
Setelah beberapa minggu akhirnya Elea kembali pulang dan beraktivitas, hanya saja ia tidak mengajar sebagai guru lagi karena untuk proses penyembuhan Elea disuruh mengundurkan diri untuk satu tahun berobat jalan agar pemulihan nya berjalan dengan lancar.
Dokter Adnan melarang keras Elea untuk melakukan aktivitas berat, karena Elea tidak bisa mengangkat beban berat , berjalan saja tidak bisa cukup lama. Karena perut nya masih sakit.
Dan keputusan Alvin sudah bulat, untuk melanjutkan magister nya di Jakarta, ia tidak ingin terjadi suatu hal apapun kepada Elea, ia benar-benar akan menjaga Elea. Dan keputusan itu disetujui oleh dokter Adnan, bagaimana pun Alvin sudah mulai magang di Rumah Sakit milik dokter Adnan.
" Makan dulu yuk!" ucap Aleyna, suasana hangat seperti beberapa tahun lalu ketika Alvin dan Elea masih duduk di bangku sekolah, mereka makan bersama sambil bercanda gurau.
walau bukan anak kecil lagi, tapi mereka masih tetap bersikap manja apalagi Elea yang selalu manja dengan Daddy ataupun Kakak nya. Sayang sekali Aleyna tidak bisa memberikan mereka seorang Adik, Adik yang dulu dikandung Aleyna keguguran, sampai sekarang Aleyna tidak diberi kepercayaan lagi untuk hamil, padahal usianya sudah tidak muda lagi, Aleyna hanya menginginkan kedua anak nya bahagia sampai maut memisahkan.
" Makan yang banyak ya anak Momy!" ucap Aleyna.
" Siap Momy. Aku kan kangen masakan momy" ucap Alvin
Memang Alvin sudah lama tidak merasakan masakan enak Mama nya, memang di rumah banyak Asisten rumah tangga akan tetapi, Aleyna yang memasak semua masakan untuk keluarga nya.
Di tengah kesibukan mereka yang sedang menyantap makan siang, tiba-tiba saja ada Pak Anwar security rumah dokter Adnan datang membawa dua lembar surat yang di peruntukan kepada Alvin dan juga Elea
" Permisi Pak, maaf menganggu makan nya semua, saya cuma ingin mengantarkan surat. tadi ada kurir kantor pos datang ke rumah membawa dua surat ini" ucap Pak Anwar sambil menaruh surat itu di meja.
" Ya terimakasih!" sahut dokter Adnan.
" Surat apa itu Daddy?" ucap Elea yang merasa penasaran.
Tapi dr. Adnan menyuruh mereka untuk melanjutkan makan, namun setelah selesai makan, baru mereka membuka nya.
***
Setelah selesai makan hampir dua puluh menit, Alvin menuntut Elea ke ruang televisi untuk membaca surat yang diberikan kantor pos tersebut yang bahkan surat itu ditujukan untuk Alvin dan juga Elea.
" Apaan si kak, perasaan aku tidak pernah berbuat kesalahan...." ucap Elea yang merasa heran dengan isi surat itu, Alvin masih fokus membaca isi surat.
Isi surat
Kepada : sdr Alvin Geraldy Adnan
sdr Eleanor Tsabit Nameera Adnan.
From: Elementary Senior internasional High School, Jakarta pusat.
Hai teman-teman, angkatan ke X. Saya romario sebagai anggota osis ingin mengundang teman-teman semua berkumpul dan silaturahmi dengan sesama , membangkitkan rasa kebersamaan dengan mengajak teman-teman berkumpul kembali setelah sepuluh tahun lama nya berpisah. Saya harap teman-teman bisa pergi ke acara Reoni, yang akan di laksanakan pada.
Hari : Sabtu, 18 november 2022
pukul: 17.00- selesai
tempat: Aula sekolah
Terimakasih.
***
Alvin merasa senang bahkan sudah lama mereka tidak saling bertemu, bahkan dengan Dannies sekalipun, Dannis anak dari dr.Daniel dan Susan.
sementara Elea juga merasa bahagia , ia ingin bertemu Kiara dan Karin yang sudah lama tidak berkomunikasi, bahkan terakhir Elea bertemu dengan Kiara di restoran kopi, Kiara bekerja di Starbucks beberapa tahun lalu, Dan Karin kuliah di Malang bersama Dannies , tapi sampai sekarang Elea tidak mengetahui kabar mereka, karena ponsel yang dulu Elea sempat punya bisa hilang.
" Aku ikut kak!" ucap Elea yang nampak bersemangat, sementara Alvin merasa tidak yakin Elea bisa ikut reuni.
" Aku tidak yakin kamu bisa kuat, apalagi kan ada Rangga!" ucap Alvin yang meledek Elea.
" Apaan si kak! aku sudah berdamai dengan masa lalu, buat apa mengharapkan orang yang tidak pernah mengharapkan aku!" ucap Elea
" Tapi, kalau dia masih berharap bagaimana?" ucap Alvin sambil menatap Elea
" Biarkan saja, toh dia dimana disaat aku membutuhkan dia, disaat aku berharap sepenuhnya ke dia, tapi yang ada malah dia pergi meninggalkan aku!" ucap Elea sambil sedikit kesal namun elea yakin sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri.
" bagus deh, aku tidak ingin melihat kamu terpuruk, tapi aku tidak yakin daddy akan mengijinkan mu secara kamu harus istirahat dirumah selama satu tahun.." ucap Alvin sambil tertawa.
Elea melempar Alvin dengan bantal, karena merasa kesal.
" Kak, lagian strees kali dirumah selama setahun, kalau bisa bertapa sekalian biar dapet ilmu!" Ringkas Elea merasa kesal.
" Iya maaf, aku akan mengusahakan dan bilang ke Daddy...." ucap Alvin sambil merayu Elea agar tidak marah.
" Nah gitu dong, baru kak Avin, bisa saja kan Kiara ikut dan kak Alvin bisa bertemu.." sambil meledek Alvin.
" Aku berharap itu, tapi kalau memang sudah takdir dimana pun aku dan kiara akan bertemu." ucap Alvin.
" Emang cuma kakak doang yang tidak tertarik dengan wanita asing ya kak, padahal mereka lebih smart dan seksi, nggak kayak si itu tuh!" yang Elea malas saja menyebut namanya, padahal ia menyindir Rangga.
" Katanya sudah berdamai?" sahut Alvin.
" Iya kak, yaampun aku benar-benar sudah berdamai, apalagi sekarang ada Mas Saka, yang lebih dewasa, lebih sayang ke aku. " ucap nya.
" Ya bagus lah, kalau kamu sudah membuka hati dan membuka mata mu secara lebar, kalau dunia itu tidak sempit bukan hanya satu orang saja bahkan jutaan orang, masa kamu masih nyari satu orang yang bahkan tidak mengharapkan kehadiran kamu?" ucap Alvin sambil membelai rambut Elea, penuh dengan kasih sayang.
" Kak mau kemana?" ucap Elea yang memanggil Alvin yang hendak bergegas pergi.
" Mau ngambil handphone sekalian mau transfer uang ke Romario!" sahut nya.
" Sekalian ya!" ucap Elea nampak sumringah
Alvin hanya menggelengkan kepala saja, tapi ia sedikit bahagia karena Elea sudah berdamai dengan dirinya sendiri.