My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
terpesona



Kamu tidak boleh putus asa, apalagi menyalahkan keadilan tuhan!"


Memang semenjak Mama Tiara meninggal kehidupan Kiara begitu sulit, ayah angkat nya terlilit hutang yang begitu besar sampai harus merelakan Kiara menikah dengan pria berusia empat puluh tahunan, pria yang menguasai uang ayah angkat nya. Pria itu terus memaksa Kiara kalau sampai ia tidak mau menikah, pria itu tak segan ingin membunuh Ayah angkat nya yang kini sedang terbaring di rumah sakit.


" Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, terimakasih kau telah menyelamatkan aku " ucap Kiara


" Aku begitu terharu dengan ceritamu, tapi apa kamu sudah menceritakan ini semua dengan tante susan atau dokter daniel?" Ucap Alvin


" Aku belum bisa menemui nya, mereka terlalu baik. Aku tidak ingin menambah beban bagi mereka, dua hari ini aku tidak sekolah karena aku ingin mencari kerja untuk melunasi hutang ayah ku!" Ucap Kiara


" Aku bangga dengan usahamu, tapi jangan pernah meninggalkan sekolah, andai aku bisa membantu mu?" Ucap Alvin


" Aku terlalu merepotkan mu, aku tidak ingin kamu terlibat dalam masalahku."


" Aku tulus ingin membantu mu, kalau memang kamu membutuhkan bantuan ku?" Ucap Alvin sambil menatap wajah Kiara, Alvin bahkan tidak menyangka dibalik sikap pendiam kiara tersimpan beberapa masalah yang amat berat.


" Aku mau berhenti sekolah saja Vin, aku tidak ingin memaksakan diri!" Ucap Kiara


" Jangan seperti itu, masih banyak jalan. Aku harap kamu tidak gampang menyerah, yakinlah Tuhan selalu ada, berdoa lah !" Ucap Alvin


Alvin mengajak Kiara ke masjid terdekat, ia juga ingin mengajak Kiara berdoa agar lepas dari semua beban yang dideritanya.


" Vin, aku tidak bisa melakukan nya...." Ucap Kiara


" kamu belum pernah melakukan nya?"


" Aku tidak bisa melakukan ibadah, aku tidak pernah belajar, mungkin karena aku terlahir dan dibesarkan oleh dua keyakinan, aku belum pernah melakukan nya..."


Alvin dengan sabar memakaikan Kiara kerudung, ia amat cantik bahkan Alvin begitu terpukau dengan kecantikan kiara.


" masya allah, Kamu cantik banget!" Ucap Alvin sambil menelan ludah. Ia terpukau dengan kecantikan Kiara.


" Terimakasih telah mengajarkan aku begitu banyak hal, mulai hari ini aku akan sangat bersyukur " ucap Kiara sambil tersipu malu, dulu ia hanya bisa memandang Alvin dari kejauhan namun kali ini, Alvin begitu tampan.


" Kamu mau pulang?" Tanya Alvin.


" Aku sekarang tidak memiliki rumah, aku harus pergi mencari pekerjaan, untuk kesembuhan ayah ku!"


" Apa kamu tidak takut, pria tua itu akan mencarimu lagi?"


" Aku takut, tapi nanti bagaimana dengan nasib ayahku?"


" Lebih baik kamu tinggal di asrama saja, kebetulan aku memiliki banyak teman di sana!"


" Aku terlalu merepotkan kamu vin!"


" Tidak, aku malah senang membantumu!"


Akhirnya, Kiara menyetujui ajakan Alvin, ia mengajak Alvin untuk mengantarnya ke Asrama, meski hidup nya jauh dari harta, Kiara bisa menerima nya. Yang terpenting kini, ia ingin Ayah nya cepat sembuh.


namun sebelum berangkat ke Asrama, Kiara mampir ke rumah Om dan Tante Susan untuk memberitahukan keadaan Ayah nya yang sedang koma di rumah sakit akibat di keroyok oleh dua pengawal .


" Vin, terimakasih telah menolongku " ucap Kiara begitu manis.


" Maaf aku tidak bisa mampir, Dylan juga sudah menunggu ku di lapangan basket."


" Kalau gitu aku masuk dulu ya..."


Kiara masuk ke dalam rumah Dylan, benar kata Alvin kalau Dylan tidak ada di rumah, ia pergi ke lapangan basket karena hari ini mereka ada janji untuk bermain.


Kiara amat bersyukur karena ia dipertemukan dengan Alvin, mungkin saja kalau ia tidak bertemu Alvin, pria tua tersebut telah melecehkan nya.


****


Alvin kembali mengayuh sepeda nya namun pikirannya malah tidak fokus, ia mengingat wajah kiara dan senyum manis nya ketika ia memakai kerudung.


Baru kali ini ada perempuan yang benar-benar menarik perhatian Alvin, sebelum nya alvin tidak pernah bersikap sepert ini.


" Mengapa wajah kiara terus terbayang dalam pikiran ku!"


Alvin berhenti sejenak, ia memikirkan semua masalah yang diderita oleh Kiara. Begitu berat, bahkan alvin tidak bisa membayangkan nya.


" Aku harus membantu kiara "


Apa Tuhan telah menakdirkan seseorang , yang begitu indah sampai Alvin lupa caranya untuk melupakan wajah seseorang tersebut.


Alvin semakin tidak fokus, ia mengurungkan niatnya untuk bermain basket, ia lebih memilih untuk pulang ke rumah karena ia tidak tenang.


Alvin meminta maaf kepada Dylan dan menjelaskan semuanya , ternyata Dylan tidak sendiri ia mengajak Karin bermain basket, Karin bahkan terkejut dengan ucapan Alvin. Ia segera pergi ke rumah dylan untuk memastikan keberadaan Kiara.


" El, buka pintunya ini kak alvin!" Ucap Alvin, elea masih ngambek dan tidak mau keluar kamar.


" Ada apa sih kak!" Ucap elea dari dalam kamar.


" Kak alvin mau bicara, penting banget!" Ucap Alvin


Akhirnya, elea memutuskan untuk membuka pintu dan menyuruh Alvin untuk masuk ke dalam kamar nya.


" Ada hal penting apa kak?" Ucap Elea merasa penasaran, karena selama ini Alvin jarang sekali mengajak elea untuk membicarakan hal penting.


" menurut kamu, Kiara seperti apa?" Ucap Alvin , pertanyaan yang membuat elea begitu terkejut.


" Apa yang terjadi dengan Kiara kak?". Ucap Elea begitu panik.


" Jawab pertanyaan aku dulu...."


" Kiara itu baik banget kak, bahkan dia sangat dewasa dibandingkan aku dan juga karin, karena mungkin usia kami terpaut satu tahun!"


" Apa kau tahu dimana rumah nya."


" Kiara tidak pernah mengajak ku main ke rumahnya, ia selalu bilang rumah nya tidak terlalu besar, makanya ia sering menginap di rumah karin."


Alvin menjelaskan semuanya kepada elea, menjelaskan semua masalah yang kiara alami, namun elea begitu terkejut tiba-tiba saja ia menangis mendengar ucapan Alvin.


" Aku mau bertemu kiara sekarang juga kak, aku nggak bisa membayangkan bagaimana kiara bisa sekuat itu!"


" Aku sudah mengantar nya ke rumah Dylan"


" Aku mau kesana kak, antar aku ke rumah Dylan"


Elea terus memaksa namun, alvin tidak bisa mengantarkan elea. Karena orang tua nya melarang elea untuk keluar rumah.


" Besok pagi saja, karena daddy melarang ku untuk mengajakmu keluar!"


" Kenapa sih aku nggak boleh keluar, belum cukup mereka membuatku rindu suasana luar...


"


" Paling rindu sama rangga "


" Termasuk itu kak, perasaan ini menyiksa. Aku nggak bisa mengurung diri dikamar!"


" Nikmati saja, kalau gitu kakak istirahat dulu!"


Alvin meninggalkan kamar elea , sementara elea masih mengoceh dengan sendirinya.


Alvin membuka laptop , dan mulai mencari beberapa lowongan pekerjaan, ia ingin membantu kiara karena sosok manis kiara terus menghantui nya.


" Semoga saja aku bisa membantu mu...."


Alvin menatap layar laptop dengan sangat tajam, ia mencari daftar pekerjaan yang sekiranya cocok untuk Kiara.


Namun sudah beberapa halaman website ia kunjungi, tak kunjung dapat. Banyak lowongan dengan lulusan terbaik sementara Kiara masih sekolah.


Alvin dibuat pusing, sampai ia terus memegangi pelipis nya.


" Ternyata sulit!" Ucap Alvin sampai ia terlelap dalam tidur nya, namun laptop nya masih menyala.


.


.


.


.


# Kiara Nabella #




# Alvin #