My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
day 3~ Berakhir



Alvin ragu untuk memeluk Kiara, jantung nya berdetak dengan sangat kencang, tapi ia tidak bisa melihat Kiara menangis, hati nya ikut hancur seakan ia merasa bersalah, Akhirnya Alvin pun memberanikan diri dengan memeluk Kiara, meski kedua lengannya begitu gemetar, nampak nya Kiara nyaman menangis di bahu Alvin.


" Aku nggak mau kehilangan ayahku, sudah cukup aku kehilangan mama tiara, ibu dan ayah kandungku...."


" Tuhan tidak akan menguji hambanya, aku yakin kamu kuat, sekarang kita berdoa untuk kesembuhan ayah kamu ra..."


Kiara nampak lebih tenang berada di sisi Alvin, ntah Kiara sudah mulai menyayangi Alvin, ia nampak terpesona ketika Alvin mengaji dan membimbing Kiara untuk mendoakan ayahnya, suara merdu dari Alvin bahkan membuat hati Kiara begitu tenang.


" Vin, entah semakin kita dekat, semakin aku takut untuk kehilangan...."


Kiara tersenyum ke arah Alvin.


" Vin, terimakasih aku sudah jauh lebih tenang, karena kamu!"


Alvin merasa heran, tapi ia bahagia mendengar ucapan kiara.


" Bagus deh, kalau gitu. Jangan terpuruk lagi, serahkan semuanya kepada tuhan, dia yang maha memberi segala nya...."


" Iya vin, aku bersyukur bisa dekat dan mengenal kamu, andai saja di dunia ini lelaki seperti mu banyak , pasti aku tidak akan salah memilih...."


" Memangnya kamu mau pilih sebagai apa?" Tanya Alvin


" Sebagai calon suamiku nanti..." Ucap Kiara, alvin terpukau dengan ucapan Kiara, ia salah tingkah namun dengan segera Alvin menyembunyikan nya.


" Kalau sudah ada didepan mata, bagaimana?" Tanya Alvin sambil menatap wajah kiara


" Nona kiara?" Sahut dokter yang memanggil nya.


Baru saja hendak merayu, tapi ada saja penghalangnya. alvin memang kurang beruntung.


" Iya dok, bagaimana keadaan ayah saya...."


" Untung saja kami masih bisa menyelamatkan nya, ayahmu sedang beristirahat, dan dokter daniel mengatakan kalau ia akan kembali besok pagi...."


" Terimakasih dokter, akhirnya ayah bisa selamat...."


" Iya itu semua atas kehendak yang maha kuasa...."


Alvin pun menghampiri, dan tersenyum ke arah kiara, ia merasa lega bisa mendapatkan kabar baik tersebut, Ayahnya Kiara pun langsung di pindahkan ke ruang rawat, sementara Alvin pamit untuk pulang, karena ia harus pergi ke sekolah.


" Vin, maaf merepotkan mu, kamu sampai tidak tidur semalaman gara-gara temani aku?" Ucap Kiara yang merasa tidak enak hati.


" Tidak apa-apa, kalau gitu aku pulang dan bersiap ke sekolah, aku janji pulang sekolah nanti aku akan menemui mu lagi...."


" Tidak usah vin, merepotkan saja...."


" Aku senang bisa melihatmu tersenyum kembali, kalau gitu aku pulang yah..."


" Iya hati-hati vin...."


" Ra...." Ucap Alvin yang kembali menghampiri kiara.


" Loh katanya mau pulang?" Ucap Kiara yang merasa heran.


" Hehehe iya ra, aku pulang ya..."


" Iya vin, udah sana...." Kiara langsung menutup pintu dan tersenyum menatap tingkah Alvin yang begitu aneh.


Alvin pun meninggalkan rumah sakit tersebut, ia memang kurang tidur semalaman, tubuhnya begitu lemas. Tapi, semangatnya tidak pernah luntur, apalagi kalau mengingat penderitaan yang Kiara alami.


" Aku tidak ingin melihatmu bersedih lagi ra..."


****


Elea dan juga karin nampak terkejut mendengar penjelasan dari Alvin, karena tiba-tiba saja Kiara pergi tanpa sebab, sampai Elea mencurigai adanya maling yang mencuri sosok manis kiara di rumah ini.


Tapi, setelah Alvin datang ternyata dugaan Elea salah, Kiara pergi bukan karena di curi melainkan ayahnya sedang kritis.


" Kalau gitu, pulang sekolah kita harus pergi ke rumah sakit!" Ucap Elea, bahkan di setujui oleh Karin.


" Aku terlalu sibuk mengurus diri sendiri, sementara Kiara menderita...." Ucap nya.


Day 4


~


Sudah hampir empat hari Rangga tidak masuk sekolah begitu juga dengan Meghan, ntah sampai kapan Elea harus mencari tahu keberadaan Rangga, sementara ia sendiri tidak menghubungi elea.


Perlahan, Elea sudah mulai tenang, ia tidak ingin fokus hanya memikirkan rangga saja, di samping lain ada Kiara yang membutuhkan dukungan dari nya.Sebagai sahabat, Elea dan juga Karin ingin menjenguk Ayah dari Kiara yang sedang terbaring lemah.


Sepulang sekolah, Elea dan juga Karin sudah merencanakan untuk pergi ke rumah sakit, tidak lupa Dylan dan juga Alvin ikut menjenguk, apalagi Alvin sudah berjanji akan menemui Kiara kembali, ia sudah tidak sabar .


Mereka membawa berbagai macam buah-buahan, untuk menjenguk Ayah kiara. Alvin dan juga dylan sudah lebih awal datang karena memang, Elea lupa membeli makanan atau cemilan ringan untuk Kiara, karena ia mungkin sudah kelaparan, Elea dan Karin mampir sejenak ke supermarket yang berada di samping rumah sakit Indo sehat.


" Aku mau ice cream!" Ucap Karin


" Ambil saja! "


Elea tidak mau ambil pusing, ia juga ingin menyantap ice cream untuk sekedar melampiaskan rasa kekesalan nya.


" Tadi kak alvin bilang, ruangannya di mana?" Ucap Elea yang nampak bingung, karena ia lupa dimana ruangan tempat Ayah nya kiara di rawat.


" Aku nggak tahu, coba deh telpon Alvin!" Sahut karin sambil menyantap ice cream , dan menjilat nya penuh kenikmatan.


Elea mengeluarkan ponsel, ia menekan nomor Alvin, namun ternyata handphone Alvin tidak aktif, ia hendak menelpon Dylan namun percuma karena handphone Dylan berada di tangan karin.


" Dasar bucin, bagaimana kita bisa tahu ruangan nya...." Ucap Elea yang memarahi Karin, karena handphone Dylan ada di genggaman nya.


" Kalau menurut aku sih, ruangan Anggrek, kayaknya ...." Sahut Karin yang mencoba mengingat nya.


" Yasudah kita pergi ke ruang anggrek, siapa tau ada keajaiban kan!" Ucap Elea sambil membawa beberapa cemilan.


" Nama ayah nya Kiara siapa ya?" Ucap Karin sedikit lupa.


" Aku bahkan tidak tahu!" Ucap Elea.


Karin dan Elea menelusuri ruang rawat anggrek, ntah memang suatu firasat , Meghan sendiri di rawat di ruangan Anggrek, Rangga sedang menyuapi Meghan, sudah hampir empat hari ia tidak pulang dari rumah sakit, bahkan sudah empat hari rangga tidak bertemu dengan elea.


" Ga, terimakasih sudah menemani aku, aku menyayangimu Ga...." Ucap Meghan sambil menggenggam tangan Rangga dengan sangat kuat.


Rangga hanya tersenyum, untuk menghibur Meghan, namun meghan dengan keras kepala ingin mendengar ucapan sayang dari Rangga.


" Kok diam saja? Kamu sayang kan sama aku Ga!"


" Rangga....."


" Aku nggak mau makan, kalau kamu nggak bilang sayang sama aku!" Ucap Meghan sambil cemberut.


" Aku menyayangimu Meghan....." Ucap Rangga.


Tiba-tiba saja pintu kamar Meghan terbuka dengan sangat kencang, Elea berdiri di depan pintu sambil menatap ke arah dalam, perasaannya hancur ternyata orang yang selama ini ia cari sedang bersama wanita lain.


Elea terdiam memaku, makanan yang kini ia bawa jatuh berserakan, bahkan karin yang melihat Rangga sedang menemani Meghan pun nampak terkejut.


Rangga menatap ke arah elea, ia melepas tangan meghan.


" Elea?"


Rangga berusaha mengejar elea, namun elea berlari dengan sangat kencang, hati nya hancur, sakit dan teriris, selama empat hari elea berusaha mencari kabar dari rangga, tapi Rangga dengan senang hati menemani Meghan yang sedang terbaring lemah, sementara rangga tidak memikirkan perasaannya.


Elea berlari, sambil menangis ia tidak bisa menahan air mata nya, ia begitu terkejut melihat Rangga sedang bersama elea.


" El, tunggu...."


Karin menghampiri elea, ia mengejar elea. Karin merasakan sakit yang amat dalam.


" El, aku mohon berhenti el...."


Rangga berusaha mengejar elea, ia ingin menjelaskan semuanya kepada elea, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara ia dan juga meghan.


" Ga, aku mohon jangan pergi...."


" Aku nggak mau sendirian ga..."


" Jangan tinggalkan aku rangga!"


" Rangga....."


Rangga tetap pergi menyusul elea, ia menyuruh perawat untuk menemani meghan, namun keadaan Meghan tidak bisa terkendali terpaksa Meghan di berikan obat penenang agar ia bisa lebih terkendali.


Rangga mengejar Elea, dan ia menemukan elea sedang menangis di pelukan Karin. Sungguh kesalahan terbesar Rangga, ia tidak tega melihat elea menangis seperti ini.


" Aku bisa jelaskan semuanya elea ...." Ucap Rangga yang menghampiri elea


" Dasar ********, lebih baik tidak usah menemui elea lagi, kamu urus saja tuh cewek baru kamu!" Ucap Karin dengan sangat keras


" Jangan mengikuti masalah ku dengan Elea...." Ucap Rangga.


" Percuma, Elea membenci mu.... "


" Elea aku mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya...."


Rangga berdiri di hadapan Elea, elea pun beranjak ia menatap wajah rangga dengan sangat tajam.


" Aku bisa jelaskan semuanya el, aku mohon jangan salah paham!" Ucap rangga sambil menggenggam tangan elea, namun elea menggibas nya.


" Kita putus!"


Tiba-tiba saja elea mengeluarkan kata-kata yg seharusnya tidak dia ucapkan, tapi hati nya terlanjur sakit, apalagi ketika ia mendengar ucapan sayang rangga kepada Meghan.


" Aku nggak mau putus elea...."


" Aku benci kamu ga, ternyata aku bukan prioritas utama kamu, aku salah telah mencintai mu terlalu dalam ga...."


" Jangan berbicara seperti itu elea, aku tidak ingin pisah dari kamu...."


" Tidak ada yang perlu di jelaskan Rangga, Mungkin selama ini aku yang terlalu bawa perasaan terhadap kamu, tapi kamu sama sekali tidak, aku salah telah jatuh terlalu dalam , aku menyesal telah mengenal mu...."


Elea berlari meninggalkan Rangga, namun air matanya tetap terus menetes, apa harus sesakit ini, melihat orang yang di sayang, bahagia bersama wanita lain.


" Elea......"


Rangga berusaha mengejar Elea, namun karin menyuruh Rangga untuk memberi waktu untuk elea, agar ia bisa tenang.


" Mungkin sekarang, sudah waktu nya ga. elea begitu kecewa, setelah apa yang dia lakukan untuk mu..."


Rangga semakin kesal, ia hampir menendang bak sampah yang ada di pinggir nya.


" Aku tidak ingin berpisah dari mu elea..."


Rangga duduk sejenak, ia memang bersalah tidak mengabari Elea sama sekali, hal ini yang Rangga takutkan, dan hari ini terjadi dengan nya.


NOTE : GUYS, Namanya hubungan nggak selamanya mulus kayak bihun kan, pasti ada aja kerikil nya.


duh kok author nyesek yah.


yuk, Omelin Rangga rame-rame di kolom KOMENTAR!!!


NIH, PELAKU NYA.....