My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season- 3 Pergi ke Toko Buku



Rangga hendak pergi ke toko buku Gramedia, namun baru saja ia melangkahkan kaki nya ada surat undangan dari security yang jaga rumah, Rangga membuka surat undangan itu sambil menyipitkan kedua bola mata nya yang sipit itu lalu tersenyum setelah membaca isi surat itu, Ternyata surat undangan untuk reuni. Sebenarnya Rangga ingin sekali datang ke acara reuni, akan tetapi semua nya terasa berbeda apalagi ketika ia melihat Elea?


Rangga tidak ingin menyalahkan sikap Elea, Bagaimana pun Sikap Elea seperti itu atas perlakuan dari nya. Untuk sekarang Rangga tidak terlalu fokus untuk mengejar cinta Elea, karena Elea juga sudah tidak menginginkan kehadiran Rangga.


Bahkan, Rangga memutuskan untuk tinggal di Jakarta saja, meski Clara terus menghubungi, Rangga selalu menghindar, Sebenarnya Rangga ingin sekali mengatakan kalau ia tidak mencintai Clara?


Hanya saja Clara terus memaksa untuk tetap bersama Rangga, bagaimana Rangga mencoba untuk tidak memperdulikan Clara, Sudah beberapa minggu Rangga tidak memegang telepon, bahkan dia menonaktifkan nomor nya, Ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun, Rangga ingin fokus pada dirinya, bukan siapapun.


Rangga menaruh surat itu di atas meja, lalu ia mencari kunci mobil nya. Setelah mengambil kunci mobil, ia langsung bergegas menuju toko buku.


Perasaan Rangga begitu bimbang, sebenarnya ia tidak tahu apa yang diharapkan, setelah Elea membenci nya. Dulu, Rangga berharap setelah hubungan nya selesai dengan Elea, Rangga bisa baik-baik saja tanpa Elea, Rangga bisa bersahabat atau sekedar berteman lagi?


Jangankan berteman, melihat muka Rangga saja, Elea tidak ingin. Mungkin di mata Elea Rangga cowok paling munafik bahkan paling menyebalkan.


Meski dipenuhi banyak pertanyaan tentang Elea, Rangga akhirnya sampai di toko buku, ntah ia memang hobi membaca buku Filosofi, semenjak kuliah dan semenjak menyendiri, buku Filosofi berjudul Filosofi Teras karya Henry M, menjadi buku pilihan Rangga ia bahkan belajar menjadi orang yang lebih baik lagi dalam buku itu, banyak sekali ajakan untuk berubah, berubah menjadi lebih baik,dengan segala kesalahan yang telah diperbuat.


Selesai mencari buku, tiba-tiba saja Rangga tidak sengaja menabrak seseorang, sampai buku-buku nya terjatuh.


" Maaf..... " ucap nya secara bersamaan, namun setelah saling menatap, Rangga begitu terkejut.


" Rangga?" ucap wanita berambut panjang itu, yang bahkan mengenali Rangga.


" Karin?" ucap Rangga sambil menunjuk ke arah karin.


Rangga tidak menyangka bisa bertemu dengan Karin, apalagi sudah sepuluh tahun ini, Semenjak perpisahan sekolah Rangga memang tidak pernah berhubungan dengan teman-teman nya bahkan dengan Karin sekalipun.


" Apa kabar?" ucap Karin sambil tersenyum sumringah, karena ia memang baru dua hari berada di Jakarta.


" Baik, kamu apa kabar?" Timpal Rangga.


" Baik, kalau gitu kita ngobrol di Bangku taman yuk!" Ajak nya.


Karin mengajak Rangga untuk berbincang, apalagi setelah sekian lama mereka tidak bertemu, Karin juga bekerja di Bank sebagai customer servicenya, dan baru dua hari kantor cabang dari Malang pindah ke Jakarta.


Karin bahkan sangat merindukan Elea, Karin sengaja mengajak Rangga untuk ngobrolin Elea.


" Ga, gimana kabar Elea, aku kangen banget sama dia, sayang nya kami tidak pernah saling komunikasi lagi, ntah nomor Elea selalu tidak aktif!" ucap Karin, namun Rangga malah terdiam, ia tidak menjawab apapun.


" Elea tidak menceritakan apapun tentang aku ke kamu?" ucap nya.


Karin nampak terkejut, seperti nya memang terjadi sesuatu antara Elea dan Rangga yang bahkan Karin telat mengetahui.


" Elea membenciku, semenjak aku meninggalkan nya ke London..." ucap Rangga


" Jadi, hubungan kamu dan Elea sudah berakhir? Yampun, sayang banget padahal kan kalian tuh cocok banget!" ucap Karin, Karin masih cerewet seperti dulu.


" Dan Elea membenci ku, aku tidak menyalahkan sikap Elea tapi mungkin Elea membenci ku dengan banyak alasan, Aku menerima itu, karena aku memang salah!" ucap Rangga.


" Ga, sabar ya! Tapi kamu ikut acara reuni sekolahan kan?" Ucap Karin, bahkan dalam batinnya penuh dengan tanda tanya.


Rangga hanya mengangkat bahu nya, ia tidak yakin akan ikut.


" Kalau menurut aku, kamu ikut saja Ga, lagi pula dengan cara itu kamu , maupun Elea bisa mengenang masa lalu. Bisa saja Elea memaafkan kesalahan kamu, ya walaupun kecil sih , soalnya kamu tahukan? Elea keras kepala!" ucap Karin yang membujuk Rangga untuk ikut, Rangga tidak bisa menjawab ia hanya terdiam sambil berpikir.


" Rangga!"


" Eh...."


" Kok malah bengong si?" sahut Karin


" jawab jujur Ga, kamu masih mencintai Elea?" ucap Karin.


Rangga hanya tersenyum , saat karin mengatakan hal itu.


" Kalau cinta mungkin sudah dari dulu, tapi rasa sayang yang tidak bisa hilang!" ucap nya


" Ga, kalau Jodoh pasti tidak akan kemana, tapi kalau kamu cuma diam doang, tidak bergerak atau tidak melakukan hal apapun, Ya sama Elea menganggap kamu tidak perduli dengan nya!" Cerocos Karin.


Rangga hanya mengangguk saja, namun ia mencerna apa yang diucapkan oleh Karin, mungkin memang benar, Selama ini Rangga tidak pernah melakukan hal apapun, ia malah menerima apapun yang datang pada dirinya, sampai di titik lain Elea merasa bosan harus mengharapkan Rangga.


Sekarang, Rangga mulai mengerti. selagi masih jodoh, tuhan akan membantunya.


" Ga, kalau gitu aku pulang duluan ya. soalnya aku juga ada perlu sama seseorang!" ucap Karin, yang memang sudah di tunggu oleh kekasihnya.


" Iya, Dannies bukan?" sahut Rangga, Karin malah melotot ke arah Rangga.


Karena Karin dan Dannies sudah tidak berhubungan lagi, sudah lama setelah menjalani hubungan jarak jauh. Karin tidak bisa, Karin lebih memilih untuk pergi dan menjalani hidup masing-masing, Karin maupun Danies tidak saling membenci, bahkan sampai sekarang masih tetap berteman.


Bahkan, itu membuat Rangga begitu cemburu, Kenapa ia dan Elea tidak bisa berteman baik setelah putus?


" Karin memang benar, aku yang selama ini diam, tidak bergerak! " batin Rangga.


Sebenarnya, Hubungan antara Clara dan Rangga terjalin karena Clara dulu yang menyatakan cinta, pada saat itu posisi Rangga, hanya tidak ingin membuat Clara malu karena mengungkapkan perasaannya di kampus di depan banyak teman-temannya.


Hanya ada rasa yang tidak enak hati, malah Clara menganggap nya hubungan itu serius, sampai Alvin begitu membenci Rangga setelah ia mengetahui hubungan Rangga dan Clara, Bagaimana pun Alvin sangat menjaga perasaan Elea.


" Andai, waktu bisa diputar kembali, andai engkau bisa maafkan aku, andai kita bisa bersama-sama seperti dulu!"


Rangga semakin termenung, setelah mendengar ucapan Karin.


Rasa bersalah itu selalu muncul dalam pikirannya, dan hati nya tidak tenang.


" Bagaimana dengan Saka? lelaki yang saat ini dekat dengan Elea, bahkan Alvin melarang keras hubungan Rangga dan Elea, hanya karena berita yang beredar di London, Ya tuhan, dengan segala kelemahan. mengapa harus aku yang menanggung ini semua?"


.


.


.


.


.


.


.


.