My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Baju yang tertukar



Murid kelas X Ipa 2 sudah berhamburan ke lapangan, mereka sudah memakai seragam olahraga berwarna biru, sementara Rangga dan Elea masih sibuk untuk mengganti pakaian di toilet.


Rangga tidak menyadari kalau ia salah membawa tas milik nya, yang ia bawa adalah tas milik Elea, ntah apa yang ada di dalam pikiran Rangga sampai ia begitu lupa dengan tas nya sendiri.


Rangga membuka tas ransel berwarna hitam, namun ketika ia sudah membuka tas ransel itu, Rangga begitu terkejut ketika melihat isi di dalam tas tersebut, Rangga mulai mengeluarkan isi yang ada di dalam tas itu satu persatu.


Isi dari tas ransel berwarna hitam itu adalah baju olahraga dengan celana pendek dan juga ada beberapa pembalut dan juga sisir beserta lipstik, namun buku yang ada di tas itu hanya beberapa saja tidak terlalu banyak.


Rangga menepuk jidat, karena terbakar api cemburu ketika Juno mulai mendekati Elea sampai Rangga melupakan tas milik nya sendiri.


" Aku yakin, ini tas milik gadis pecicilan itu!" Rangga mendengus kesal , sementara ia tidak memiliki waktu untuk berlama-lama di dalam toilet karen sebentar lagi pelajaran olahraga akan segera di mulai, dan Rangga tidak ingin melewati pelajaran di jam kedua tersebut, apalagi ia sudah meninggalkan kelas matematika.


Terpaksa, Rangga memakai baju olahraga milik Elea, meski sangat sempit karena tubuh Elea yang mungil berbeda dengan tubuh Rangga yang tinggi.


" Aku bisa mencium wangi nya kamu" ucap Rangga sambil mencium aroma parfum di baju olahraga milik Elea.


"Sialan, mengapa ini semua terjadi! " dengus Rangga, ia memakai baju olahraga yang begitu ketat dan dengan celana panjang. Rangga sudah memastikan semua teman sekelas akan mentertawakan nya.


Setelah selesai, Rangga langsung merapihkan kembali isi di dalam tas tersebut, ia tidak ingin Elea marah apalagi ia sudah mengetahui isi di dalam tas nya. Rangga lamgsung bergegas menuju lapangan karena sudah terdengar bunyi peluit dari Pak Ruri.


Sementara Elea baru saja pergi ke toilet, ia mulai membuka tas hitam tersebut, sama dengan Rangga, Elea begitu terkejut ketika mengetahui isi di dalam tas nya.


" Ini bukan tas milik ku!"


Elea membuka satu persatu barang-barang yang ada di dalam ransel hitam tersebut, dan ternyata tas itu milik Rangga.


Elea mulai menyadari kalau ia menaruh tas di meja yang sama ketika ia dan Rangga di hukum oleh Bu Monica.


" Arghhh.... Rangga!"


Elea berteriak sangat kencang, untuk mengeluarkan semua emosi dan kekesalan nya, ia tidak menyangka dengan kejadian seperti ini, bisa-bisa nya Rangga maupun Elea tidak mengenal tas nya masing-masing.


" Celana dalam? untuk apa dia membawa nya?" gerutu Elea saat membuka isi ransel milik Rangga.


Elea begitu terkejut, ia langsung menaruh kembali celana dalam tersebut dan menutup nya secara rapat-rapat.


Bunyi peluit sangat kencang yang di tiupkan oleh Pak Ruri, selaku guru di bidang olahraga pertanda olahraga akan segera di mulai sementara Elea masih di dalam toilet, ia merenung, bahkan bimbang.


Tidak mungkin, Elea memakai baju olahraga milik Rangga, karena baju itu sangat besar bahkan mampu menutupi tubuh kecil Elea. ingin rasanya, Elea menumpahkan semua kekesalan nya kepada Rangga.


Dengan cara apalagi, kalau tidak ikut di pelajaran kedua, bisa-bisa absensi Elea jelek bahkan Daddy sudah mengancam Elea untuk mengambil kembali mobil yang Daddy berikan kalau saja Elea sering bolos.


" kalau bukan si kuning, impianku! Aku tidak akan sudi memakai baju milik manusia kulkas ini! " Sambil memakai baju olahraga milik Rangga, Elea masih terus melontarkan kata-kata untuk Rangga, ia masih kesal.


Elea mencium wangi parfum yang begitu segar dan membuat Elea begitu nyaman akan wangi seorang Rangga.


Kalau saja Rangga, cowok yang super romantis dan juga perhatian kepada Elea, mungkin saja Elea tidak akan membenci Rangga, tapi malah kebalikannya.


Rangga cowok yang kaku, dingin dan juga jutek, yang jauh dari tipekal cowok idaman Elea.


~


Murid kelas 10 IPA 2 telah berbaris di lapangan, mereka sedang melakukan stretching atau pemanasan sebelum melakukan olahraga agar terhindar dari cedera.


Elea berjalan perlahan sambil menggulung celana yang begitu panjang menutupi kaki nya, ia mengendap memasuki barisan paling belakang.


Kiara maupun Karin mengetahui kedatangan Elea, bahkan mereka menyuru Elea untuk baris mendekati mereka.


" Dari mana saja el?" tanya Karin sambil mundur dua langkah agar barisan nya sejajar dengan Elea.


" Aku telat dan Bu Monic menghukum ku!" ucap Elea


" Hahaha, baju siapa yang kamu pakai?" tanya Kiara sambil tertawa secara perlahan karena baju yang di pakai Elea hampir menutupi tubuh mungil nya.


" Ah, udah deh ! jangan meledekku! ini semua gara-gara Rangga, aku tidak akan memaafkannya."


Elea mencari keberadaan Rangga, dan kedua bola matanya terfokus di barisan ke empat, di mana Rangga sedang berdiri melakukan pemanasan, dan Elea melihat baju yang Rangga pakai begitu sempit sampai memperlihatkan sebagian pusarnya kalau saja Rangga mengangkat kedua lengan nya ke atas.


" Jadi baju yang kamu pakai milik Rangga?" ucap Karin sambil berteriak sampai semua murid dan Pak Ruri pun menengok ke arah mereka.


" Rin, aku bilang diam! "


" Maaf! aku speechless"


Pak Ruri menghampiri mereka, bahkan Pak Ruri menyuruh Elea dan juga Karin maupun Kiara untuk maju kedepan dan menggantikan posisi Pak Ruri untuk membimbing pemanasan atau stretching.


" Kalian ini saya perhatikan dari tadi mengobrol terus!" gertak Pak Ruri


Elea hanya terdiam, dan Kiara maupun Karin hanya bisa diam.


" Maaf Pak!" sahut Karin yang merasa bersalah karen ia tidak bisa mengontrol ucapan nya.


" kalian semua maju ke depan dan menggantikan saya sebagai guru, saya tidak ingin ada murid yang mengobrol ketika sedang melakukan pemanasan" ucap Pak Ruri yang begitu marah.


Akhirnya Elea , Karin dan juga Kiara maju kedepan untuk membimbing stretching. Untung saja mereka pernah ikut olahraga basket jadi mudah bagi mereka untuk melakukan nya.


Kedua bola mata Elea masih tertuju kepada Rangga, kalau saja kelas ini sepi mungkin Elea akan menerkam Rangga sekarang juga.


Rangga pura-pura tidak melihat ke arah Elea dan itu membuat Elea begitu kesal bahkan kekesalan nya berlipat ganda.


" Dasar Rangga! awas saja , aku tidak akan tinggal diam" .


Setelah hampir dua jam, bel istirahat pun berbunyi Elea beserta kedua sahabat nya mencari keberadaan Rangga, kebetulan setelah olahraga selesai Elea tidak melihat Rangga sama sekali.


Akhirnya Elea memutuskan untuk pergi ke kantin karena perut nya sudah mulai lapar, padahal momy mengingatkan Elea untuk tidak makan sembarangan, tapi Elea bahkan tidak menggubris nya sama sekali.


" Kayak nya kamu dan Rangga emang beneran jodoh deh." sahut Karin sambil tertawa, Elea menatap sinis ke arah karin.


" Amit-amit deh! jangan sampai. aku nggak mau punya jodoh kaku kayak Rangga!" jawab Elea sambil tertawa.


" Kalau aku jadi kamu sih, justru beruntung banget di deketin cowok-cowok ganteng kayak Rangga atau kak juno. " ucap Karin lagi


" Nanti sore, Kak Juno mengajakku kencan, kalian bisa kan main ke rumah ?" tanya Elea yang meminta persetujuan kedua sahabatnya.


" Hah? serius demi apa?" ucap Kiara yang begitu terkejut.


" Aku serius kok!"


" kalau gitu, kamu harus dandan secantik mungkin el, kapan lagi bisa jalan bareng kakak kelas tampan dan nge-hits kayak kak juno. cieeee!" ucap Karin sambil menegur tubuh Elea.


" Yasudah nanti sore aku dan Karin main ke rumah kamu " ucap Kiara yang begitu penasaran.


Setelah itu, mereka pun sampai di kantin dan memesan beberapa makanan untuk makan siang dan juga minuman Boba favorit mereka. Sampai Ibu Kantin pun sudah hafal menu favorit mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai author update lagi, btw pengumuman Giveaway akan di umumkan pemenang nya tanggal 14 Juni 2020.


So staytune di Instagram author


Raindu9721