My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Hamil lagi ?



Akhirnya setelah mengelilingi mal besar dan membeli laptop yang di inginkan, Aleyna pun mampir sejenak di toko baju untuk anak bayi,karena Aleyna sangat ingin membeli baju baru yang amat lucu, yang berbentuk buah buahan seperti nya cocok untuk Alvin dan Elea yang memiliki tubuh gemuk menggemaskan, apalagi alvin jika memakai baju berbentuk buah semangka dan Elea yang memakai baju berbentuk buah strawberry, karena memang tubuh Elea lebih kecil di banding Alvin.


Aleyna tidak bisa membayangkan bagaimana, melihat kedua anak nya jika memakai baju lucu berbentuk buah buahan tersebut.


" Sayang, aku ngga bisa bayangkan kalau sampai kedua anak kita memakai baju ini"Ucap Aleyna sambil menunjuk baju bayi yang ia inginkan.


" Aku lebih menyukai baju bergambar hewan, yang beruang untuk Alvin dan yang panda untuk elea, mereka lebih lucu kalau mengenakan ini " Ucap Adnan sambil menunjuk baju bergambar hewan


" Nggak, yang ini saja!" Ucap Aleyna sambil menarik lengan Adnan


" Tidak sayang, aku menyukai baju itu!" Ucap Adnan lagi


mereka memang kadang sering berselisih paham untuk hal kecil seperti ini, padahal mereka bisa saja membeli dua baju sekaligus dengan gambar yang berbeda tapi, ada saja keributan kecil yang membuat mereka semakin lucu, sampai pekerja di toko baju bayi itu pun sampai tertawa melihat tingkah kedua nya.


" Mbak, ada ukuran lebih besar ngga buat baju bergambar semangka?" Ucap Aleyna kepada pelayan tersebut


" Sayang, Alvin lebih cocok pake baju bergambar beruang, jangan buah semangka nanti dia lembek !" Ucap Adnan sambil menarik tangan Aleyna


" Nggak, aku mau yang ini !" Ucap nya kekeh dengan pendirian nya.


lalu, Adnan pun pergi ke arah tempat baju bergambar hewan karena ia sangat menyukai nya dan meninggalkan Aleyna sendiri bersama pekerja toko baju tersebut.


Tiba tiba saja pekerja di toko baju itu pun datang dengan membawa dua baju berukuran besar yang sekira nya cocok untuk Alvin yang chubby.


" Ini mbak, cocok untuk Adik mbak?" Ucap pekerja itu, dan memberi kan baju ke arah Aleyna


" hah? Adik ? saya membeli nya untuk anak saya, bahkan saya tidak mempunyai adik!" Ucap Aleyna dengan tegas , sampai membuat pelayan toko itu salah tingkah karena salah menyebutkan.


" Maaf, saya kira untuk adik nya Mbak!" Ucap nya lagi


" Yasudah, saya mau yang ini saja, dan baju bergambar strawberry tadi! " Ucap Aleyna sambil mencari tahu dimana keberadaan Adnan , mata nya masih mencari kesana kemari.


" Baik, bisa tunggu di kasir depan ya mbak" Ucap nya


Lantas Aleyna pun segera mencari tahu keberadaan Adnan, dan tepat saja Adnan sedang memilih baju bergambar hewan ntah, itu memang lucu tapi menurut Aleyna lebih lucu lagi kalau anak nya memakai baju buah buahan karena terlihat lebih fresh dan menggemaskan.


" Aku sudah membeli baju nya" Ucap Aleyna sambil menyenggol tubuh Adnan


" Aku juga mau membeli nya " Ucap Adnan sambil memasang wajah menyebalkan untuk Aleyna


" Yasudah, terserah kamu yang penting baju ku lebih lucu !"


" nggak, aku yang lebih lucu!"


" Mas, ahhh... "


" Sayang !"


Akhirnya, Adnan pun memilih baju beruang dan Panda yang berbentuk seperti sweater namun bahan nya memang sangat tebal sekali, ia memang menyukai nya.


" Jadi, mau yang mana ?" Ucap Pelayan itu sambil melirik ke arah Adnan dengan tatapan konyol nya.


Aleyna pun memperhatikan gerak gerik pelayan yang kecentilan itu, ia ingin sekali melayangkan sebuah pukulan maut untuk wanita ganjen seperti pelayan toko ini, padahal Aleyna sedang bersama Adnan , tapi ia masih berani memandang Adnan terus menerus.


" boleh di percepat mbak, jangan memandang suami ku terus menerus nanti bisa bisa, aku colok kedua mata mu !" Ucap ketus Aleyna sampai membuat Pelayan toko itu begitu malu karena ketahuan menatap Adnan.


" Maaf mbak, bisa langsung menunggu di kasir depan " Ucapnya, lalu Aleyna dan Adnan pun bergegas untuk membayarnya.


" Maka nya jangan suka memandangi suami orang, ketahuan kan " Ucap salah satu teman pelayan tersebut


" Aku kira wanita itu adik nya, tapi aku salah mengira nya " Ucap nya


*


Akhirnya setelah berbelanja mereka pun pulang karena sudah merindukan kedua buah hati nya, apalagi Aleyna yang dari tadi memikirkan kedua anak nya, andai saja ia mempunyai banyak waktu, ia bahkan telah mengabaikan Alvin dan Elea akan tetapi Aleyna sedang berjuang untuk masa depan mereka, agar mereka bisa mengikuti jejak baik dari Adnan maupun Aleyna.


" Kamu ngga usah tebar pesona gitu!" Ucap Aleyna yang amat kesal


" Bukan aku, tapi kamu yang terlalu cemburuan " Ucap Adnan sambil menarik hidung mancung milik Aleyna


" Mas, sakit tau!" Rintih Aleyna


Mereka pun menuju parkiran di Mal tersebut untuk bergegas pulang dengan belanjaan masing-masing, niat nya memang hanya ingin membeli laptop saja tapi, mereka malah tertarik dengan baju baju lucu untuk kedua anak mereka.


*


Hanya butuh waktu setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sudah sampai di rumah, Aleyna sudah semakin lega karena ia merindukan rumah nya setelah seharian ini sibuk dengan perkuliahan nya.


" Bunda, Alvin dan Elea mana ?" Ucap Aleyna ketika memasuki rumah nya.


" Mereka sudah tertidur, bagaimana hari pertama kuliah mu, Nak?" Ucap Bunda Widya sambil merangkul tubuh Aleyna. sementara Adnan membawa barang belanjaan nya masuk ke dalam rumah sambil di bantu oleh Security rumah.


" lumayan melelahkan, Bun. tapi aku yakin bisa menjalani nya. hanya saja aku belum terbiasa meninggalkan Al dan El" Ucap Aleyna


" tidak apa apa, bunda senang jika menjaga Al dan El setiap hari"


" Bunda, sudah makan ? "


" Sudah nak, bunda harus pulang karena bunda ada kerjaan besok pagi "


" Kasihan, Ayah di rumah sendiri nanti nyariin, lagi pula tidak bunda tidak ingin menganggu kalian, takut nya kan El minta nambah Adik baru " Ucap nya sambil tertawa melirik ke arah Adnan dan Aleyna


" memang bunda mau kalau kita nambah anak lagi ?" Ucap Adnan sambil merangkul tubuh Aleyna


" Sayang, apa sih ! " Ucap Aleyna sambil menyenggol tubuh Adnan


" Bunda akan sangat senang sekali, kalau saja Aleyna hamil lagi " Ucap Bunda sambil tertawa


" tuh sayang, bunda saja setuju kalau kamu hamil lagi."


" Jangan dengarkan omongan Mas Adnan, bunda dia memang suka ngasal " Ucap Aleyna sambil mencubit perut Adnan


" Bunda pulang duluan yah!"


" Hati hati bunda "


Setelah menatap kepergian Bunda, akhirnya Aleyna pun masuk ke kamar anak nya yang berada di sebelah kamar nya, ia sangat merindukan dua anak kembar nya yang setiap hari bahkan setiap waktu mampu menghibur nya dalam keadaan sedih pun, mereka mampu membuat Aleyna bangkit dan ceria lagi, memang Alvin dan Elea adalah segala nya bagi Aleyna, karena Aleyna bahkan rela kehilangan masa muda nya hanya untuk dua buah hati nya.


Ia mengecup kening kedua anak kembar nya, yang sudah tidur sangat lelap sekali.


" Maafkan Momy, Sayang. karena momy telah mengabaikan kalian demi masa depan momy, tapi momy janji perjuangan momy nanti untuk kalian juga ketika kalian sudah besar nanti. momy sayang kalian, selamat tidur my baby twin."


Aleyna merasa terharu, ia pun kembali ke kamar nya sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi nya, ia memang cengeng karena ia begitu sayang bersalah kepada kedua anak nya.


" Sayang, mandi dulu " Ucap Adnan yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk piyama nya


" Dingin sayang." Ucap Aleyna sambil merebahkan tubuh nya ke kasur karena lelah seharian ini


" Ada air hangat, jangan malas malasan sayang, bukan kah kita akan merencanakan adik baru untuk Alvin dan Elea ?" ucap Adnan sambil menarik tangan Aleyna agar ia bangun dari rebahan nya.


" Mas, serius menginginkan anak lagi ?" Ucap Aleyna sambil beranjak bangun


" kalau mau kenapa ?" Tanya Adnan


" Yang benar saja, Alvin dan Elea saja masih bayi !" Ucap Aleyna sambil menelan ludah nya karena mendengar pengakuan Adnan


" Mandi dulu saja, Aku menunggu mu !" Ucap Adnan sambil mengedipkan salah satu bola mata nya


" Males sayang!" Ucap Aleyna karena memang ia malas mandi


" Ayo buruan, apa mau aku mandiin ?"


Ucap Adnan


" Mas?"


" kenapa, kamu mau aku mandii? tapi ada bonus nya ?" Ucap Adnan sambil tertawa nakal


" Pake bonus segala ?"


" Aku mana tahan !"


" Aku mandi sendiri saja" Ucap Aleyna yang langsung beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi.


Sementara Adnan pun menunggu nya di kasur, memang sekali nya mandi Aleyna memang sangatlah lama, sampai membuat Adnan begitu bosan menunggu nya. Akhirnya Adnan pun memutuskan untuk menyusul Aleyna menuju kamar mandi karena sudah hampir satu jam ia berada di kamar mandi.


" Sayang .. "


" Kamu sudah selesai mandi kan ?"


" Sayang ?"


Aleyna masih tidak bersuara, ia bahkan tidak menyahut panggilan dari Adnan, dan Adnan pun mulai mencari keberadaan Aleyna dibalik tirai kamar mandi , benar saja Aleyna tertidur sambil duduk di bangku tepat nya di dekat cermin besar tempat khusus skincare dan perlengkapan untuk mandi.


Adnan menghela nafas sambil melingkarkan kedua lengan nya di pinggang, ia sudah hampir satu jam menunggu Aleyna mandi akan tetapi, ia malah tidur di ruangan khusus perawatan wajah dan tubuh.


" Dasar anak kecil? aku kira kamu mandi! bisa bisa nya kau membuatku menunggu" ucap Adnan


Ia langsung menggendong tubuh Aleyna ke kasur,dan membaringkan tubuh Aleyna, karena Aleyna sendiri memang belum mandi , hanya gosok gigi dan mencuci muka saja karena masih ada sisa sisa busa sabun di wajah nya, akhirnya Adnan pun menggantikan baju Aleyna dengan baju tidur, mungkin saja Aleyna sangat lelah dengan semua aktivitas nya seharian ini, Adnan pun mengubur hasrat nya untuk bercinta malam ini. Karena ia mengerti, Aleyna cukup lelah ia tidak ingin memaksa Aleyna untuk melakukan nya, apalagi ia sudah tertidur seperti ini.


Setelah menggantikan baju tidur untuk Aleyna , ia pun menarik selimut sampai ke dada Aleyna dan mematikan lampu kamar nya, lalu ia tidur di samping Aleyna sambil memeluk tubuh nya dengan sangat erat.


aku tahu, mencintai mu tidak lah mudah . kau bahkan gadis kecil yang aku nikahi, aku bahkan harus lebih sabar menghadapi mu.


Adnan memang sudah tidak asing dengan sikap Aleyna yang seperti ini, namun ia memang sabar menjaga Aleyna karena rasa cinta dan rasa sayang nya yang besar kepada Aleyna, ia memang sadar telah merampas masa muda Aleyna yang memang harus nya ia menghabiskan nya masa muda nya dengan teman teman sebaya nya, namun ada sisi baik dari Aleyna dia memang tidak pernah mengeluh menjalani ini semua bersama Adnan, dan Adnan begitu bangga di balik sikap malas dan childish nya, Ada sikap baik yang membuat Adnan begitu bangga kepada Aleyna, karena ia mampu mengurus kedua buah hati nya, di usia nya yang masih muda. sosok keibuan muncul ketika ia sudah memiliki buah hati.


maafkan aku, terlalu mencintai mu.


Adnan pun memejamkan kedua mata nya karena hari sudah semakin gelap, dan ia memeluk Aleyna dengan sangat erat dan berharap esok dan seterus nya ia bisa seperti ini terus, dengan Aleyna. belahan jiwa nya.


Ayo dong Vote yang banyak,karena dua hari ini author libur jadi punya banyak waktu untuk up .


Guys Vote dan Like serta Komen


agar author semangat