
Rio pun mengajak Adnan untuk menjemput motor yang sudah ia pesan satu minggu yang lalu, karena ia memang ingin membuktikan rasa sayang nya kepada Aleyna, tapi bukan berarti Adnan mengijinkan Aleyna untuk menjadi seorang pembalap liar lagi, kali ini ia sengaja membeli nya untuk mengisi waktu kosong bersama dengan menjelajahi kota bersama Aleyna, dan hanya berdua saja.
Aleyna pun sempat mencurigai kepergian Adnan karena baru kali ini Adnan pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada Aleyna, memang Adnan sedang kesal karena Aleyna mengabaikan nya tadi, tapi seharus nya ia pamit kepada Aleyna kemana pun ia akan pergi.
Sebenarnya Mas Adnan mau kemana sih?
jangan-jangan mau mencari wanita lain.
Pikiran buruk tentang Adnan pun muncul dalam benak Aleyna, ia bahkan tidak sempat menanyakan kemana Adnan akan pergi karena ia dan Rio begitu terburu-buru, seperti nya memang Adnan sedang menyimpan satu rahasia yang ia sembunyikan dari Aleyna.
Aleyna pun nampak tidak tenang, ia berjalan ke arah kanan lalu ke arah kiri, seperti kebingungan.
Dia memang bingung memikirkan Adnan, memang sudah biasa otak dan pikiran Aleyna tersita penuh oleh Adnan, karena yang ada di dalam nya memang Adnan.
Aleyna pun meminjam ponsel Mirna untuk menghubungi Rio, agar Aleyna bisa memantau dimana keberadaan Adnan.
" Mirna... " sahut Aleyna dari arah dapur mencari keberadaan Mirna.
" Iya Non, ada apa?" ucap Mirna
" Tolong telepone Pak Rio dan beri tahu aku di mana keberadaan nya sekarang! " ucap Aleyna
" Tapi, saya tidak berani menelpon nya terlebih dahulu" ucap Mirna nampak ragu
" mana ponsel mu, biar aku saja yang menelpon Rio! dasar payah" cerocos Aleyna yang merasa kesal.
aku bisa saja menelpon Mas Adnan sekarang? tapi rasa nya tidak mungkin ! karena Mas Adnan sedang marah....
Aleyna pun pergi ke arah belakang di dekat area kolam renang, sambil duduk dan menelpon Rio.
" Halo " sahut nya dalam sambungan telepone
" Halo Bu , ada apa?" ucap Rio dengan suasana ramai.
" Kamu sekarang di mana?" tanya Aleyna.
Rio pun menatap ke arah Adnan yang sedang berada di samping nya. Ia bahkan memberitahu Adnan kalau Aleyna menelpon nya dengan meminjam telepone milik Mirna.
katakan saja, kamu sedang sibuk!
Rio pun menuruti keinginan Adnan, ia tidak ingin sama sekali membongkar seluruh rahasia Adnan.
" Maaf bu, kami sedang sibuk!" ucap Rio yang segera mematikan sambungan telepone nya.
Aleyna pun naik pitam, ia bahkan melempar telepone Mirna ke arah meja kecil yang ada di sampingnya, ia tidak menyangka Rio dan Adnan mempunyai sifat yang sama. yaitu sama-sama menyebalkan.
" Semua lelaki sama saja." dengus Aleyna.
namun tiba-tiba saja Aleyna kedatangan tamu yang tidak lain adalah Tante Sabrina adik kandung dari Bunda Widya. Entah Aleyna pun begitu terkejut melihat kedatangan tante Sabrina namun kali ini ia hanya sendiri tanpa di temani oleh Arkan karena Arkan sedang sibuk menjalani ujian nasional, Aleyna pun menghampiri tante Sabrina yang sudah menunggu nya di ruang tamu dan tak lupa Bi Nani pun menyediakan jamuan untuk tante Sabrina.
" Halo tante, apa kabar?" ucap Aleyna sambil cipika cipiki
" Baik, kamu sendiri bagaimana ?" ucap nya
" Baik tante" ucap Aleyna sambil tersenyum.
" Adnan kemana, kok tidak kelihatan?" ucap Tante Sabrina
" Ntah, dia pergi bersama Pak. Rio" ucap Aleyna
" Tante sebenarnya ingin menawarkan kamu, siapa tahu kamu minat!" tawar nya
Tante Sabrina merupakan pengusaha di bidang clothing line, dan brand fashion ternama di kota nya, bahkan produk nya sudah sering kali di minati oleh kaum milenial, dan sudah sampai mancanegara.
Tante Sabrina sendiri sedang merilis fashio terbaru nya, ia membutuhkan model yang sangat cocok untuk memasarkan produk terbaru nya, dan ia baru saja mendapatkan ide kalau ia ingin menawarkan Adnan dan Aleyna untuk menjadi model di salah satu brand fashio yang akan di rilis akhir bulan ini.
" Jadi apa kamu minat untuk menjadi model di brand terbaru Tante?" ucap Nya.
" Haha, Tante bisa saja. Aku dan Mas Adnan bukan model, kami terlalu kaku untuk melakukan itu semua." ucap Aleyna sambil tertawa, bahkan heran karena Tante Sabrija begitu yakin menawarkan itu semua.
" Ayo lah Aleyna, bantu Tante. Apalagi kalau kamu dan Adnan pasti sudah cocok dan Tante yakin produk terbaru Tante akan laku keras kalau kalian yang menjadi model nya." ajak Tante Sabrina
Haha, aku tidak yakin dengan diriku sendiri.
" Tante apa tidak salah memilih aku?" ucap Aleyna
" Kamu cantik bahkan kecantikan kamu tidak usah di ragukan lagi, karena Adnan begitu tergila-gila padamu " ucap Tante sabrina sambil tertawa.
" Lebih baik aku membicarakan itu semua nanti sama Mas Adnan, kalau saat ini aku belum bisa memutuskan jawaban nya, Tante" ujar Aleyna
" Tidak usah khawatir, Kau bisa menghubungi Tante kalau setuju." ucap Tante Sabrina
***
setelah sampai di sorum motor, Adnan pun nampak tercengang dengan model motor jenis Kawasaki KLX yang sudah di desain dengan paduan warna hitam dan merah muda, bahkan kedua warna itu sengaja Adnan pilih untuk Aleyna karena kedua warna itu kesukaan Aleyna, Adnan semakin tidak sabar ingin membawa nya pulang karena, Adnan sudah yakin kalau Aleyna sedang mencari nya.
*semoga kau menyukai nya istriku...
" aku akan mengendarai nya, kau urus semua pembayaran nya " ucap Adnan kepada Rio
" aku yakin istrimu pasti akan menyukai nya Tuan" ucap Rio
" Aku sudah menebak nya, karena ini termasuk motor kesukaan nya" ucap Adnan.
Tak menunggu waktu lama, Adnan pun menancap gas menuju rumah nya, untuk memberikan sebuah kejutan kecil untuk istri nya itu.
mengingat hari sudah semakin malam, Adnan juga tidak bisa mendiamkan Aleyna seperti ini, karena ia sangat merindukan keceriaan di dalam hidup Aleyna.
Adnan pun menancap gas dengan sangat cepat menuju rumah karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Aleyna, setelah ia pura-pura marah dengan Aleyna padahal ia sama sekali tidak marah dengan Aleyna, Adnan hanya mencari alasan saja agar rencana nya berjalan dengan lancar.
***
Sampai malam hari, Adnan pun belum juga kembali ke rumah dan membuat Aleyna susah tidur bahkan ia memikirkan Adnan terus menerus, ia tidak tahu kemana Adnan akan pergi, ia sudah berusaha menelpon Adnan namun tetap saja, tidak di respon sama sekali oleh Adnan.
Aleyna pun menunggu Adnan di ruang tamu, sambil berjalan kesana kemari karena pikiran nya sedang kacau, belum lagi ia memikirkan tawaran dari Tante Sabrina untuk menjadi model bisnis clothing line nya.
Mas Adnan kamu kemana sih!
Aleyna pun membantingkan tubuh nya ke sofa empuk milik nya, sementara Mirna selalu menemani Aleyna karena Bi Nani yang menyuruh nya, takut nya Aleyna sedang membutuhkan bantuan dari Mirna.
" Belum" jawab Mirna
" Sebenarnya dimana sih Mas Adnan? kenapa juga dia kayak anak kecil, pake ngambek segala" celoteh Aleyna.
" Sabar Non, kita tunggu saja kedatangan Tuan dan Pak Rio" ucap Mirna sambil berusaha menenangkan Aleyna.
" mau saya buatkan susu hangat tidak Non?" tawar Mirna
" Tidak usah, aku tidak menginginkan nya" jawab Aleyna dengan raut wajah kesal nya.
tak lama Rio pun datang dengan mengendarai mobil Adnan, bahkan ia datang sendirian tanpa kehadiran Adnan, dan itu membuat Aleyna begitu kesal ia segera menghampiri Rio.
" Dimana Mas Adnan?" tanya Aleyna sambil menengok ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Adnan.
" Maaf Bu, Tuan sedang ingin tidur di Apartement,tadi dia menitipkan pesan kalau ibu jangan mencari nya" ucap Rio dengan dusta nya
maafkan saya bu, harus berbohong tapi ini semua demi rencana Tuan.
Rio pun nampak ragu, tapi ucapan nya mampu membuat Aleyna begitu percaya.
" Apa? Mas Adnan menginap di Apartement? bagaimana bisa kamu mengijinkan nya!" ucap Aleyna yang mulai geram.
" Saya sudah melarang nya, tapi Tuan mengatakan ada acara makan malam bersama keluarga Pasien yang sedang ia tangani" dusta Rio lagi, namun ia melirik ke arah Mirna yang sedang berdiri di belakang Aleyna.
" sejak kapan seorang dokter akan merencanakan makan malam bersama pasien nya? sungguh konyol!" celoteh Aleyna
" memang seperti itu, karena Pasien wanita nya sangat menyukai Tuan!" ucap Rio lagi sambil sesekali menahan tawa nya karena tidak bisa membohongi Aleyna yang mudah percaya begitu saja.
" Pak Rio, mengapa kau tidak mencegah nya, katakan dimana Mas Adnan akan makan malam bersama wanita itu!" ucap Aleyna sambil memaksa Rio
" Saya juga tidak mengetahui , Karena Tuan merahasiakan nya dari saya Bu." jawab Rio ngasal namun, membuat Aleyna naik pitam
" Aku tidak bisa memaafkan mas Adnan! kalau kamu tidak mau membantu ku untuk mencari nya, biar aku saja yang mencari Mas Adnan sendiri!" ucap Aleyna geram ia berjalan menuju ke arah gerbang untuk mencari Adnan, meski Rio berusaha mencegah nya.
bahaya!
Rio dan Mirna pun mengejar Aleyna supaya tidak pergi dari Rumah untuk mencari Adnan karena ini semua hanya rencana Rio saja untuk memancing amarah Aleyna karena Adnan menyuruh nya.
" Bu, Aleyna lebih baik ibu istirahat saja karena ini sudah malam, biar aku yang mencari nya " ucap Rio sambil mengejar Aleyna namun, Aleyna sudah sangat cepat berlari sampai ke luar gerbang
" Non, jangan pergi Non!" teriak Mirna namun tiba-tiba saja langkah nya terhenti karena Rio mencegah nya.
" biarkan saja Bu Aleyna pergi yang penting kau jangan pergi dari ku!" ucap Rio sambil menarik tangan Mirna.
" Tapi, Non Aleyna adalah tanggung jawab ku, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan nya" ucap Mirna namun tiba-tiba saja Rio menutup mulut Mirna dengan telapak tangan nya, dan Rio membisikkan sesuatu.
" Kau tidak perlu khawatir karena di depan sana sudah ada Tuan yang sedang menunggu nya, ini semua rencana Tuan Adnan untuk memberikan kejutan kepada Bu Aleyna" ucap Rio
" aku hampir saja jantungan, kalau sampai Non Aleyna pergi " ucap Mirna dan ia langsung mengikuti Rio masuk ke dalam rumah besar itu, dan Rio sudah menghubungi Adnan kalau Aleyna sudah pergi ke luar rumah.
-
Adnan pun menjalankan misi nya, ia mendapati Aleyna sedang berlari sambil sesekali mengusap air mata nya, Adnan semakin tidak tega melihat Aleyna yang seperti itu. Apa Rio yang terlalu meyakinkan Aleyna kalau ia sedang kencan dengan wanita lain.
Adnan pun menggunakan helm, dan mengendarai motor kawasaki KLX berwarna merah muda dan hitam ke arah Aleyna, mungkin saja Aleyna tidak akan mengetahui kalau yang mengendarai motor itu adalah Adnan.
" Neng, sendirian saja!" goda Adnan sambil mengendarai motor di samping Aleyna menyamarkan suara nya.
Aleyna pun memasang wajah masam, ia sama sekali tidak menatap ke arah Adnan karena ia rupa nya tidak mengenali Adnan.
" berhenti merayu ku, atau aku akan melaporkan kamu ke suami ku!" bentak Aleyna
aku suami mu, sayang.
Adnan pun menghentikan motor nya, ia berdiri tepat di hadapan Aleyna namun Aleyna malah mendorong nya karena Aleyna tidak mengenali Adnan.
Adnan pun membuka helm nya, dan membuka masker penutup wajah nya. ia menghampiri Aleyna dan memeluk Aleyna dengan sangat erat.
Aleyna nampak tercengang, karena lelaki yang menggoda nya itu adalah suami nya sendiri.
" Mas Adnan... " ucap Aleyna sambil membalas pelukan Adnan.
" Maafkan aku, karena aku membelikan motor untuk mu secara diam-diam? aku harap kamu menyukai nya, sayang" ucap Adnan sambil menuntun Aleyna ke arah motor nya itu.
" Sayang, ini beneran buat aku? " ucap Aleyna nampak tidak percaya bahkan ia kembali menangis.
" Iya sayang bagaimana kamu menyukai nya." ucap Adnan
" aku menyukai motor nya tapi aku tidak menyukai sikap kamu!" ucap Aleyna
" Kan kejutan sayang" ucap Adnan sambil mengelus pucuk rambut Aleyna.
" Oh sekarang nakal yah, mulai jail bahkan mengaku kalau mau kencan dengan wanita lain?" ucap Aleyna sambil menjewer telinga sebelah kiri Adnan.
" Ampun sayang" ucap Adnan merintih kesakitan.
" Aku tidak akan memberimu ampun! kau bahkan telah melukai setengah hati aku kalau sampai kamu beneran kencan buta!" celoteh Aleyna
" tidak sayang, aku hanya ingin memberikan kejutan ini saja untuk mu!" ucap Adnan sambil merintih kesakitan
" Kamu harus menerima hukuman, yaitu boncengin aku keliling kota malam ini juga!" ucap Aleyna sambil tersenyum melihat tingkah Adnan dan ia tidak tega kalau harus menjewer telinga Adnan terus menerus akhirnya ia melepaskan nya.
" Kau siap?" ucap Adnan sambil menatap ke arah Aleyna.
" sangat siap!" ucap Aleyna sambil memeluk erat Adnan dari belakang
Adnan dan Aleyna pun mengelilingi gelap nya kota sambil menikmati udara yang dingin, dan seakan mengingat kembali masa masa indah dulu, Adnan berjanji tidak ada sedikitpun yang mampu merubah sikap dan rasa sayangnya terhadap Aleyna, bahkan ia ingin membuat Aleyna dan kedua anak nya selalu bahagia.
seperti sekarang ini.
ternyata bahagia nya seseorang di saat mereka mampu melengkapi hobi masing-masing, dan Aleyna mengucapkan beribu terimakasih untuk Adnan karena ia selalu berusaha membuat Aleyna bahagia
motor untuk Aleyna.
Guys, jangan lupa like, vote, komen!