My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season3 - Jenguk Elea sakit



Dr.Fandy dan juga Reyna tiba di kamar rawat Vip, mereka tak heran dengan rumah sakit ini, karena rumah sakit ini dulu tempat dr.Fandy bekerja namun diambil alih kepemilikan nya oleh dr.Adnan , bangunan nya juga bukan bangunan jaman dulu melainkan bangunan yang modern klasik terlihat begitu megah seperti bukan rumah sakit, seperti hotel bintang lima.


" Ley ...." sahut Reyna yang langsung berlari dan memeluk sahabat lama nya itu.


" Hei, apa kabar Rey?" ucap Aleyna yang juga sangat merindukan Reyna.


" Baik kok,Bagaimana kabar kamu? Terus gimana keadaan Elea?" ucap Reyna.


Aleyna meneteskan air mata, ia nampak lelah terlihat kantung mata nya yang menghitam.


" Elea baru saja tidur, aku nggak nyangka kalau Elea bisa sakit separah ini, yang aku tahu Elea anak yang kuat!" ucap Aleyna sambil menangis


Dengan wajah pucat nya, karena semalaman juga Aleyna tidak tidur.


 


” sayang sekali, padahal aku ingin bertemu dengan Elea, semoga saja Elea lekas sembuh ya ley, maaf aku juga baru sempat jenguk...” ucap Reyna sambil memeluk Aleyna karena rasa rindu yang tiada tara, memang hubungan antara Reyna dan juga Aleyna mulai konflik ketika retak nya hubungan antara Elea dan juga Rangga namun, perlahan mereka bisa mengerti satu sama lain.


 


” ngomong-ngomong mana Rania, aku sudah lama tidak melihat nya, terakhir aku melihatnya ketika masih bayi”


” Rania ada di mobil sama Rangga, tadi juga aku bareng Alvin kesini." ucap Reyna, yang menengok ke belakang mencari tahu keberadaan Alvin.


" Alvin mana?" ucap Aleyna yang ikut mencari tahu


" Mungkin dibelakang, sebentar lagi sampai sini kok."


Aleyna mengajak Reyna untuk duduk di ruang tamu, kebetulan kamar rawat Elea seperti Apartemen ada ruang tamu, televisi kamar dan juga dapur, Aleyna membuatkan minuman hangat untuk tamu nya itu. untuk sekedar beristirahat sambil mengobrol dengan masa lalu, beserta dr. Fandy dan dr.Adnan, hanya saja kurang dr.Daniel dan Susan.


****



 dr.Alvin begitu melintasi area rumah sakit, semua terpukau, kulit nya yang bersih, meski memaki penutup hidung tapi ketampanan dan karismatik seorang dr.Alvin begitu terpancar banyak sekali yang memperhatikan Alvin ketika lewat di depan ruang poli , banyak yang mengira Alvin adalah dr. Adnan ketika muda, wajah nya bersinar, namun Alvin hanya menunduk saja, padahal sudah terbiasa bertemu dengan banyak orang, namun ketika banyak perawat yang menatap nya Alvin jadi merasa tidak nyaman.


Tujuan Alvin hanya satu, ia ingin melihat Elea kembali tersenyum, Alvin membawa baju rajut hasil Jahitannya ketika di London, kebetulan Alvin belajar merajut baju yang bertuliskan gambar hati dan nama Elea, apapun itu Elea adalah adik kesayangan Alvin, setelah Mommy di nyatakan tidak bisa hamil lagi ketika keguguran anak ke tiga. Tapi rasa sayang Alvin begitu besar, meski sering bertengkar kalau dekat.


" Maaf ada yang bisa di bantu?" ucap perawat yang menjaga di depan.


" Kamar rawat Elea di sebelah mana?" ucap Alvin yang bingung mencari padahal Daddy bilang di lantai 4, ruangan VIP.


" Baik, Kamar rawat atas nama Nyonya Eleanor berada di kanan." ucap perawat.


" Terimakasih!" ucap Alvin langsung pergi begitu saja sementara, Perawat disana masih ingin menatap Alvin.


" jangan-jangan itu pacarnya Pasien Elea?" ucap salah satu perawat.


" Mungkin, tapi bukan orang sembarangan deh, keliatan banget!" sahut teman nya.


" Aura nya positif banget!"


Mereka sibuk membicarakan Alvin, sementara Alvin sudah sampai di kamar rawat Elea.


Mommy sudah memberitahu Alvin kalau Elea sedang tertidur, namun Alvin nekat untuk melihat keadaan Elea, ia rindu dengan saudara kembar nya itu.


Alvin membersihkan diri di kamar mandi, lalu pergi ke kamar Elea.


Gadis kecil itu terbaring lemah, ia begitu kesakitan, andaikan saja aku bisa menggantikan posisi nya, mungkin saja ia tidak akan bisa merasakan sakit nya.


dia, selalu bilang takut dengan rumah sakit, takut dengan jarum suntik, mencium bau obat-obatan saja ia sudah mual, bagaimana bisa ia menjalani ini semua.


kini, ia terbaring sendiri...


Ingatlah satu hal, sebesar apapun rasa sakit yang Elea rasakan sekarang, Kakak juga merasakannya.


Ingat, dulu ketika kita berada di perut Momy.


Momy pernah mengatakan kalau kamu hampir tidak tertolong.


Berat badanmu, jauh lebih kecil di banding aku.


Aku bisa pulang ke rumah bersama Mommy, tapi kamu? berada di inkubator selama satu bulan lama nya, karena berat badanmu hanya 1 kilogram saja.


Dari kecil kamu sudah begitu kuat el, dan sekarang ketika kamu tumbuh dewasa, kamu semakin kuat.


Tak terasa air mata Alvin menetes mengenai lengan Elea, Elea terbangun karena ia merasa tangannya basah. Elea membuka matanya sedikit,dan ia berasa mimpi ketika melihat Alvin berada di depannya.


" Kak....." Sahut Elea yang membuat Alvin begitu terkejut.


" kamu sudah bangun el?" ucap Alvin sambil menghapus air mata nya.


" Kak, kenapa nangis? kak alvin kangen sama aku yah? uuh, cengeng banget!" ucap Elea dengan suaranya yang sedikit parau. ia tersenyum ke arah Alvin.


" Siapa yang nangis, kak Alvin tadi ketusuk jarum suntik!" Ledek Alvin sambil tertawa.


" Ngeledek aku nih!"


" Kapan sampai sini?"


" Tadi pagi, Aku bawa ini buat kamu!" ucap Alvin sambil memberi hadiah untuk Elea.


Elea ingin membukanya, tapi badannya terasa lemas, Alvin menyuruh Elea untuk membuka nya nanti ketika sudah pulang ke rumah.


" Sejak kapan makan sembarangan, sampai usus kamu itu luka!" ucap Alvin sambil protes ke Elea.


" Apa saja makanan enak , pasti aku makan!" ucap Elea.


" Dasar nakal, lain kali kakak pantau kesehatan kamu, mana tuh si Saka!" ucap Alvin yang mencari keberadaan Saka.


" Mas Saka tadi pulang kan dia juga mau mengurus Mama nya, mama nya baru pulang di Rumah sakit juga." sahut Elea.


" Yasudah istirahat gih, biar cepat sembuh besok ada jadwal operasi, ingat Operasi itu bukan hal menakutkan bahkan tindakan operasi itu hal yang harus di lakukan untuk proses penyembuhan." Ucap Alvin sambil menyemangati Elea untuk tetap kuat.


" Siap Pak Dokter Alvin yang sekarang masih jomblo!" ucap Elea , Alvin hanya menggelengkan kepalanya saja, memang apa yang dikatakan Elea benar, kalau sampai detik ini Alvin tidak mempunyai pasangan, bukan berarti Alvin tidak normal, hanya saja belum ada yang bisa gantikan Kiara.



Guys, di Vote yang kenceng kalau mau lanjut cerita nya semakin memanas.


komen juga ya.