My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Sang pelindung



Elea langsung berlari masuk ke dalam rumah, ia bahkan mengabaikan security dan juga supir pribadi rumah yang dengan ramah menyapa elea, namun elea malah mengacuhkan mereka.


dengan wajah kesal, apalagi elea merasa bersalah dengan kak juno, apalagi sifat saudara kembar nya yang membuat elea begitu murka.


" Sayang, udah pulang?" ucap Aleyna yang baru saja selesai pedicure dan manicure di rumah, kebetulan Aleyna sengaja memanjakan diri di rumah.


malah ia sengaja memanggil pekerja salon kecantikan untuk datang ke rumah nya.


Elea tidak menjawab pertanyaan momy nya sendiri, bahkan ia terus berlari menaiki anak tangga satu persatu dengan wajah cemberut dan pipi nya yang mengembang.


" apa yang terjadi dengan Elea?".


Aleyna langsung menghentikan perawatan kuku nya, ia langsung menaiki anak tangga untuk menyusul elea, apalagi ia melihat perban yang menempel di dahi elea, dan membuat Aleyna begitu khawatir setelah ia mendengar kalau elea pingsan karena tertimpuk bola basket.


" Elea, buka pintu nya sayang!" ucap Aleyna yang mengetuk pintu kamar elea.


" Elea ingin sendiri mom, jangan mengganggu elea. " ucap nya sambil berteriak.


" Momy ingin tahu keadaan kamu, apa kamu baik-baik saja?" ucap Aleyna sambil merasa cemas.


" Elea baik-baik saja. " ucap nya


" Momy khawatir nak, kita makan dulu abis itu kita pergi ke rumah sakit yah! momy tidak ingin kamu kenapa-napa sayang." ucap Aleyna


" Tidak usah mom, aku baik-baik saja. " ucap Elea


Aleyna pun menghela nafas, ia sudah cape membujuk elea yang memang keras kepala.


Tiba-tiba saja Alvin datang dengan wajah kusut dan rambut yang berantakan, tidak biasanya Alvin berpenampilan barbar seperti ini, karena Aleyna sangat mengetahui sifat dan karakter kedua anak kembar nya.


Aleyna menghampiri Alvin


" Sayang, baru pulang?" ucap nya sambil menyentuh bahu Alvin.


" Iya mom.... " jawab Alvin dengan singkat nya.


" Alvin, katakan ada apa sebenernya?" ucap Aleyna yang merasa heran dengan perubahan sikap kedua nya.


" Tidak ada apa-apa, Kalau gitu Alvin ke kamar dulu, Alvin mau istirahat mom. " ucap Alvin sambil membawa kunci ganda, kebetulan kamar mereka di buat satu ruangan namun ada tembok pembatas dan juga satu pintu, Alvin selalu membawa kunci ganda, karena Elea selalu mengunci pintu kamar apalagi kalau ia sedang marah dengan Alvin.


" Yasudah, istirahat dulu nanti momy panggil kalian buat makan yah. " ucap Aleyna


" Iya mom.... " ucap Alvin sambil membuka pintu dengan wajah lelah nya.


Aleyna pun kembali melakukan perawatan kuku, sebenarnya ia ingin mengajak elea namun sayang nya Elea sedang tidak ingin di ganggu.


" baik lah, mungkin anak-anak ku lelah dengan semua aktivitas hari ini, aku tidak ingin memaksa mereka untuk bicara sekarang dan menjelaskan sekarang juga. "


-


Alvin berhasil membuka pintu kamar yang sempat di kunci oleh Elea dari dalam, berulang kali Elea memutar otak nya agar Alvin tidak bisa masuk, tapi tetap saja ia selalu memiliki ide yang cemerlang untuk menaklukan apapun.


Alvin menatap ke arah kamar Elea, bahkan Elea sibuk memainkan ponsel nya.


" Lain kali jangan pernah mendekati Juno lagi, aku tidak ingin kejadian seperti tadi. " ketus Alvin sambil berdiri di hadapan Elea


Elea pura-pura tidak mendengarkan ucapan Alvin, bahkan ia memakai earphone dan sengaja tidak ingin mendengarkan apapun yang keluar dari mulut Alvin.


" Elea.... " ucap Alvin sambil mencabut earphone di telinga Elea.


Elea pun kesal, ia menatap tajam wajah Alvin, baru kali ini Elea berani menatap wajah Alvin dengan tatapan penuh kekesalan dan amarah


" Kak, aku tuh sudah besar, lebih baik kak Alvin tidak usah ikut campur urusan ku, lagi pula kak juno baik sama aku, bahkan ia bertanggung jawab atas kesalahan nya. " ucap Elea sambil berdiri membelakangi Alvin


" kamu tidak tahu apa-apa tentang juno, bahkan aku yang lebih mengetahui kebusukannya!" ucap Alvin sambil membentak Elea.


" Lain kali tidak usah menilai orang lain, apalagi kak Alvin belum mengenal kak juno! Aku menyukai kak juno, jadi kak Alvin tidak usah melarang ku " ucap Elea sambil mendorong tubuh Alvin, ia bergegas berlari ke arah luar, dengan wajah penuh amarah.


Alvin hanya terdiam, ia memikirkan kembali semua ucapan nya, semua yang dia lakukan hanya untuk elea, tapi juno berhasil membuat Elea jatuh bahkan jauh dari dugaan nya. Elea benar-benar terjatuh dan terperangkap dalam perasaan yang salah.


" aku tidak akan membiarkan Juno, menyakiti kamu elea. "


-


Seperti biasa, karena sudah ada asisten rumah tangga jadi Aleyna tidak perlu memasak sendiri, ia bahkan lebih sibuk mengurus bisnis nya.


keluarga Adnan memang sering makan malam di rumah, walau kadang-kadang makan di luar, namun kesibukan seorang direktur utama seperti Adnan, bahkan jarang memiliki waktu untuk berkumpul bersama , untung saja malam ini Adnan pulang dan menyempatkan waktu untuk makan malam bersama keluarga nya.


sudah hampir seminggu Adnan tidak pulang ke rumah karena mengurus rumah sakit, apalagi ia sekarang menjabat sebagai direktur utama, bahkan berkat kepandaian nya dalam mengatur dan mengelola rumah sakit, sekarang rumah sakit tempat Adnan bekerja sudah sukses bahkan memiliki cabang di seluruh tempat, dan melambungkan nama nya sebagai direktur utama.


" Mas, jarang-jarang deh kita makan malam seperti ini, aku kangen tau. " ucap Aleyna yang bersandar di bahu Adnan.


" Mas juga kangen, apalagi istri ku makin tua makin cantik saja. " Goda Adnan sambil mencubit hidung Aleyna.


" Loh memang nya aku tua?" tanya Aleyna sambil melepaskan sandaran nya.


" Tidak sayang!" jawab Adnan.


" Tadi kamu bilang?" ucap Aleyna.


" Anak- anak mana?" ucap Adnan sambil beralih pembahasan, ia tidak ingin membuat Aleyna marah.


" Alvin, adik mu kemana?" ucap Adnan karena semenjak pulang, ia tidak melihat Elea sama sekali.


Alvin hanya mengangkat kedua bahu nya saja tanpa berbicara sepatah kata pun.


Tak lama Elea datang, dengan dahi yang masih di perban bahkan ia melangkah dengan sangat malas sekali apalagi kalau satu meja dengan Alvin.


Seharian ini memang mereka tidak saling bicara bahkan Alvin mendiamkan Elea begitu juga sebaliknya, tidak ada canda maupun tawa yang biasa mereka lakukan bahkan sampai membuat seisi rumah heboh akibat canda tawa mereka.


Namun sekarang, suasana menjadi hening bahkan Elea maupun Alvin hanya diam.


Adnan menatap elea bahkan ia terkejut ketika melihat dahi elea terluka.


" el, ada apa dengan dahi kamu sayang?" ucap Adnan sambil menghampiri Elea dan memastikan kalau luka yang ada di dahi elea tidak parah.


" Ah daddy, jangan lebay! aku tidak apa-apa, cuma kepentok bola basket. " ucap Elea


" Nak, sehabis makan daddy obatin yah!" ucap Adnan sambil mengelus rambut elea.


" Tadi el pingsan Mas, gara-gara ketimpuk bola basket katanya di sekolah, aku juga khawatir tapi anak mu itu keras kepala!" ucap Aleyna sambil melirik ke arah elea.


Mereka pun langsung menyantap makanan, bahkan Adnan sampai heran melihat sikap kedua anak nya yang tiba-tiba menjadi lebih pendiam.


" Sayang, Alvin dan Elea kenapa?" ucap Adnan begitu heran


" Aku juga tidak tahu Mas, semenjak pulang sekolah mereka sudah seperti itu. " jawab Aleyna.


" Daddy, Alvin boleh meminta sesuatu, itu juga kalau daddy ijinkan. " ucap Alvin yang memecahkan suasana.


" Katakan saja, kalau memang menurut daddy baik, yang akan daddy ijinkan. " ucap Adnan.


Elea melirik ke arah Alvin, bahkan ia penasaran dengan apa yang akan Alvin ucapkan.


" kamu mau apa sih nak?" ucap Aleyna yang juga ikut penasaran.


" Alvin boleh minta mobil sport seperti Rangga?" ucap Alvin dan membuat Adnan begitu terkejut.


bahkan Elea sampai tersendat makanan ketika Alvin mulai mengungkapkan keinginan nya.


" Apa alasan kamu meminta mobil? bukankah kamu selama ini tidak menginginkan nya.?" ucap Adnan


" Bukankah daddy mengatakan kami harus giat belajar dan ini salah satu cara yang aku lakukan untuk melindungi Elea. " ucap Alvin sambil melirik elea.


" Kenapa sih bawa- bawa nama aku? jangan jadikan aku sebagai alasan kak Alvin deh untuk meminta mobil. " ucap elea sambil menatap tajam ke arah Alvin.


" Daddy selama ini melarang kalian untuk pacaran, apalagi kalian masih sekolah lebih baik fokus dengan sekolah kalian!" ucap Adnan


" Tapi elea pacaran!" ucap Alvin


Aleyna bahkan terkejut mendengar ucapan Alvin.


" Siapa juga yang pacaran? nggak usah ngarang deh!" ketus Elea.


" Alvin sengaja meminta mobil agar Elea tidak seenak nya diantar jemput oleh cowok apalagi cowok itu berandalan. " ucap Alvin.


Elea pun berdiri, ia kesal dengan Alvin dan langsung bergegas pergi meninggalkan tempat makan.


" Elea.... " ucap Aleyna


" Besok juga daddy akan membelikan nya untuk mu, daddy harap kamu selalu melindungi adik mu itu." ucap Adnan.


Alvin pun menceritakan semua nya kepada adnan, ini semua demi kebaikan elea walaupun elea sampai sekarang marah dengan Alvin, namun Alvin tidak masalah yang terpenting elea bebas dari perangkap juno.


Setelah selesai, Alvin pun langsung pergi dari ruang makan dan menghampiri Elea, agar Elea lebih memahami.


Adnan pun menghampiri Aleyna, karena dari tadi Aleyna tidak bisa tidur.


" Sayang, lain kali kamu harus lebih memperhatikan anak-anak, aku tidak ingin Elea jatuh di pergaulan yang salah. " ucap Adnan dengan nada bicara yang tinggi.


" Mas, kamu bahkan menikahi aku ketika aku masih sekolah, bahkan kamu berani mencium ku!" ucap Aleyna dengan tegas


" Situasi nya sudah berbeda sayang!" ucap Adnan.


" Wajar saja Elea mulai menyukai seseorang, dan aku juga tidak menyalahkan Alvin karena ia ingin melindungi Elea, aku tidak ingin kamu terlalu mengekang elea, bagaimana pun aku tahu dan sangat mengerti karena aku pernah ada di posisi elea." ucap Aleyna


" Terus kamu mau? kejadian kamu terulang lagi? kamu jatuh cinta dengan cowok yang bahkan tidak baik untuk kamu?" ucap Adnan


Aleyna hanya terdiam, memang ia menyesal telah mencintai orang yang salah tapi ia juga tidak ingin melihat Elea begitu tersiksa dengan perasaan nya.


" Apa yang salah Mas, kalau memang menganggumi atau menyukai seseorang, karena Elea sudah remaja Mas. " ucap Aleyna


" Tidak bisa, aku tidak ingin kedua anak ku berpacaran sebelum lulus sekolah. " ucap Adnan dengan pendirian nya.


Aleyna hanya bisa diam, ia tidak berani menentang kemauan Adnan apalagi menyangkut anak-anak. karena bagaimana pun Adnan adalah kepala rumah tangga, ia yang memiliki kewajiban lebih untuk mengatur keluarga nya.


Guys, dukung author dong.


Like, komen, vote :)