
Setelah selesai makan, Elea dan juga Saka pergi ke rumah sakit untuk menengok Mama Saka yang sedang terbaring lemah, karena tensi darah nya naik, tak lupa Elea membeli satu parcel buah-buahan agar tidak membawa tangan kosong saat menjenguk nya.
" Mas, aku lupa kayak nya Mama suka banget deh sama buah Naga!" ucap Elea yang memang mengetahui kesukaan Mama Saka.
" Beli saja apa yang kamu inginkan." ucap Saka sambil berdiri di samping Elea.
" Tapi aku yang bayar ya Mas." ucap Elea sambil menatap wajah Saka.
" Bagus dong, aku jadi enak !" ucap Saka sambil bercanda.
" berarti tadi kamu bayar makan nggak enak juga!" timpal Elea sambil meninggalkan Saka yang tengah berdiri dan membawa keranjang belanjaan.
Saka hanya tersenyum, Elea tidak pernah berubah, sifat jutek nya dari dulu yang Saka suka.
Sebenarnya, Elea sama sekali tidak suka berada di rumah sakit, meskipun Daddy dan Kak Alvin berprofesi sebagai Dokter, Elea tidak menyukai area Rumah sakit, bau obat-obatan, kamar berwarna nuansa putih, jarum suntikan, darah. Semuanya tidak Elea sukai, itu mungkin alasan terbesar Elea tidak ingin menjadi seorang Dokter seperti Daddy nya, ia lebih memilih menjadi seorang Guru dan juga pemilik usaha kecantikan bernama El's makeup.
Elea juga mirip Momy dari segi sifat dan juga tingkah laku, Momy Aleyna juga tidak menyukai area Rumah sakit tapi entahlah, mengapa ia bisa menjadi istri seorang Dokter.
" Sebenarnya aku tidak menyukai Rumah Sakit Mas, menurutku Rumah sakit itu menyeramkan, aku juga tidak ingin mempunyai calon suami seorang Dokter. Cukup Daddy aja sibuk terus jarang ada waktu buat keluarga, apalagi nanti kalau aku punya suami Dokter lagi, makin nggak ada waktu deh!" ucap Elea sambil mencurahkan keluh kesah nya.
" Tapi kan Profesi seorang Dokter itu sangat mulia el, mereka bahkan menolong semua pasien yang sakit!" ucap Saka karena ia juga anak dari seorang Dokter.
" ngomong sama kamu sama saja Mas, nggak ada beda nya!" ucap Elea yang begitu kesal, untuk apa ia mencurahkan keluh kesah nya, kalau Saka juga anak dari seorang Dokter.
" loh, kan berbagi el .... " sahut Saka.
" Percuma Mas, kecuali aku curhat ke anak pengusaha atau ke anak tukang soto betawi tadi!" ucap Elea sambil mengoceh tapi, tiba-tiba saja perut sebelah kanan nya terasa sakit.
Duh...
Elea terus menekan perut sebelah kanan nya, perut nya terasa perih dan terasa sakit. tidak seperti biasanya, Elea makan soto dengan sambal yang pedas, apalagi perut Elea begitu sensitif.
" Mas, perut aku sakit?"
" Apa yang sakit el?"
" perut aku yang sakit, kamu ini budeg ya Mas!"
" Oh, udah pembukaan berapa el?"
" Ihhh, Mas kira aku mau melahirkan!"
" Loh, bentar lagi kita sampai Rumah sakit kok, tahan ya el demi anak kita!"
" Mas aku nggak bercanda! Aku serius Mas!"
Nampak nya, Elea tidak bercanda Saka yang berniat mengajak Elea bercanda jadi mendadak serius, Saka tidak pernah melihat Elea begitu kesakitan, keringat nya terus berceceran berjatuhan di pipi nya.
Eleanor, kamu begitu Kesakitan...
Saka langsung mengendarai mobil dengan sangat kencang, ia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Elea.
" apa mau minum dulu?" ucap Saka sambil menawarkan sebotol air minum.
" Apa susah nya sih el, nurut!" ucap Saka yang begitu perhatian.
" Aku juga tadi sudah bilang, jangan pake sambel, tapi kamu tetep ngeyel, apa sih enak nya sambel? kamu mau jadi Ratu sambel apa mau ngalahin Ratu 9 nyawa!" ucap Saka sambil melotot ke arah Elea.
Elea hanya tertawa melihat celotehan Saka, ia sangat menyukai bentuk perhatian yang Saka berikan.
" Ngapain senyum-senyum gitu?" ucap Saka yang agak kesal dengan Elea.
" Lagian kamu lucu tau Mas?" ucap Elea sambil tertawa.
" Apa yang lucu?"
" Aku sakit perut, bukan mau melahirkan!"
" terserah...."
*****
Setelah perdebatan tadi akhirnya, mereka sampai ke Rumah Sakit, Elea sudah menyediakan Masker, ia bisa muntah muntah kalau mencium bau obat-obatan.
" Kamar nya di lantai 4 Vip Room!" ucap Saka, Elea mengikuti Saka, ia tidak banyak bicara apalagi perut nya masih terasa perih.
Rumah sakit ini terbilang baru didirikan, terlihat dari gedung bangunan nya yang masih baru, dan memang setelah sampai di sana, Rumah sakiti ini begitu modern, dengan bangunan yang estetik, terlihat unsur agamis, berwarna hijau tua dan juga cream di padu padankan dengan warna merah, namun bau obat-obatan sudah tercium, terlihat perawat nya sangat ramah ketika Saka dan Elea sampai di lantai 4.
Terlihat Mama yang sedang terbaring lemah dengan alat-alat medis yang menempel di tangan nya.
" Ma...." ucap Saka
" Halo Ma, maaf aku baru jenguk Mama!" ucap Elea sambil berdiri di samping tempat tidur Mama.
" Iya tidak apa-apa..." ucap Mama
" Bagaimana keadaan Mama, udah minum obat apa belum ma?" ucap Saka sambil mencium kening nya.
" Udah Saka, Mama seneng kamu dan juga Elea datang menjenguk, Mama harap kalian akan terus sama-sama." ucap Mama
" Iya Ma, semoga lekas sehat ya Ma. Elea sayang mama." ucap Elea yang begitu dekat dengan Mama Saka.
" Terimakasih el, sayangi Saka juga ya el,soalnya Saka juga sayang sama kamu." ucap Mama yang membuat Saka begitu salah tingkah.
" Mama ngomong apa sih?" ucap Saka yang begitu salah tingkah, Mama memang mengetahui isi hati Saka, dan juga ia sangat mengetahui kalau Saka menyukai Elea sedari dulu.
Cinta tidak tahu kapan ia akan datang, cinta juga tahu kemana harus pulang, tapi cinta tidak bisa di paksakan, walau teramat sayang.
Note : Kalau Ada yang nanya, kenapa si Author hilang udah lama banget?
Guys, author kan punya anak umur 1.5 th lagi aktif2 nya, jadi hari ini baru sempat nulis ya. maaf banget bikin kalian nunggu.
ayo semangatin author dengan cara Like, komen dan vote :)