My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kencan buta 2



ini adalah kencan pertama bagi Elea, apalagi ia akan berkencan dengan cowok yang ia sukai, yaitu Juno.


cowok yang cukup populer dan menjadi incaran banyak wanita di sekolah, dan kebanggaan tersendiri bagi Elea karena ia bisa kencan dengan Juno, meski juno belum pernah mengatakan perasaannya, tapi Elea yakin kalau ia bisa mencuri hati juno.


Elea berdiri di depan cermin, cermin yang terpampang di kamar Karin kebetulan Elea sengaja memilih bermain ke rumah Karin untuk menghindari ocehan Alvin, karena kalau sampai Alvin mengetahui Elea kencan dengan Juno, bisa saja Alvin akan melarang Elea untuk tidak mendekati Juno lagi.


Itu yang Elea takutkan, untung saja Karin dan Kiara begitu baik, bahkan mereka membantu kencan pertama kali untuk Elea.


" Kayak nya kamu bakalan menjadi wanita paling bahagia deh malam ini" ucap Karin seraya menyisir rambut Elea.


" Aku nggak bisa membayangkan, bagaimana tampan nya kak Juno" ucap Elea


Kiara membantu merias wajah Elea, kebetulan Kiara memang sangat pintar dalam urusan tata rias, kecuali Elea yang bahkan tidak pernah mengenakan make up, Elea hanya menggunakan pelembab bibir saja dan sedikit moisturizer untuk melembabkan wajah nya.


" Aku yakin, kak juno akan menyukai mu. " ucap Kiara, meski perasaannya hancur tapi Kiara tidak ingin membuat keceriaan di wajah Elea berubah menjadi kesedihan kalau saja ia mengakui tentang perasaan nya kepada kak juno.


" Kalian begitu baik, aku bangga mempunyai sahabat seperti kalian" ucap Elea yang merasa terharu, karena kedua sahabatnya sangat membantu elea.


Tidak ada kata yang bisa Elea ungkapkan, ia begitu bahagia. Elea sudah siap dengan mengenakan baju milik karin yaitu kaos pendek berwarna hitam dengan dipadukan oleh celana jeans panjang, meski sedikit menutupi area kaki nya karena tubuh Elea begitu mungil di banding dengan tubuh Karin yang tinggi semampai.


Suara telepone dari tas Elea pun berbunyi, ia segera mengambil benda pipih dari dalam tas nya, di lihatnya nomor yang menelpon dan ternyata itu berasal dari nomor kak juno.


Elea dengan sumringah, langsung mengangkat telepon tersebut.


" Halo kak! " ucap nya dalam sambungan telepone.


Namun, suara dari arah Juno pun tidak terdengar jelas oleh Elea.


" Halo kak!"


" Kak Juno!"


" Nggak ada suara kak!"


Elea nampak khawatir, ia takut terjadi apa-apa dengan Juno, bahkan ia begitu memikirkan keadaan Juno.


" el ada apa?" ucap Karin yang menghampiri elea.


" Kak juno baru saja menelponku, tapi suara nya tidak jelas!" keluh Elea


" Coba kamu kirim pesan?" ucap Kiara.


" Aku takut terjadi apa-apa dengan Kak juno, Yatuhan.... Bagaimana ini?" ucap nya.


Elea sibuk mengirimkan pesan kepada juno, ia takut hal buruk terjadi dengan nya, namun selang beberapa menit , Juno pun akhirnya mengirimkan sebuah pesan singkat, Juno menyuruh Elea untuk datang ke Cafe 88 yang terletak sangat jauh dari arah rumah Karin.


" Kak juno tidak bisa menjemput ku." ucap Elea begitu sedih ketika mendapat pesan singkat dari Juno.


" Kalian kan mau kencan? bagaimana bisa seorang cewek yang menemui cowok?" ucap Karin begitu heran dengan Juno.


" Tidak apa-apa, aku akan menghampiri kak juno sekarang juga!" ucap Elea yang beranjak mengambil tas kecil di nakas Karin.


" Tunggu el, biar aku yang mengantarkan mu!" ucap Karin yang mencegah elea.


" lagi pula Cafe 88 itu jauh" sahut Kiara


" Tidak usah, aku terlalu merepotkan kalian aku pesan taxi saja" ucap Elea sambil bergegas, di ikuti oleh Karin dan juga kiara.


" hati-hati yah el, semoga berhasil!" ucap Karin sambil memeluk elea.


" Jangan lupa kabari kita kalau ada apa-apa" ucap Kiara yang juga memeluk Elea.


Tak lama, taxi online yang di pesan oleh Elea pun datang di depan rumah Karin, Elea pamit kepada kedua sahabatnya, kebetulan rumah karin sangat sepi karena kedua orangtua Karin sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaan.


" aku berangkat dulu!" ucap Elea sambil melambaikan tangan.


Taxi itu melaju sangat cepat meninggalkan perkarangan rumah Karin, dengan penuh rasa khawatir dan juga rasa bahagia serta penuh dengan tanda tanya.


Ini memang pengalaman kencan yang pertama kali untuk Elea, akan tetapi tidak seindah di dalam bayangannya, karena selama ini Elea memimpikan kencan dengan seorang lelaki yang amat ia cintai, bahkan lelaki itu menjemputnya bak seorang putri dan menyambutnya bahkan memuji kecantikannya akan tetapi, mimpi dan kenyataan tidak sejalan, Elea mencoba memahami Juno.


***


Dengan penuh rasa khawatir, dan bingung apa yang harus ia lakukan, akhirnya Rangga memutuskan untuk mengikuti Juno, apalagi Rangga mendengar sedikit bocoran kalau Elea akan kencan dengan Juno.


Juno pergi untuk mengantar kan kakak kelas yang baru saja menemani dia di Kedai Baperin, kemudian Rangga masih tetap fokus mengikuti Juno, meski Juno sangat jauh jarak nya karena ia menggunakan motor tapi, kepintaran Rangga dalam mengendarai mobil sport nya mampu mengejar Juno.


Rangga sengaja mematikan ponsel, kebetulan Rangga sudah memberi kabar kalau ia akan bermain ke rumah Alvin namun nyatanya Rangga malah kebut-kebutan di jalan untuk menguntit Juno.


" Aku tidak akan membiarkan kamu, menyakiti Elea!"


Rangga mulai menekan gas, dan mengendarai mobil nya melintasi mobil lain karena Juno begitu cepat.


CAFE 88


Jalan Cinta, nomor 14


Taxi yang di tumpangi Elea pun sudah berhenti di cafe 88, cafe ini nampak sederhana namun cukup nyaman karena di penuhi oleh lampu-lampu dan juga tempat nongkrong yang dekat dengan danau, di tambah suasana yang hijau dan jauh dari kebisingan kota.


" kencan pertama, dengan kak juno! Ternyata rasanya kencan seperti ini...."


Elea tersenyum bahagia sambil menatap cafe 88, ia segera memasuki area cafe dan duduk di bangku yang sudah di pesan oleh Juno.


Pelayan cafe menyambut kedatangan Elea dan menyuruh Elea untuk menunggu di meja nomor 21, meja yang dekat dengan Danau dan di hiasi oleh lampu yang berkilau.


" Nona Elea?" ucap pelayan itu.


" Iya?" sahut Elea yang nampak terkejut.


" Silahkan duduk, ada yang ingin di pesan terlebih dahulu?" ucap nya.


" Nanti saja... " ucap Elea.


" Kalau butuh sesuatu, panggil saja kak!" ucap nya dengan ramah. Elea hanya mengangguk dan sedikit membalas senyuman untuk pelayan cafe itu.


Elea mengambil benda pipih dari dalam tas nya, ia hendak membuka pesan takutnya Kak juno mengabari nya, akan tetapi Kak juno tidak mengabari sama sekali, elea nampak bosan karena hampir sepuluh menit kak juno belum datang juga, ia menatap ke arah kanan dan ke arah kiri untuk memastikan kedatangan juno, tapi tetap saja juno belum juga datang.


Selang beberapa menit, Juno pun memarkirkan motor nya di depan cafe 88, tanpa ia sadari kalau Rangga mengikuti nya dari belakang.


Rangga nampak heran, wanita manalagi yang kencan dengan seorang fakboi seperti juno, namun seolah tuhan memberikan petunjuk untuk Rangga.


kedua bola mata Rangga begitu terbelakak, ketika ia melihat wajah cantik dan manis yang tengah duduk di dalam cafe , kebetulan Elea duduk di dekat danau.


Wajah cantik yang selalu ada di dalam pikiran Rangga, dan sudah beberapa hari menghantui Rangga, tak lain adalah Elea.


" Elea?" ucap Rangga sambil mengucek kedua bola mata nya, seolah Rangga tidak percaya.


Rangga bahkan tidak menyangka kalau Elea benar- benar akan berkencan dengan Juno, untung saja Rangga mengikuti kemana arah Juno, dan memang kebetulan, tuhan mentakdirkan Rangga untuk bertemu dengan Elea, di tempat yang sama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nah loh, penasaran kan?


Komen dong yang banyak, kalau perlu Like juga, eh Vote juga dong.


biar author semangat yah :)