
Pagi sekali Elea bangun dari tidurnya, ia sudah tidak sabar ingin bertemu Rangga disekolah, Elea ingin menceritakan semua mimpi buruknya, karena kalau disampaikan lewat pesan mungkin tidak akan ada habisnya.
Padahal baru satu hari tidak bertemu, tapi Elea sudah sangat merindukan Rangga. Apalagi disaat Rangga muncul dalam mimpi nya.
Ntah kenapa, hari ini Elea begitu berubah, ia sengaja dandan dan menggerai rambutnya, ia memoleskan lip balm, agar bibirnya terlihat lebih lebih lembap, dan ia memakai sedikit bedak tabur agar wajahnya tidak kelihatan muka bantalnya.
Elea duduk didepan cermin, sambil membayangkan wajah Rangga, Elea bahkan ingin sekali mendapat pujian dari Rangga, karena ini kali pertama Elea berdandan ke sekolah, karena sebelumnya Elea tidak pernah memakai apapun di wajahnya.
" Elea kamu hari ini cantik!" Batin Elea sambil tertawa. Dan sekali-kali tersenyum. Ia berharap Rangga akan memuji nya.
Tak lupa Elea menyemprotkan minyak wangi beraroma buah leci yang begitu menyegarkan, sebenarnya Momy Aleyna sudah menyiapkan perlengkapan makeup, kesehatan kulit, pewangi tubuh di kamar Elea,namun baru kali ini ia mulai menyentuh nya.
Elea mau berubah menjadi seorang wanita impian Rangga, cantik dan wangi. Tapi, bukan berarti Elea bau. Meski tanpa Minyak wangi, tubuh Elea wangi bagaikan bunga mawar.
" Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Rangga!" Ucap Elea yang sudah siap, lalu mengambil tas dan turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya maupun Kakak nya.
Elea berjalan menuju ruang makan, namun tiba-tiba saja ia mendengar secuil obrolan antara Momy dan Daddy yang begitu serius.
" Jadi mereka pergi hari ini?" Ucap Aleyna yang begitu serius
" Aku tidak tahu, bisa hari ini atau kemungkinan besok, karena semua itu atas persetujuan Rangga." Ucap Adnan
Elea nampak tercengang, ia bahkan terkejut ketika Daddy menyebut nama Rangga.
" apa yang Daddy maksud Rangga? Rangga kekasihku? Atau Rangga yang lain?"
Pertanyaan itu mulai muncul di dalam diri Elea, namun ia tidak ingin terlalu menghiraukannya, Elea tidak ingin merusak mood nya pagi hari ini, yang begitu senang.
Elea tidak ingin cemberut kalau bertemu Rangga nanti, mungkin saja Rangga yang Daddy maksud bukanlah Rangga kekasihnya, Elea masa bodo, yang terpenting dalam pikirannya ia hanya ingin segera menyelesaikan sarapan pagi dan segera sampai ke sekolah.
" Selamat pagi Momy dan Daddy...." Sapa Elea dengan sangat ceria.
Tiba-tiba saja Alvin datang, dan duduk di samping Elea.
" Selamat pagi Kakak ganteng.... " Sapa Elea.
" Kayaknya ada yang lagi bahagia banget!" Sindir Adnan kepada anak perawannya itu.
" Iya dong, Daddy nggak lihat, Elea sengaja dandan pagi ini!" Ucap Elea sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Pantas saja, anak daddy semakin cantik!" Ucap Adnan sambil mengelus rambut Elea.
" Begitu lah kalau sudah mempunyai pacar!" Sindir Alvin sambil melirik ke arah Elea.
" Anak momy sudah pacaran?" Ucap Aleyna yang begitu terkejut
" Apaan sih , Kak Alvin ...." Ucap Elea yang tersipu malu.
" Siapa pacarnya? Kalau memang ingin memacari anak Daddy, harus berhadapan dulu sama Daddy!" Ucap Adnan yang begitu tegas.
Elea mempercepat makannya, ia segera mengambil tas lalu pamit untuk berangkat ke sekolah. Dengan sangat tergesa-gesa, Elea tidak bisa menahan rasa malu, kalau saja Daddy tahu Rangga anak dokter Fandy adalah kekasihnya.
" kalau gitu, Elea berangkat duluan yah " ucap Elea sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
" Masih pagi banget loh, tunggu kakak Alvin dulu el..." Teriak momy, tapi Elea malah terus berlari
" Mungkin Elea tidak mau terlambat mom, biarkan saja!" Sahut Adnan sambil menatap kepergian Elea.
Tak lama Alvin menyusul elea, dan mereka berangkat bersama. Sebenarnya, Elea ingin sekali berangkat sekolah bareng Rangga tapi, Elea gengsi untuk meminta Rangga menjemputnya.
" Kak, ayo buruan!" Sahut Elea sambil memanggil Alvin.
" kenapa sih, semangat banget! Lagi pula ini masih jam 6 " sahut Alvin sambil melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kirinya.
" Memang kenapa sih, bukannya bagus kalau aku semangat buat kesekolah, kan jarang banget kak!" Ucap Elea sambil tersipu malu.
" Apaan sih kak!" Timpal Elea yang kini hampir ketahuan.
Alvin mengendarai mobil dengan sangat cepat, sampai mereka tiba di sekolah, kebetulan Karin dan juga Kiara baru sampai dan mereka berada di satu parkiran yang sama.
Elea langsung turun dan menghampiri kedua sahabatnya yang sedang menunggu.
" Aku nggak salah liat?" Ucap Karin dari kejauhan, ia menatap heran ke arah Elea, karena tidak biasanya Elea berdandan, meskipun memang ia sudah cantik, tapi hari ini wangi dan cantik nya berbeda.
" Wah, hujan badai kalau kayak gini..." Ucap Kiara sambil cengegesan.
Elea akhirnya datang menghampiri kedua sahabatnya.
" kenapa sih, ada yang aneh?" Ucap Elea yang nampak curiga dengan tatapan kedua bola mata Karin dan Kiara
" Ada angin apa sih, tumben banget dandan?" Ucap Karin yang menyenggol tubuh elea
" Jangan merusak mood ku hari ini, aku sedang bahagia..." Ucap Elea sambil tersenyum, dan berjalan menuju kantin sementara Kiara dan Karin menatap satu sama lain, mereka heran dengan tingkah dan perubahan Elea, namun begitu Karin dan Kiara nampak senang melihatnya.
" Elea kesambet apa sih rin!" Ucap Kiara sambil menggelengkan kepalanya.
" Namanya juga sedang di landa asmara...." Sahut Karin.
Keduanya pergi menyusul Elea, tak heran kalau banyak godaan dan rayuan yang keluar dari mulut para siswa laki-laki, mereka menatap ketiga bintang Emily's school, yang menjadi para incaran siswa laki-laki.
Namun tak satupun dari mereka mampu tergoda, bahkan Juno sebagai kakak kelas incaran pun, tidak bisa mendapatkan Elea begitu saja, sampai sekarang Juno masih terus mencoba mendekati Elea, namun Elea tidak mudah takluk oleh seorang lelaki buaya seperti Juno.
Kantin ramai sekali, tapi kedua bola mata Elea masih mencari, ia sibuk mencari keberadaan Rangga, biasanya setiap pagi Rangga dan Dylan maupun doni sering berkumpul di kantin untuk sekedar sarapan atau hanya minum kopi saja, tapi pagi ini Elea tidak melihat sosok Rangga, bahkan tidak juga dengan Dylan.
Elea diam sejenak, ia duduk di kursi kantin yang kosong, kedua sahabatnya juga ikut duduk.
Karin mulai memesan roti bakar dan juga segelas susu coklat hangat kebetulan ia belum sarapan dari rumah, sementara Kiara memesan burger dan juga teh hangat, Elea bahkan tidak memesan apapun, ia sibuk mengetik pesan untuk Rangga karena ia tidak melihat Rangga.
" Rangga dimana yah?"
Elea masih sibuk mencari Rangga, kedua bola matanya masih tertuju ke tempat nongkrong yang biasa Rangga tempati, Karin dan Kiara pun menegur Elea karena dari tadi hanya terdiam
" Cari siapa el, makan dulu saja...." Ucap Karin yang mengajak Elea untuk sarapan
" iya, mungkin Rangga lagi dikelas atau perpustakaan, biasanya gtu...." Sahut Kiara sambil sibuk menggigit Burger nya.
Elea beranjak dari tempat duduknya, ia mengambil tas nya di atas meja.
" Aku pergi ke kelas duluan..." Ucap Elea yang segera pergi, meski kedua sahabatnya memanggil, tapi Elea tetap memaksakan diri untuk pergi mencari Rangga.
Elea masuk ke dalam kelas yang masih sepi, hanya ada ketua kelas dan juga dua siswa lain yang sedang sibuk membaca buku.
Elea masuk sambil menatap ke arah kursi Rangga yang memang kosong, hanya ada Doni saja yang sedang sibuk membaca komik.
" Don, kamu tidak melihat Rangga?" Ucap Elea yang membuat Doni terkejut
Doni hanya menggelengkan kepala saja, ia malah sibuk membaca komik.
Elea meraih komik dari genggaman Doni, dan membuangnya ke lantai.
" Lain kali kalau ditanya itu jawab, dasar kutu buku!" Ketus Elea, ia pergi begitu saja sampai membuat Doni terkejut.
Doni mengambil komiknya yang dibuang oleh Elea, kebetulan komik naruto memang kesukaan Doni.
" Dasar cewek galak!" Gerutu doni sambil menatap kepergian Elea.
Doni kembali membaca komik sambil memastikan Elea benar-benar pergi dari kelas agar ia tidak terganggu olehnya.