My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kembali nya Kamu



" Fandy !!! " Ucap Reyna yang terus mengejar Fandy sampai ia terjatuh . Ia tidak perduli dengan tanggapan orang lain yang memperhatikan nya .


" Jangan tinggalkan Aku Fandy ! Aku mencintai mu, Bukan kah kau bilang Akan memperjuangkan cinta kita " Ucap Reyna sambil menangis dan tubuh nya terkulai lemas


" Fandy !!! " teriak Reyna tetapi Fandy meninggalkan nya Sendiri di Cafe itu .


Reyna tak kuasa menahan diri, Air mata nya yang deras membasahi pipi nya, Ia tidak membayangkan Akan berpisah dengan Orang yang ia sayang . Sungguh menyakitkan .


Tiba tiba Saja Ada seseorang berperawakan Besar menghampiri Reyna yang tengah terkulai lemas di parkiran Cafe 88, Dan Orang itu melambaikan Tangan nya . Seketika ia membangunkan Reyna dan Reyna menatap nya dari bawah kaki sampai ke Atas kepala, Reyna tidak ingat namun Reyna tidak Asing dengan orang itu . Orang itu memandang ke Arah Reyna .


" bangun Reyna " Ucap Seseorang itu yang memakai kacamata dengan stylan Jas hitam rapih . Seperti nya ia memang pegawai kantoran


Reyna terperangah ketika bangun dan orang itu membuka kacamata hitam nya. Ia terkejut melihat seseorang di balik kacamata nya


" Kak Rey " Ucap Reyna begitu terkejut ketika melihat ke Arah lelaki Tampan tersebut


lelaki itu Adalah Reyhan, Tetangga dekat Reyna sewaktu Dulu, Reyhan sendiri sudah mengganggap Reyna sebagai Adik nya karena sewaktu kecil mereka sering bermain bersama bahkan Reyhan sudah lama pindah rumah ketika orang tua nya mempunyai Bisnis besar di negri kangoroo, Setelah hampir 10 tahun lama nya, Reyhan kembali ke Indonesia untuk menemui Reyna karena janji nya dulu .Sejak kecil Reyna selalu ingin ditemani di kala orang tua nya sedang ada bisnis di luar kota bahkan Reyhan sendiri sangat menyayangi Reyna . Bukti nya ia kembali ke Indonesia hanya untuk Menemui Reyna.


" Kak Reyhan " Ucap Reyna lagi begitu terkejut dan memeluk Rey begitu kencang


" Untung kau masih mengenali ku " Ucap Reyhan dengan wajah blasteran nya.


" Maaf kak " Ucap singkat Reyna


" Aku sudah melihat semua nya . Kayak nya gadis kecil ku ini Sudah besar ya, Dan sudah merasakan patah hati " Ledek Reyhan sambil mencubit hidung Reyna


" Kak Rey .. Aku bukan gadis kecil yang kuat . Seperti apa yang kamu bayangkan " Ucap Reyna sambil terus menangis.


" Tenang . Ada kak Rey disini yang selalu menjaga mu . Kak Rey akan membantu mu menyelesaikan semua masalah mu " Ucap Reyhan dengan penuh kasih sayang


" Terimakasih kak rey, Sudah mau datang menemui ku, Setidak nya aku lebih tenang kalau Kak Rey ada di sisi ku " Ucap reyna sambil memeluk kakak angkat nya itu yang sudah lama tidak ia temui .


" Aku antarkan kamu pulang ya " Ucap Kak Reyhan lalu mengajak Reyna ke dalam mobil nya


" Aku yakin Lelaki yang bersamamu masih menyayangi mu, Kalau pun aku suruh memilih Ya mungkin aku akan bersikap seperti itu . Namun Sikap dia yang tidak bertanggung jawab . Mengambil keputusan sendiri bahkan menelantarkan mu .Rasa nya aku sangat ingin marah ketika melihat mu di acuhkan seperti itu " Ucap Reyhan sambil menatap ke Arah Reyna


" Iya kak . Aku lagi malas membicarakan masalah itu . mungkin kalau tidak Ada kak Reyhan Aku akan langsung pergi ke dunia malam lagi kak " Ucap Reyna kini air mata nya tak lagi deras


" Jangan coba coba Ya . Kak Rey ngga suka kamu kaya gitu " Ucap Reyhan


" Tapi aku sering kak . Bahkan sehabis minum alkohol. aku langsung lupa dengan semua masalah ku " Ucap Reyna


" Untuk kali ini dan seterus nya jangan kau harap aku bisa mengizinkan mu pergi ke Club malam " Ucap Tegas Reyhan dengan penuh Ancaman


" Aku tidak janji kak Rey, Sedangkan pikiran ku sedang kacau " Ucap Reyna sambil cemberut


" Karena kau masih mencintai nya kan ?" Tanya Reyhan


" Iya kak . Bagaimana mungkin aku bisa melupakan seseorang seperti dr. Fandy " Ucap Reyna sambil menekukan wajah nya


" Jadi dia Dokter ? aku kira anak berandalan "Ucap Reyhan sambil tertawa


" Jangan gitu loh kak . Bagaimana pun dia orang yang ada dalam hati ku Meskipun mulai detik ini dia.bukan lagi kekasih ku " Ucap Reyna tak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi


" Sudah tidak perlu mengingat nya, Aku kan Ada di sini . menemani mu " Ucap Reyhan sambil mengelus Rambut Reyna dengan penuh kasih sayang


Begitu lah Reyhan, Sikap nya sangat penyayang walau umur nya sudah 30 tahun tapi dia enggan menikah, padahal dia salah satu CEO di perusahaan Mahendra Group yang terkenal dengan kesuksesan nya namun Reyna sendiri heran mengapa kakak Angkat nya ini tak kunjung menikah, Apa jangan jangan dia tidak menyukai wanita?


Ah rasa nya tidak mungkin, kalau saja reyna bukan adik angkat nya, Ia sudah mendekati nya duluan .


*


*


# Rumah Aleyna


Kali ini, Aleyna merasakan sakit perut yang amat sakit, Padahal usia kandungan nya baru menginjak ke 5 bulan . Sebenarnya Ada apa dengan Aleyna ? Setelah ia mendengar bahwa Fandy memutuskan hubungan nya dengan Reyna, Aleyna sendiri shock mendengar cerita Susan, Dan ia benar benar telah menyesal menjodohkan Reyhan dengan Fandy kalau saja Fandy akan menyakiti hati Reyna ia tidak akan mau menjodohkan Reyna dengan Fandy . Kalau pun nanti Fandy meminta nya untuk mendekati Reyna lagi maka Tak segan, Aleyna sendiri yang akan menyuruh Fandy untuk menjauhi Reyna .


" Mas perut ku sakit " Ucap Aleyna sambil memegangi perut nya.


" Yaudah kita ke kamar aja , Kamu jangan terlalu banyak pikiran sayang " Ucap Adnan kepada istri nya . Ia menuntun Aleyna menuju kamar.


Tak lama Aleyna membaringkan Tubuh nya, Ntah perut ia sakit tiba tiba saja . Apa ini pertanda Aleyna mau melahirkan ? Ah tidak ! Bisa jadi Aleyna hanya kecapean saja .


" Istirahat Sayang . Aku ngga mau kamu dan Calon anak kita kenapa napa " Ucap Adnan dengan penuh kekhawatiran


" Mas, Kok bisa sih Fandy sebajingan itu " Ucap Aleyna dengan kesal nya


" Jangan bicara seperti itu sayang, Fandy memang sangat menyayangi ibu nya mungkin dia shock mendengar kalau ibu nya Sakit " Ucap Adnan sambil mengelus perut aleyna .


" Ya tapi jangan sampai putus juga kali . Dasar Fandy emang ******** mas . Untung kamu nggak " Ucap Aleyna dengan penuh kekesalan


" Nanti aku akan bicara baik baik dengan Fandy " Ucap Adnan


" dede kembar lagi pengen nonjok orang daddy " Ucap Aleyna menirukan Suara anak kecil


" Kalau gitu tonjok daddy aja " Ucap adnan sambil tertawa


Dan Aleyna melayangkan kepalan Tangan nya yang siap menghadang Adnan .


" Sayang kok beneran Aku mau di Tonjok juga " Ucap Adnan sambil mengangkat alis nya


" Cupp ... "


Satu kecupan melayang di Pipi Kiri Adnan,


" Aku nonjok nya pake bibir kok Mas " Ucap Aleyna dengan sangat polos nya


" sekarang mommy kamu mulai genit yah " Ledek Adnan sambil mencubit kedua pipi Chubby Aleyna bahkan Badan Aleyna bertambah gemuk dengan perut nya yang buncit .


" Sekarang Mas ngga pernah nyentuh Aku ! padahal aku kangen " Ucap Aleyna sambil cemberut


" dua hari yang lalu Mas ngajakin kamu , Tapi kamu malah tidur " Ucap Adnan yang duduk di samping Aleyna


" Kan bisa bangunin Aku dulu, Jangan jangan kamu punya wanita simpanan lain Ya mas?" Ucap Aleyna sambil menunjuk wajah Adnan


" Maka nya jangan suka pelit ngasih jatah ke Mas " Ucap Adnan sambil tertawa


" Yaudah sekarang kalau mau .Aku bikin kamu lemes nih " Ucap Aleyna sambil tertawa menggoda suami nya itu


Adnan langsung mencium Aleyna dengan sangat Ganas bahkan Ia tidak memberi ruang Aleyna untuk bernafas . Aleyna mendorong tubuh Adnan yang membuat nya susah bernafas Ia memang sangat merindukan Aleyna .


Setelah baju Adnan terbuka, Nampak lah Dada bidang Adnan dengan di Tumbui rambut rambut kecil nan seksi


" Kau semakin seksi " Ucap Adnan dengan sangat menggoda walaupun Istri nya Sedang hamil besar


" Mas .... " desah Aleyna


tiba tiba saja Pintu kamar nya terbuka, Adnan langsung menarik selimut dan menutupi Tubuh Aleyna dengan selimut, Sementara Adnan langsung mengambil celana dan memakai nya . Serta baju dan bergegas menuju pintu kamarnya.


" Mas siapa ? " Ucap Aleyna yang panik


" Kamu disitu saja " Ucap Adnan lalu bergegas membukakan pintu


GAWAT !


Mengapa ia bisa lupa kalau pintu nya belum terkunci .


Ia langsung menuju keluar mencari tahu siapa yang berani membuka pintu kamar nya, Lalu munculah seseorang bernama Bunda Widya selaku Ibunda Adnan yang ingin menjenguk Aleyna dan membawa beberapa buah buahan untuk menantu kesayangan nya .


" Bunda " Ucap Adnan dengan sangat terkejut


" Aleyna mana ?" Ucap Bunda widya dengan penuh kerinduan


" sedang tidur mah " Ucap Adnan sambil menggaruk Kepala nya yang tidak gatal


Bunda Widya tersenyum dan Berdehem ketika melihat leher adnan yang merah penuh dengan Tanda kissmark dari Aleyna


" Maaf Bunda telah mengganggu mu, Kalau gitu Bunda tunggu di Ruang makan . " Ucap Bunda Widya sambil bergegas menuju Ruang makan


Adnan pun berlari ke Kamar dan mendapati Aleyna sudah memakai baju dengan sangat rapih . Bahkan Ia belum menyelesaikan nya .


" Sayang kok udah dipake baju nya " Ucap Adnan dengan penuh kekesalan


" di lanjut nanti aja ya . Aku tadi denger suara Bunda " Ucap Aleyna


" Udah terlanjur nih sayang . Ayo lah " Ucap Adnan sambil merengek


" Nanti malam aja . Aku mau nemuin Bunda " Ucap aleyna sambil beranjak pergi


" Gagal lagi " Ucap Adnan sambil cemberut


Aleyna hanya tersenyum ke Arah Adnan dan meninggalkan Adnan dengan wajah cemberut nya . Bukan salah Aleyna kan ? karena Mertua nya datang ?


Akan ada Cerita menarik Antara Adnan dan Aleyna


Fandy dan Reyna


beserta susan dan Daniel


Nantikan terus cerita nya 😁😁


komen dong