My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Sejuk dan Menenangkan



Sebelum mengajak Elea pulang bareng, Rangga meminta ijin kepada Alvin terlebih dahulu, dan Alvin mengijinkannya karena hari ini Alvin pulang sore , ia mengejar beberapa pelajaran yang tertinggal, Rangga begitu salut dengan kepintaran Alvin yang bahkan di atas rata-rata murid lainnya. Bahkan Alvin berterimakasih karena ia tidak mengkhawatirkan Elea kalau saja Elea sedang bersama Rangga. Ntah, Rangga belum menceritakan hubungannya dengan Elea sekarang kepada Alvin karena Alvin sudah mulai memahami. Rangga tersenyum, sambil menatap foto Elea yang kini menjadi walpaper di iphonenya.


Rangga berjalan di lorong sekolah, sambil menengok ke arah kiri dan kanan namun ia tidak menemukan Elea. Terpaksa Rangga mengirim pesan dan menyuruh Elea untuk menunggu di parkiran, takutnya Elea sudah keluar kelas lebih dulu.


Namun ketika sampai di parkiran, Rangga melihat kedua sahabat Elea yang masih berdiri dengan raut wajah khawatir.


" dimana Elea? apa yang terjadi dengan Elea..."


Rangga memberanikan diri untuk menghampiri Karin dan Kiara yang sedang menunggu kedatangan Elea.


" Elea kemana?" tanya Rangga tanpa basa basi dan membuat Karin serta Kiara terkejut dengan kedatangan Rangga secara tiba-tiba.


" kami juga sedang menunggu Elea, tadi elea pergi sama kak juno, tapi kami sendiri tidak mengetahui Kak Juno membawa pergi Elea kemana....." ucap Karin dengan suara cempreng dan cerewetnya.


Rangga terkejut mendengar ucapan Karin bahkan ia pergi begitu saja meninggalkan Kiara dan juga Karin


" Aku belum selesai ngomong....." Teriak Karin yang memanggil Rangga, namun ia pergi begitu saja.


" Haha, cowok dingin dasar!" ucap Kiara


" Aku khawatir nih sama Elea..." ucap Karin sambil menyandarkan tubuhnya di mobil miliknya.


" Khawatir kenapa sih? kan Kak juno sama Elea saling suka?" ucap Kiara, karena ia rela mengorbankan perasaanya demi Elea.


" Ya tapi, Elea bilang dia sudah melupakan Kak juno, lagi pula sikap Elea berbeda ketika pertama kali bertemu kak juno..." ucap Karin


" Aku nggak tahu deh Rin, lebih baik kita pulang saja yuk?" ucap Kiara yang mengajak Karin untuk pulang.


" Kita mau shopping, untuk persiapan besok camping! masa nggak jadi?" ucap Karin sambil cemberut.


" Aku lagi malas pergi shopping!" ucap Kiara, mood nya hancur ketika melihat Juno dan Elea.


" Elea gimana?" tanya Karin lagi


" Aku yakin kak juno tidak akan membiarkan Elea sendiri...." ucap Kiara


Akhirnya Karin mengangguk-anggukan kepalanya, ia menyetujui ajaka Kiara untuk pulang meski perasaannya masih cemas dengan Elea, karena Karin yakin Elea menyimpan sesuatu yang Karin sendiri tidak mengetahui nya.


***


Rangga berjalan dengan cepat , ia kembali ke dalam sekolahan untuk mencari Elea karena Rangga yakin Juno membawa Elea ke tempat sepi, Perasaan Rangga semakin tidak karuan yang ada didalam pikirannya sekarang hanyalah Elea, ia takut terjadi apa-apa dengan Elea.


Rangga menelusuri setiap lorong yang ada di sekolah, tapi tetap saja ia tidak menemukan Elea.


" Kamu dimana el?"


Rangga menggigit bibir bawahnya, ia semakin merasa cemas, lalu ia berlari ke arah ruang belakang, ruangan yang dulu pernah mereka singgahi.


Rangga terkejut ketika tubuhnya diterjang oleh seseorang, bahkan sangat kencang.


" Elea?" ucap Rangga yang menopang tubuh Elea.


Ternyata Elea yang menabrak tubuh Rangga dengan sangat kencang, Elea berlari tanpa memperhatikan orang yang ada di depannya, Elea sangat takut dengan sikap Juno yang begitu kejam, sampai kedua lengan Elea membiru akibat genggaman tangan Juno yang begitu kencang dan kuat.


" Elea kamu kenapa? mana lelaki sialan itu?" ucap Rangga sambil memegang kedua bahu Elea.


Nafas Elea tidak beraturan, ia belum menjawab pertanyaan Rangga, karena Elea masih ngos-ngosan.


" Ayo kita pergi dari sini Ga..." Ajak Elea sambil menggandeng lengan Rangga untuk pergi meninggalkan sekolahan.


Rangga menuruti keinginan Elea, sekolah sudah sangat sepi hanya ada Elea dan Rangga serta beberapa murid lain yang sibuk mengejar pelajaran seperti Alvin.


Rangga menatap wajah Elea yang nampak pucat, ia membukakan pintu mobil nya dan menyuruh Elea untuk masuk.


Sampai didalam mobil, Elea masih terdiam ia belum berani bercerita, hanya terdengar suara nafasnya saja. Pikirannya tidak tenang, Elea memikirkan hal yang sama sekali belum tentu terjadi, namun yang ia takutkan, kalau sampai Juno mengetahui Rangga adalah kekasih Elea, mungkin saja Juno akan terus melukai Rangga.


" Aku nggak mau itu terjadi, aku begitu menyayangi Rangga...."


" Kamu kenapa sih el?" ucap Rangga sambil mengelus rambut Elea, namun Elea masih tetap terdiam dan membuat Rangga begitu bingung.


Hati Elea bergejolak, ia tidak habis pikir dengan sikap kak juno, bahkan ia menyesali semua sikapnya dulu, Elea terlambat menyadari bahwa orang yang kini ada di sampingnya, adalah orang yang begitu tulus mencintainya.


Rangga semakin bingung dengan sikap Elea, bahkan mereka tidak saling bicara, karena Elea tetap saja terdiam. Hingga akhirnya Rangga memutuskan untuk pergi ke sebuah Danau yang berada di pinggir jalan, dengan pepohonan dan tempat meneduh ternyaman, Rangga yakin Elea membutuhkan ketenangan karena ia kelihatan menyimpan banyak sekali beban di hidup nya.


" Kita mau kemana?" ucap Elea namun Rangga tidak menjawab ucapan Elea, ia mengajak elea untuk turun dari mobil. Elea nampak heran, mengapa Rangga membawanya pergi ke Danau pinggir Kota, karena menurut Elea Danau ini nampak biasa saja, hanya sejuk dan rindang karena dihiasi pohon-pohon yang cukup besar dan menjulang tinggi.


Rangga menyuruh Elea duduk, kebetulan di Danau ini , Rangga selalu melampiaskan emosinya karena menurut Rangga emosi, ketenangan , ia dapatkan ketika melihat air yang tenang yang berada di Danau.


" Kamu lihat el? " ucap Rangga sambil menunjuk ikan yang bermunculan di atas Danau.


" Kenapa?" ucap Elea


" Ikan itu nampak senang melompat di atas air, dan kamu tahu setiap kali aku merasa gelisah, dan juga menyimpan banyak emosi di dalam diri, aku selalu pergi ke tempat ini....." ucap Rangga sambil duduk di samping Elea.


" Apa bagusnya tempat ini?" ucap Elea sambil menatap Rangga.


" Jangan melihat bagus atau nggaknya, karena semua ini ciptaan tuhan, kamu lihat betapa tenangnya air mengalir, tanpa kamu sadari air begitu menenangkan dan emosi yang ada di dalam diri , harus bisa di lawan dengan air yang tenang bukan dengan api yang membakar...." ucap Rangga yang begitu tenang dan membuat Elea semakin terpesona dengan sifat Rangga, ternyata di balik sikapnya yang dingin, Rangga menyimpan banyak ketenangan dalam dirinya.


" Kalau perlu teriak sekencang mungkin..." ucap Rangga


Akhirnya Elea melampiaskan amarahnya, ia berteriak sekencang mungkin untuk bisa lebih tenang.


" Aaaaaaaaaaaaa........."


Rangga tersenyum sambil menutup kedua telinganya, Elea mengulangi teriakan nya sampai tiga kali.


" Aku sayang Rangga........."


Elea berteriak sambil menyebut nama Rangga, dan membuat Rangga begitu senang, sekarang perasaan Elea sudah lebih dari tenang.


" Aku lebih menyayangi kamu..." ucap Rangga sambil menatap Elea. Elea tidak sadar kalau ia sudah teriak sambil mengakui perasaannya, namun tak apa karena Elea nampak lebih tenang dari sebelumnya.


Elea mulai menceritakan semua kejadian tadi, hari ini memang benar-benar emosinya teruji, pertama ia kesal ketika Nadine mendekati Rangga dan yang kedua adalah sikap Juno, yang selalu mengancam dirinya.


Namun, Rangga tidak marah ketika Elea membicarakan juno, justru ia marah ketika Juno berani melukai Elea bahkan ia berani membuat kedua lengan Elea membiru.


" Lebih baik kita berterus terang, dengan hubungan kita! Aku tidak ingin kamu terluka karena lelaki sialan itu el...." ucap Rangga


" Aku takut kamu yang akan menjadi sasaran kak juno, aku nggak mau kamu kenapa-napa Ga... " ucap Elea


" Aku bahkan tidak ingin melihat kamu terluka seperti ini, lebih baik aku yang merasakannya.. " ucap Rangga.


" tunggu dulu disini..." ucap Rangga


Rangga pergi untuk membeli es batu, kebetulan di pinggir danau itu ada penjual es yang biasa mangkal, Rangga membeli batu es dan juga air minum untuk Elea.


Rangga dengan telaten mengeluarkan sapu tangannya, dan menaburkan beberapa esbatu lalu mulai menempelkannya di lengan Elea, agar tidak membiru lagi.


" Maaf karena aku tidak ada di saat kamu sedang membutuhkan pertolongan ku... " ucap Rangga yang menyesal telah membiarkan Elea terluka sendiri.


" Aw sakit..." ucap Elea yang nampak manja, namun Rangga dengan telaten mengurus Elea.


" Kayaknya nanti bakalan ada calon dokter tampan, yang akan jadi saingan Daddy..." ucap Elea sambil tersenyum.


" Siapa?" ucap Rangga


" Kamu lah, dan aku pasien pertama yang kamu rawat dan obati..." ucap Elea sambil cengengesan.


" Kamu nggak perlu jadi pasien, karena kamu sudah menjadi penghuni hati aku... " Rayu Rangga sambil tersenyum juga. Elea nampak tersipu malu ketika Rangga menggodanya, karena jarang sekali ia mendapatkan rayuan itu dari Rangga.


Mereka menikmati ketenangan danau, bahkan Elea masih betah berduaan dengan Rangga, karena ia masih merasa nyaman.


" Ayo balik!" ucap Rangga yang mengajak Elea untuk pulang ke rumah, karena ia takut terlambat membawa elea pulang.


" Nggak mau!" jawab Elea , ia masih ingin berduaan dengan Rangga di tepi Danau, karena hanya dengan Rangga, ia mampu melupakan semua masalahnya.


" Kenapa nggak mau?" ucap Rangga


" Kalau pulang ke rumah, nanti aku nggak bisa lihat kamu lagi..." ucap Elea dengan manja nya.


" Tinggal bilang masih kangen saja, gengsi! Huh..." ucap Rangga sambil mengacak-acak rambut Elea


" Memangnya kamu nggak?" balas Elea lagi.


Dan akhinya Rangga mengalah, ia menuruti Elea untuk tetap berada di tepi Danau dan menikmati suasana sejuk bersama sambil menunggu sunset datang. Elea bahagia begitupun juga Rangga, keduanya saling melengkapi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Guys, di Vote dong :( aku jadi ga semangat :(


coba yang mau lanjut, komen yg banyak!