
Elea beserta Karin dan Kiara pun duduk di ruang bimbingan konseling untuk pertama kali nya, padahal mereka baru saja masuk dan menjadi murid baru di Emily's Internasional high school, tapi sudah membuat masalah.
Pak Angga selaku guru bimbingan konseling pun datang dan duduk di hadapan mereka, suasana menjadi hening ketika Pak Angga baru saja datang.
" Ini peringatan untuk kalian, karena kalian murid baru di sekolah. saya masih memberikan toleransi kepada kalian. " ucap Pak Angga
" Jadi kita nggak jadi di hukum?" tanya Elea merasa heran sementara Karin dan Kiara sibuk menarik lengan baju Elea agar cepat keluar dari ruangan mengerikan ini.
" Eleanor, apa kamu mau saya hukum?" ucap Pak Angga sambil melotot ke arah Elea.
" ummm, nggak juga Pak Angga. Terimakasih ! lain kali saja. " ucap Elea dengan polos nya.
" Saya tidak ingin melihat kalian makan ketika sedang upacara bendera. " ucap nya sambil memperingati.
" Iya Pak, tenang saja. " ucap Elea
" Iya kita bertiga minta maaf Pak. Angga." ucap Kiara
" Kalau gitu, kembali ke kelas masing-masing!" ucap Pak Angga.
Kemudian Elea beserta kedua sahabatnya kembali ke kelas mereka, yaitu kelas X3. sebelum nya Elea beserta kedua sahabatnya melewati kelas X1 tepat nya di kelas Alvin, Dylan dan juga Rangga.
Kebetulan kelas X1 sudah melaksanakan masa orientasi, hanya mereka bertiga yang masih berkeliaran di luar kelas.
" Kak Alvin...." ucap Elea sambil melambaikan tangan di kaca jendela yang bening tersebut.
Namun, Alvin pun tidak mendengar dan tidak melihat kalau Elea sedang berdiri dan melambaikan tangan nya di jendela.
" Dylan.... " ucap Kiara sambil melambaikan tangan nya.
" Yaampun, itu tampan sekali." ucap Karin sambil menunjuk ke arah Rangga yang sedang duduk
kebetulan Rangga memang satu bangku dengan Alvin.
" el, siapa dia?" ucap Karin sambil menunjuk ke arah Rangga.
" Hahah, hanya manusia kulkas yang hidup di jaman sekarang. " ucap Elea sambil menatap Rangga dengan tatapan yang amat sensi.
" Kok ganteng banget! kayak nya aku jatuh cinta deh!" ucap Karin sambil tersenyum ke arah Rangga dan Rangga menyadari, ia melihat Elea beserta kedua sahabat nya sedang mengintip di jendela kelas X1.
" Ah gila! Apa jatuh cinta semudah itu?" ucap Elea merasa heran.
" Bukan kah, kamu juga seperti itu ketika melihat kak juno?" ucap Kiara
" Karin lebih gila dari aku. hahaha!" ucap Elea
" Enak saja, bisa jadi kamu lebih gila el." ucap Karin
" el,kapan-kapan aku main deh ke rumah kamu. " ucap Kiara.
" Sedang apa kalian ?" ucap salah satu ketua osis yang sedang membimbing kelas X1 .
Elea dan kedua sahabat nya ketahuan sedang mengintip anak kelas X1 yang sedang melaksanakan kegiatan masa orientasi.
Ketua Osis bernama Tubagus adi pamungkas atau di sapa Kak bagus, pun keluar dan menyuruh Elea beserta kedua sahabat nya untuk masuk ke kelas X1.
" Apa yang kalian lakukan? memang nya kalian tidak masuk ke kelas masing-masing?" ucap Kak Bepe panggilan akrab nama nya.
" Kak kebetulan kita cuma lewat saja, tidak apa-apa kan " ucap Elea sambil menyenggol tubuh kiara dan juga Karin.
" Ah, iya kak! masa kita bertiga mau ngintip sih, ah nggak mungkin." ucap Karin sambil tertawa juga.
" lebih baik kalian masuk." ucap Kak Bepe yang mengira kalau Elea dan juga kedua sahabatnya adalah anak kelas X1 padahal Elea dan kedua sahabat nya itu anak kelas X3.
" Baik kak." ucap Elea dan kedua sahabat nya yang nampak girang ketika mereka di suruh masuk ke kelas X1.
*Akhirnya,bisa satu kelas sama anak beruang, maksud ku manusia kulkas.
Ah, Elea! apa yang ada di pikiran mu*.
Elea langsung membuang pikiran nya tentang Rangga, padahal ia sama sekali tidak ingin satu kelas dengan Rangga, tapi mengapa manusia kulkas itu melintas di pikiran nya begitu saja.
Ah, rasanya aneh sekali.
Elea sadar Elea ,jangan sampai Rangga memenuhi memori di dalam pikiranmu.
" Ayo masuk el!" ajak Karin sambil menarik lengan Elea.
Kemudia Elea beserta Kiara dan Karin pun masuk ke kelas X1, mereka padahal sudah mengetahui , ini bukan kelas nya tapi setidak nya Elea mengetahui murid perempuan yang berani mendekati saudara kembar nya, ataupun Dylan beserta Rangga?
Ah, mengapa Rangga lagi.
Ah, Elea tidak perduli tentang Rangga. Elea tidak perduli siapapun yang mau dekat dengan Rangga atau bahkan Karin yang mengaku menyukai Rangga
Bodoamat! Aku tidak perduli.
Kak Bepe selaku kakak pembimbing kelas X1. menyuruh Elea dan kedua sahabat nya untuk memperkenalkan diri masing-masing di depan kelas.
Sementara Rangga hanya memasang wajah dingin nya, ia tidak perduli dengan Elea maupun murid-murid lain disekitar nya. Dylan yang duduk dibelakang Alvin dan Rangga, ia menepuk bahu Alvin.
" Kali ini, si gembul benar- benar membuatku gila!" ucap Dylan sambil menepuk bahu Alvin.
" Aku bahkan ingin menyeret nya keluar, anak nakal." bisik Alvin.
" Aku tidak yakin kalau dia itu saudara kembar mu? karena perbedaan diantara kalian cukup jauh. " ledek Rangga.
" Aku yakin Elea, bukan anak nakal. tapi,dia sedikit jail." ucap Alvin yang membela adik nya itu.
Seluruh penghuni kelas X1 pun bersorak, bak kedatangan artis dari luar kota, bahkan sesekali ada yang bersiul ketika melihat Elea dan juga kedua sahabatnya masuk ke kelas X1, wajar saja mereka bersorak apalagi siswa laki-laki,mereka bahkan banyak yang menggoda Elea dan juga karin beserta Kiara.
Semenjak masuk, dan juga semenjak tadi kena hukuman Elea dan juga kedua sahabatnya sudah sangat terkenal apalagi mereka memiliki paras cantik dan juga menggoda membuat para murid laki-laki itu terpana.
Sementara Alvin dan juga Dylan sudah mengepal kan tangan, mereka bersiap akan menghajar murid laki-laki yang berani menggoda Elea. Karena Elea adalah tanggung jawab mereka. Apapun, yang terjadi mereka siap melindungi Elea.
" Silahkan perkenalkan diri. " ucap Kak Bepe yang mempersilahkan Elea dan kedua sahabat nya untuk memperkenalkan diri di depan kelas X1.
" Nama ku Eleanor tsabit Nameera, panggil saja el. " ucap Elea sambil tersenyum dan membuat murid laki-laki penghuni kelas X1 pun bersorak.
" Kalau panggil sayang, boleh tidak?" ucap salah satu murid laki-laki yang berani menggoda Elea.
Kelas X1 pun ramai, dan membuat Alvin dan juga Dylan harus berdiri, Alvin menghampiri Elea dan juga kedua sahabat nya.
Sebelum nya, Alvin meminta ijin kepada Kak bepe untuk membawa Elea keluar dari kelas X1.
" Maaf, Kak sebelum nya. Elea adalah saudara kembar ku, dia bukan anak kelas X1, tapi dia salah kelas. " ucap Alvin
Sementara Kak Bepe masih kebingungan, ia tidak mengerti .
Alvin pun menarik tangan elea dengan sangat kencang,ia bahkan menarik elea sampai ke luar kelas, dan kedua sahabat nya ikut keluar.
" Kak alvin, lepasin! sakit tau.... " ucap Elea sambil meronta.
" Apa maksud kamu? " ucap Alvin
" Aku di suruh masuk sama kak bepe, tanya saja kepada Karin dan Kiara. " ucap Elea sambil menunjuk kedua sahabat nya.
" Iya, tadi kami di suruh masuk sama Kak Bepe, bener kok vin.!" ucap Kiara
" Kalian ini, membuat seisi kelas menjadi gaduh!" ucap Dylan
" lagi pula,el bosan. kalau boleh el satu kelas sama kak Alvin." pinta Elea sambil merengek,itu lah kebiasaan Elea.
" Sekarang, kamu masuk ke kelas. Aku tidak ingin melihat kamu berkeliaran apalagi kalau salah masuk kelas. " ucap Alvin sambil bergegas pergi.
" Apa mau aku antar?" ucap Dylan
" Tidak usah! Aku bisa sendiri. " ucap Elea sambil bergegas pergi meninggalkan Dylan, dan di susul oleh kedua sahabatnya.
" Bye Dylan!" ucap Kiara dan Karin.
Mereka mengejar Elea, dan mulai masuk ke kelas masing-masing.
Begitulah,Elea dia akan luluh kalau Alvin memarahi nya,apalagi kalau ia sudah melihat kemarahan di wajah Alvin, ia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ohiya, visual Karin nanti menyusul! Okay!
Jangan lupa dukung Author, dan terimakasih sudah mengikuti Giveaway, dan juga sudah gabung di group chat.
Like, komen dan Vote nya di tunggu hehehhe.....