My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Murid baru (Season II)



~perkenalan tokoh.


Cerita baru, dengan suasana yang lebih fresh.


Eleanor Tsabit Nameera.





Elea P.O.V


Namaku, Eleanor Tsabit Nameera atau biasa di sapa el, atau Elea tapi terkadang orang-orang terdekat memanggil ku Gembul, sebenarnya aku tidak menyukai dengan panggilan yang mereka berikan untuk ku, karena aku sama sekali tidak ingin mendengar panggilan itu lagi, ketika aku sudah beranjak remaja seperti sekarang ini.


Ini hari pertamaku sebagai siswa baru di salah satu sekolah menengah Atas, tepat nya di Emily's Internasional High School. Entah kedua orangtua ku memilih sekolah ini dan memang sekolah ini pernah menjadi sekolah favorite ibu ku, ketika ia masih remaja.


Sebenarnya, aku malas sekali kalau harus sekolah di sini, yang aku inginkan hanyalah sekolah musik atau mungkin sekolah yang tidak ada pelajaran apapun, yang lebih asik mungkin.


Entah ini semua pilihan kedua orangtua ku, mereka selalu menuntut aku untuk menjadi seorang dokter seperti daddy, tapi tunggu dulu......


" daddy kan pintar! " Rasanya aku tidak akan bisa menjadi seperti daddy, aku tidak menyukai pelajaran dan hampir semua mata pelajaran, yang aku sukai hanya pelajaran olahraga maupun seni.


"Hahaha... membosankan!" itu kata pertama ketika aku mendengar pelajaran Fisika, matematika, maupun pelajaran yang lain nya.


Aku tidak suka menghitung, menurutku itu hanya membuat kinerja otak ku semakin rumit, aku menyukai pelajaran olahraga, apalagi bermain basket, setidak nya bisa menaikan mood ku yang memang sering naik turun.


-Oh, iya jangan lupa, aku memiliki saudara kembar, yang aneh nya saudara kembar ku adalah laki-laki, kami kembar tapi berbeda jenis kelamin.


Nama nya adalah Alvin Geraldy, ntah nama kami memang tidak sama, tapi wajah kami cukup mirip, meski lebih cantik aku.


Wajar dong,kan aku perempuan.




Nah, begitulah wajah saudara kembarku, dia memang tampan, meski ia jarang sekali berbicara, ia lebih pendiam namun, aku menyayangi nya.


Kak Alvin juga pintar, apalagi ia memang jago dalam pelajaran apapun, ntah otak nya terbuat dari apa, sampai kedua orang tuaku selalu memuji nya.


Menurut Momy, kepintaran seorang daddy turun kepada Kak Alvin, dari mulai sifat dan karakter nya, sedangkan aku sama sekali tidak mirip dengan daddy.


"padahal, aku anak nya" tapi, menurut daddy, aku lebih mirip dengan momy, meski daddy tidak menceritakan bagaimana momy dulu ketika remaja seperti ku, yang aku ketahui, momy menyukai motor gede.


Tapi, aneh nya aku sama sekali tidak tertarik dengan motor, tapi aku lebih tertarik dengan mobil .


" Daddy, apa ada mobil baru untuk el?" ucap ku kepada daddy, sebelum berangkat ke sekolah, aku beserta kak Alvin dan juga momy sarapan terlebih dahulu.


daddy pun bangun, dan membenarkan jas khas dokter nya. " Tidak ada mobil baru, sebelum kamu sekolah dan berhasil masuk kelas IPA " katanya, dengan raut wajah dingin. Aku semakin malas saja pergi ke sekolah, apalagi daddy sudah mengancam seperti itu.


Padahal, kalau saja Kak Alvin yang meminta nya pasti, daddy akan menuruti keinginan kak Alvin, salah satu cara untuk mendapatkan mobil baru yaitu dengan membujuk kak Alvin.


" Kak, ayolah! kalau kak Alvin yang minta, pasti daddy turutin " ucap ku, sambil berbisik ke arah telinga kak Alvin.


" untuk apa! kita bisa naik bus sekolah?" ucap kak Alvin.


Aku memundurkan kursi, dan berdiri. segera aku mengambil tas dari arah meja dengan wajah cemberut, meski momy selalu merayu ku, bahkan ia sudah menyiapkan bekal untuk ku.


" Semangat sekolah nya. Momy yakin kamu anak yang pintar " ucap nya.


Momy memang orang yang selalu mendukung ku, tidak ada kata yang mampu menyemangati ku selain dari momy.


" el berangkat yah Mom " Kata ku sambil mencium tangan momy, dan bergegas keluar


" Al juga berangkat yah! " ucap Kak Alvin sambil mencium tangan Momy.


" Hati-hati sayang, kak alvin jaga el yah!" ucap Momy, dengan senyum manis nya itu.


Aku dan kak Alvin pun langsung bergegas naik ke dalam mobil, karena daddy sudah menunggu.


tidak ada mobil baru, malas sekali ..


Aku duduk di bangku belakang, sedangkan kak alvin duduk di bangku depan dengan daddy. Aku malas sekali kalau harus duduk berdekatan dengan daddy, aku masih kesal karena daddy menolak keinginan ku.


" el, jangan cemberut kan mau pergi ke sekolah?" ucap daddy sambil merayu ku.


" Sekolah baru, tapi tidak ada mobil baru." gerutu ku, sengaja agar daddy mendengar nya.


"Halah, belum bisa mengendarai mobil. tapi minta mobil, dasar gembul " ucap Kak Alvin, ia bahkan memanggil ku dengan panggilan Gembul,. panggilan ketika aku masih kecil.


" Kak Alvin, jangan memanggil ku dengan sebutan itu lagi, menjijikan!" gerutu ku.


" Haha, memang kamu gembul." ucap Kak Alvin yang mengembungkan kedua pipi nya bahkan ia meledek ku.


Aku langsung memasang wajah cemberut ku, padahal aku sudah kurusan, Ah sudah lah biarkan kak Alvin senang, awas saja aku pasti akan membalasnya.


****


Emily's internasional high school



Setelah sampai di sekolah, aku dan Kak Alvin pun pamit dan mencium tangan daddy, sesekali daddy mengelus rambut ku bahkan ia mencium keningku, aku tahu daddy sangat menyayangi ku, ia bahkan selalu menuruti keinginan ku, tapi untuk kali ini ia begitu menyebalkan.


Aku dan Kak Alvin pun berlari masuk ke dalam sekolah, gerbang itu sudah terbuka dengan luas bahkan sekolah ini cukup besar, setidak nya aku menyukai desain nya.


" Alvin, elea... " ucap seseorang, tak lain adalah Dylan.


Ternyata dylan juga sekolah di tempat yang sama dengan ku.




Kenalkan, ini adalah Dylan Arvarendra, dia adalah sahabat ku dan juga sahabat kak Alvin, kami sudah bersahabat sejak bayi, Aku dan Dylan sering sekali menghabiskan waktu untuk bermain basket, meski Dylan harus menerima kenyataan kalau harus kalah terus menerus dari ku.


Namun, meski begitu ia adalah tempat ternyaman untuk aku meluangkan semua isi hati, bahkan ia sering menolong ku di saat situasi genting.


Dia cukup popular, apalagi selain hobi bermain bola basket, Dylan juga mempunyai hobi menyanyi, kata nya Dylan juga mempunyai saudara, yang bernama Kiara, cuma aku belum terlalu kenal. Tapi Dylan mengatakan kalau Kiara akan sekolah di tempat yang sama.


" Aku kira kamu, tidak tertarik dengan sekolah ini, bul. " ucap Dylan, bahkan dylan orang yang kesepuluh memanggil ku dengan sebutan gembul.


" Memang nya kamu tidak senang kalau aku sekolah di sini?" kata ku sambil melotot ke arah Dylan, tapi ia hanya tertawa ketika melihat ku.


"Itu bukan nya Rangga?" ucap Kak Alvin sambil menunjuk ke arah Rangga yang tengah berdiri di dekat mading.


Alvin pun menghampiri Rangga, dan mengajak Dylan beserta Elea untuk menghampiri nya.


" Haha, kamu masih sakit hati el, di tolak rangga." ucap Dylan sambil mentertawakan ku.


" Bagaimana pun, kita belum mengenal Rangga! jangan menghakimi sendiri." ucap Kak Alvin.


Akhirnya dengan terpaksa aku mengikuti keinginan Kak Alvin dan Dylan untuk menghampiri Rangga.




Refrangga Emeraldy, atau di sapa Rangga. Rangga adalah anak dari Tante Reyna dan juga dokter Fandy.


Ia baru saja pindah dari Melbourne Australia. Begitulah wajah nya, Rangga nyaris manusia tanpa senyum, ia bahkan sangat dingin, bahkan aku masih kesal dengan sikap nya beberapa minggu kemarin, dan ternyata Rangga malah sekolah di tempat yang sama.


Entah, aku merasa Rangga tidak menyukai kota ini, dan juga orang-orang nya. mungkin karena dia telah terbiasa hidup di Melbourne, aku bahkan tidak ingin membuat masalah apapun dengan nya.


" Halo, rangga. Ternyata kamu sekolah di tempat yang sama " ucap Kak Alvin sambil menyapa Rangga.


" Iya, dan aku benar-benar tidak tahu. Aturan sekolah di sini." ucap Rangga dengan wajah dingin nya.


" Dimana-mana sekolah itu peraturan nya sama " ucap ku sambil mengoceh, lalu Kak Alvin menyuruh ku untuk berhenti.


" Salam kenal, maaf atas sikap ku yang kemarin " ucap Rangga sambil mengulurkan tangan nya kepada kak Alvin, dan juga Dylan.


Namun, aku tidak ingin membalas nya, aku masih kesal. biar kan saja, aku tidak akan sudi membalas uluran tangan nya.


" Elea... " ucap Kak Alvin, ia menyuruh Elea untuk membalas uluran tangan Rangga.


" Aku malas!" ucap ku.


Rangga pun kembali, menarik uluran tangan nya.


" Maaf, dia adik ku lebih tepat nya saudara kembar ku." ucap Alvin.


Tak lama, Kiara pun datang menghampiri Dylan, Kebetulan Elea ingin sekali mengenal Kiara, setelah beberapa tahun Kiara pun kembali tinggal bersama Susan dan Daniel. Semenjak meninggal nya Tante Tiara. Yaitu, Kakak dari dokter Daniel yang selama ini mengurus Kiara.


Akhirnya, Kiara pun kembali tinggal bersama Daniel dan Susan.


Kiara Nabella Sehan




Dia memang manis, dan juga ramah. Aku bahkan baru mengenal nya, tapi dia begitu baik. Aku menyukai kepribadian Kiara.


" Elea, kamu masuk kelas berapa?" ucap Kiara


" Aku masuk kelas X3, kalau kamu?" ucap ku


" Sama dong, kalau gitu kenapa tidak bareng saja " ucap Kiara sambil menggandeng tangan ku.


Sementara Kak Alvin, Dylan dan juga Rangga mereka memasuki kelas X1, sangat di sayangkan aku tidak bisa satu kelas dengan mereka, tapi tidak apa-apa, yang penting aku dan Kiara sudah duduk satu bangku.


Aku banyak cerita dengan Kiara, bahkan Kiara pun menceritakan tentang asal usul nya,bagaimana ia bisa tinggal bersama dengan Tante Susan dan Dylan.


Karena baru pertama kali masuk, aku belum mendapatkan kelas jurusan, ini hanya kelas sementara selama masa orientasi.


Tak lama, kakak pembimbing dari osis pun masuk ke kelas ku, mereka ada tiga orang . Mereka yang akan membimbing aku dan teman-teman lain nya.


Entah, ketika anggota pembimbing masuk, aku begitu terpesona dengan salah satu kakak kelas yang akan membimbing di kelas ku.


Tampan sekali! meski sedikit fuckboi.


Aku langsung terpana ketika melihat wajah tampan nya, bahkan ia nyaris sempurna. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya ingin mengenal nya.


Kakak pembimbing itu nama nya Kak Juno Librayen, nama yang tertulis di samping kiri baju nya.


Juno Librayen.




Nama nya adalah Juno Librayen, dia adalah kapten basket di sekolah ku, bahkan ia juga menjabat sebagai anggota osis.


Dan dia yang akan membimbing kelas ku selama masa orientasi siswa, ada rasa bahagia tersendiri ketika aku memandang wajah kak juno.


" tampan sekali.... " Aku tak henti memuji ketampanan kak Juno, sampai Kiara pun menegur ku.


" kamu kenapa sih el? bengong aja." ucap Kiara sambil menyenggol bahu ku.


" Aku begitu terpana oleh ketampanan kak juno." ucap ku, sambil tersenyum ke arah Kak juno, meski dia memang cuek dan mungkin perlu usaha yang besar untuk mendapatkan perhatian kak juno.


Anggota osis lain nya adalah


Edwin Miraldy


Atau di sapa Kak Aldy, nah dia ini teman atau sahabat dekat dari kak Juno, dia juga salah satu anggota tim basket.


Kak Juno dan Kak Aldy memang sudah kelas dua belas, lebih tepat nya mereka masuk kelas jajaran kelas Favorite di sekolah ini, yaitu kelas ilmu pengetahuan Alam.



Tak sampai di situ, ketika aku juga memiliki satu teman, bahkan ia sangat cantik dan dia juga anak dari salah satu guru fisika, yaitu


Friska Ananda Kania atau di sapa Kania, dia memang manis, bahkan sangat kalem sekali. Sampai Kak Alvin pun tidak bisa berkedip. Aku yakin Kak Alvin akan menyukai Kania,yang manis dan juga pintar.


Friska Ananda Kania.




CATATAN :


Ini nama nama tokoh atau Visual yang akan ada di cerita baru SEASON 2.


Ini hanya sepenggal cerita , untuk Season dua. Ada banyak cerita menarik mengenai dunia remaja mereka.


Kira-kira kalian sudah bisa menebak cerita selanjut nya??


Pasti bakalan seru dan juga kocak.


Vote Author dengan poin :) dan komen yang banyak kalau kalian suka. :)