My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Perjanjian Konyol



Tidak menunggu waktu lama akhirnya keluarga Adnan sudah mendarat di pulau Lombok, mereka di sambut oleh Reyna dan Susan beserta dr. Daniel dan dr. Fandy kedua nya kompak menyambut kedatangan Adnan dan Aleyna.


Aleyna pun melepaskan rasa rindu kepada kedua sahabat nya, ia memeluk Reyna dan Susan karena hampir setengah bulan mereka meninggalkan Aleyna rasa rindu nya kini telah terobati.


" Aleyna!" sahut Reyna dan Susan dari kejauhan


" Aku kangen banget sama kamu!" ucap Reyna sambil memeluk erat Aleyna


" Aku juga kangen banget sama kalian!" ujar Aleyna lagi


sementara Adnan dan Daniel beserta Fandy juga sedang melepas rindu namun, tidak sampai berpelukan seperti para istri nya, mereka hanya saling menyapa dan menepuk bahu saja.


" Hei, orang sibuk! akhirnya liburan juga" sahut Fandy kepada Adnan


" Sialan, memang nya aku tidak boleh pergi berlibur" sahut Adnan


" Boleh dong" sahut Fandy.


Namun tiba-tiba saja suara telepone dari arah Daniel pun berbunyi segera ia menjauhi mereka dan mengangkat telepone nya, ternyata yang menelpon Daniel adalah ibu nya sendiri, memang dari kemarin Ibu Daniel sudah menyuruh nya untuk pulang karena ia ingin mempertemukan wanita pilihan nya untuk di nikahkan dengan Daniel, bahkan ibu nya pun memaksa Daniel meski ia terus menolak nya.


" Daniel, kapan kamu pulang! untuk apa berbulan madu lama-lama kalau tidak membuahkan hasil!" ketus Ibu Daniel dalam sambungan telepone .


" Ma, jangan pernah memaksa ku untuk menikah lagi. Aku sudah mempunyai istri yang jauh lebih baik Ma" ucap Daniel dengan tegas


" Daniel, Kalau sampai pulang dari bulan Madu kamu, istri kamu belum hamil juga terpaksa Mama akan menikah kan kamu dengan wanita pilihan Mama!" bentak Mama Daniel


Daniel langsung mematikan sambungan telepone nya, ia malas kalau harus membicarakan tentang pernikahan, padahal apapun yang terjadi Daniel sudah menerima Susan apa ada nya, walaupun seumur hidup nya Daniel dan Susan tidak memiliki anak tapi itu semua tidak akan mengurangi rasa cinta Daniel kepada Susan.


Setelah semua nya menumpangi mobil menuju hotel, Susan pun panik mencari keberadaan Daniel karena ia tadi tidak memperdulikan Daniel karena lebih fokus berbincang-bincang dengan Aleyna.


" Kak Daniel kemana yah ?" Tanya Susan kepada Adnan dan Fandy


" Dia sedang menerima telepon." ujar Adnan


duh,sebenarnya siapa sih yang menelpon Kak Daniel? sampai ia harus bersembunyi dari aku


Susan pun kembali duduk di kursi mobil, namun pikiran nya masih tertuju kepada Daniel, memang akhir-akhir ini Susan merasa tertekan dengan Mama mertua nya sendiri ia bahkan harus membesarkan hati untuk menerima wanita lain di kehidupan Daniel.


kalau boleh, susan ingin sekali mewujudkan impian nya ntah mungkin bukan hari ini, tapi ia selalu berharap ada keajaiban yang bisa menyatukan dia dan Mama Mertua nya bisa akur kembali, tapi nyata nya sulit.


sudah kesekian juta kali air mata jatuh membasahi pipi Susan sampai ia benar-benar harus menjadi wanita kuat, atau pura-pura kuat , agar orang lain yang melihat nya tidak akan curiga.


Karena Susan benar-benar memendam semua masalah hidup nya tanpa ia ceritakan kepada sahabat nya, ia tidak ingin kedua sahabat nya jadi salah paham dan berbalik malah membenci Daniel.


Susan tidak ingin itu terjadi.....


" Susan, kenapa kamu menangis?" ucap Aleyna yang baru saja melihat air mata jatuh membasahi pipi


" Ah, tidak.... Tadi ada debu yang masuk ke dalam bola mata ku" dusta Susan


" kau jangan pernah membohongi aku, katakan apa masalah mu?" ucap Aleyna


" memang sudah dua hari ini Susan tidak ceria seperti biasa nya, Ley" sahut Reyna


" Kalian terlalu dramatis, aku tidak apa-apa. lebih baik kita menikmati liburannya saja" ucap Susan sambil melayangkan senyuman yang ia paksakan


Reyna dan Aleyna pun memeluk Susan. ia memang tidak ingin memaksa Susan untuk menceritakan semua masalah nya karena mereka tahu, bagaimana sikap Susan. sudah hampir sepuluh tahun mereka bersahabat, susan memang seringkali menyembunyikan semua masalah yang ia alami sendiri.


" Aku tahu kau sedang berbohong, kalau kamu tidak ingin menceritakan nya sekarang, aku siap menunggu kapan kamu akan menceritakan nya" bisik Aleyna di telinga susan.


" Aku tidak apa-apa " sahut nya.


tak lama Daniel pun datang dengan tergesa-gesa ia menatap ke arah Susan dan mengelus pucuk rambut susan. memang Daniel mencintai Susan meski kedekatan mereka tidak berlangsung lama tapi, itu semua mampu Daniel rasakan ketika ia sudah menikahi Susan. ia tidak ingin menyakiti ketulusan Susan tapi disisi lain, Mama nya selalu menuntut nya agar ia bisa menikah lagi dengan wanita lain.


" Baby, ada yang ingin aku katakan" bisik Daniel di telinga Susan


" katakan itu nanti, karena aku sedang tidak ingin membicarakan hal apapun" sahut Susan dengan menahan amarah nya


Daniel pun di buat kikuk oleh ucapan Susan, ia malah memilih diam dan mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan nya.


***


Akhirnya mereka pun telah sampai di Hotel untuk menginap beberapa hari, mereka sengaja memesan hotel di tempat yang sama karena liburan kali ini sudah di atur oleh Aleyna , Reyna dan Susan karena liburan ke pulau Lombok sudah menjadi impian kecil mereka yang baru terwujud kali ini.


Rio dan Mirna pun membawa koper-koper Adnan dan Aleyna lalu membereskan nya di lemari yang sudah di sediakan di kamar hotel, sesekali Rio selalu menatap ke arah Mirna, ia bahkan memandangi Mirna yang sedang membereskan pakaian milik majikan nya.


" Kenapa bapak menatap saya seperti itu. ?" tanya Mirna.


" Memang tidak boleh?" rayu Rio


" Tidak, saya jadi merasa tidak enak hati" ucap Mirna


" kalau tidak enak hati, lebih baik kasih ke saya saja hati nya. Bagaimana ?" ucap Rio lagi kini, ia tanpa rasa malu.


" Pak, bisa saja bercanda nya" sahut Mirna


sambil tersipu malu.


" kau masih disini? bukan kah aku sudah memesan kan kamar?" ucap Adnan sambil menatap Rio


" Saya sedang memantau ruangan ini saja" ucap Rio yang mencari sebutir Alasan


Adnan pun menatap ke arah Mirna yang sedang membereskan pakaian nya. lalu menatap Rio


" Jadi wanita itu yang membuat mu rela menghabiskan waktu berlama-lama disini?" Ucap Adnan sambil melemparkan senyuman


" Wanita siapa Mas Adnan ?" ucap Aleyna yang mendengar segelintir ucapan Adnan


" Ada yang sedang jatuh cinta" ucap Adnan sambil melirik Rio


" Aku kira Pak Rio tidak menyukai wanita" balas Aleyna sambil tertawa


" Pak Adnan saya permisi" ucap Rio yang memilih pergi karena sudah ketahuan, Mirna yang memperhatikan malah semakin merasa malu dan tidak enak hati.


" Memang nya Pak Rio, sedang menyukai siapa mas ?" ucap Aleyna merasa penasaran karena selama ini ia tidak terlalu memperhatikan Rio


" Nanti kau akan mengetahui nya " ucap Adnan


" cepat katakan! " sahut Aleyna sambil mencubit pinggang Adnan.


Adnan pun merintih kesakitan karena cubitan Aleyna, ia pun menghindar namun Aleyna terus mengejarnya, sampai ia tidak bisa menolak nya.


" Jadi, katakan siapa wanita yang sedang Pak Rio suka ?" tanya Aleyna


" Mirna!" jawab Adnan


Aleyna membulatkan kedua bola mata nya, ia tidak menyangka kalau perasaan Rio muncul begitu cepat, padahal baru dua hari ia bertemu dengan Mirna. Namun,perasaan memang tidak bisa di tebak, ia datang dengan sendiri nya tanpa perlu mencari nya.


" Mengapa ia jatuh cinta begitu cepat!"Gumam Aleyna


" kita bahkan menikah tanpa perasaan suka?" ucap Adnan


" Bohong! bukan kah kamu menyukai ku sejak pertama kali melihat ku ?" ucap Aleyna sambil mengedipkan satu bola mata nya.


" Masa sih?" jawab Adnan dengan singkat


" Jangan berbohong, ayo katakan yang sebenarnya" ucap Aleyna sambil merangkul tubuh Adnan dan mencoba mengancam Adnan dengan cara menggelitik nya karena Adnan sangat tidak menyukai itu.


" dengan terpaksa aku jawab iya!" ucap Adnan


" Ah menyebalkan" gumam Aleyna sambil bergegas pergi meninggalkan Adnan.


***


Rencana nya, Adnan dan Aleyna beserta kedua sahabat nya hendak menelusuri pantai, Aleyna juga sudah membawa beberapa baju Pantai yang akan ia bawa, ia sudah membawa baju bikini dan kini ia sudah memakai nya.


Aleyna pun keluar dari ruang ganti, dengan memakai bikini berwarna merah dan bermotif daun , ia berjalan menuju Adnan yang tengah menemani kedua anak nya di kamar hotel.


" sayang, ayo kita ke pantai" ucap Aleyna


Adnan pun menatap ke arah Aleyna, ia bahkan terkejut dan membulatkan kedua bola mata nya. Adnan pun langsung bergegas bangun dari tempat tidur


" maksud kamu apa? " ucap Adnan sambil memandangi Aleyna


" kan kita mau ke pantai, memang nya ada yang salah ?" tanya Aleyna


" Ganti baju, atau aku akan mengurung mu di kamar !" bentak Adnan


" Dimana mana, kalau ke pantai tuh pakaian nya kayak gini, masa mau pakai gaun!" bantah Aleyna


" Ganti baju mu!" perintah Adnan


" Tidak mau" Bantah Aleyna karena ia sudah berjanji akan memakai bikini dengan kedua sahabat nya.


tanpa berpikir panjang, Adnan pun mengangkat tubuh mungil Aleyna menuju ruang ganti, ia tidak habis pikir Aleyna akan memakai baju seperti itu, karena Adnan tidak akan pernah mengijinkan nya.


" Sayang turunkan aku!" ucap Aleyna sambil meronta ronta


" Lebih baik, kau tidak usah ke pantai daripada harus memakai baju menjijjkan seperti itu!" bentak Adnan lagi


" Aku sudah berjanji akan memakai nya bersama kedua sahabat aku!" bantah Aleyna lagi


" ganti baju mu, aku akan mengunci mu dari luar " ucap Adnan sambil mengunci pintu kamar di ruangan ganti


" Mas ,buka pintu nya" ucap Aleyna sambil menggedor pintu nya.


Adnan pun mengambil handphone di dalam nakas, ia menghubungi kedua teman nya untuk menanyakan tentang perjanjian bodoh yang istri nya akan lakukan. karena Adnan tidak menyukai nya sama sekali.


belum ada sehari di Lombok, kau sudah membuat ku gila !


Guys makasih sudah Like dan Vote serta Komen semoga suka dengan cerita ini :)