jangan sayang, kau tunggu saja di meja makan,karena kami sudah menyediakan nya di sana" ucap Adnan yang menahan Aleyna untuk mencoba nya terlebih dahulu
" Baik, kalau gitu Aku dan Susan serta Reyna menunggu di ruang makan!" ucap Aleyna lalu menghampiri kedua sahabat nya yang sudah lebih dulu berada di ruang makan.
Reyna dan Aleyna beserta Susan pun sudah siap dengan piring mereka, namun suami mereka malah saling tatap dan sesekali bergidik ngeri karena masakan yang mereka masak tidak sesuai dengan keinginan mereka.
" Sayang, untuk apa berdiri di situ, ayo makan !" ajak Aleyna sambil menarik lengan Adnan untuk duduk di samping nya.
" Kak Daniel, ayo makan!" ajak Susan yang juga menyuruh Daniel untuk duduk di samping nya, begitu juga dengan Fandy yang duduk di samping Reyna
Aleyna pun mencicipi sayur sop hasil dari masakan suami nya sendiri, ia mengambil mangkuk dan menuangkan kan nya, ia meneguk kuah nya, namun Adnan masih terus memperhatikan nya dan menunggu jawaban dari Aleyna.
Aku tahu itu tidak enak, dan kau pasti akan mengatakannya......
" Enak sekali sup buatan kamu!" ucap Aleyna yang membuat Adnan melotot bahkan nampak tidak percaya.
" Sayang, tapi itu manis!" ucap Adnan yang nampak heran
" memang kenapa ? menurut ku sup ini lumayan enak, dan terimakasih telah memasak nya untuk ku !" ucap Aleyna sambil mengecup pipi Adnan .
" Hmm iya.... " ucap Adnan sambil tersenyum kecut bahkan ia nampak heran dengan Aleyna
Sementara Fandy juga nampak bingung karena Reyna melahap ayam yang di campuri sambal terasi buatan nya. padahal sambal nya sangat pedas sekali
" Kelinci, berhenti memakan nya. itu sangat pedas sekali, aku takut usus mu akan terluka atau bayi yang ada di dalam kandungan mu akan merasa panas!" ucap Fandy yang nampak bingung menghentikan Reyna.
Reyna sudah seperti orang yang tidak makan selama satu bulan.....
" Ini sambal terenak yang pernah aku makan! lain kali buatkan aku sambal seperti ini lagi." ucap Reyna sambil melahap nya.
Sementara Fandy kerepotan untuk menghentikan Reyna yang sudah kesetanan karena makan begitu lahap.
" Wah, kau hebat, aku suka bagian ayam yang hitam ini!" ucap Susan sambil mengelupas kulit ayam yang sudah gosong dan berwarna hitam
" Itu kan pahit!" ucap Daniel
" Tapi ini enak, ada rasa crispy nya !" ucap Susan sambil melahap nya.
Kemudian setelah selesai makan, Aleyna dan Adnan pun menghampiri Kedua anak kembar nya, yang sudah lama di tinggal karena sibuk memasak, di susul dengan Susan dan Daniel yang juga berteduh di area kolam renang, tinggal tersisa Reyna dan Fandy yang masih berada di ruang makan.
" kau tidak apa-apa?" tanya Fandy setelah Reyna menghabiskan dua piring nasi dan sambal buatan nya.
" Aku...... bahkan..... " Reyna tidak sempat melanjutkan ucapan nya karena tiba-tiba saja ia mengeluarkan gas yang amat kencang bahkan terdengar oleh Fandy yang berada di sebelah nya, Fandy nampak terkejut mendengar nya.
" hehehe... keceplosan!" ucap Reyna sambil cengengesan , Fandy merangkul Reyna, ia bahkan bahagia melihat Reyna seperti ini.
Fandy pun geleng-geleng kepala saja, ia nampak heran dengan Reyna yang dulu Jaim tapi sekarang ia bahkan tidak tahu malu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Mentang" author ngga up kalian ngga mau ngevote nih cerita nya,
Et...
ini author up kok, kalian tinggal baca like komen, dan Vote**
wkwk