My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season 3- kepergian Rangga



Malam ini, Rangga tidak bisa memejamkan kedua bola mata nya, ia begitu gelisah apalagi besok adalah hari terakhir nya berada di kota ini. Ia membuka satu persatu foto yang terpampang di layar ponsel nya, foto kebersamaan nya dengan Elea.


Pikiran Rangga semakin kalut, ia merasa bersalah.


..." dasar bodoh, mengapa aku bisa meninggalkan Elea, padahal dulu aku berjuang untuk mendapatkan nya..."...


Rangga membanting ponsel nya, sampai ponsel itu retak karena terbentur tembok, Rangga sudah tidak peduli, toh dari tadi ia menatap ponsel dan berharap elea memberi nya kabar, tentang hadiah yang ia titipkan kepada Security di rumah nya.


Mungkin saja keputusan Rangga memang benar, Elea nampak bahagia kalau sudah tidak bersama nya, terbukti tidak seperti biasanya. dulu kalau Rangga dan Elea bertengkar bahkan tidak saling memberi kabar, Elea selalu mengalah bahkan datang langsung ke rumah Rangga untuk menemui nya. Tapi sekarang, Elea benar-benar akan melupakan Rangga.


Tidak terasa , Rangga menghabiskan waktu sampai pagi buta, bahkan ia tidak tertidur sama sekali. Pesawat akan berangkat ke London sekitar pukul 07.00 wib.


Rangga keluar dari kamar nya sambil membawa koper berisi keperluan nya. Mama Reyna sudah menunggu Rangga sedari tadi.


Dengan langkah kecil, Rangga berjalan menuju ke arah Reyna.


Reyna memeluk Rangga dengan sangat erat, hari ini mungkin pelukan terakhir untuk Rangga, ia mencoba untuk mengikhlaskan kepergian Rangga, anak semata wayang nya yang selama ini, apapun keperluan nya Reyna lah yang selalu mempersiapkan nya. Namun, esok dan seterus nya Rangga harus belajar mandiri dan jauh dari kedua orang tua nya.


Dokter Fandy menghampiri Rangga dan juga Mama Reyna.


" Semoga kamu berhasil di sana ya nak, jadi anak yang membanggakan untuk Papa dan juga Mama...." ucap Dokter Fandy sambil mengusap kepala Rangga.


Mereka pun berangkat menuju Bandara, Tak terasa air mata Reyna terus menetes melepas anak semata wayangnya untuk tinggal di negeri orang, sedangkan ia belum sepenuhnya menginginkan Rangga pergi bahkan hidup jauh dengan nya.


" Mama akan sangat merindukan kamu, sayang...." ucap Reyna melepas kepergian Rangga.


" Mama jaga diri ya, Doakan Rangga sukses belajar di sana, Papa juga jagain Mama, jangan bikin mama sedih...." ucap Rangga sambil memeluk kedua orang tua nya, Ia berharap Elea akan datang menemuinya, untuk terakhir kali nya. Kedua bola mata Rangga mencari keberadaan Elea,namun ia sama sekali tidak menemukan Elea.


" Kami akan mendoakan kamu Rangga, dan pulang kembali ke jakarta dengan membawa kesuksesan..." ucap Kedua orangtua Rangga sambil mencium kening nya.


" Pa, Ma.. " ucap Rangga


" Kenapa nak? apa ada yang ketinggalan ?" ucap Dokter Fandy


" Aku titip Elea ya Ma, karena aku belum bisa memenuhi semua janjiku kepada Elea...." ucap Rangga dengan penuh haru.


Reyna dan juga dokter Fandy saling menatap, bukan kedua orang tua nya yang Rangga khawatirkan, melainkan Elea, ntah pikiran Rangga masih tertuju dengan Elea.


Mohon perhatian,


" Hati-hati sayang, tolong kabari kami kalau sudah sampai, Mama sayang kamu nak, jaga diri di sana...." ucap Reyna sambil meneteskan air mata ia tidak henti-hentinya memeluk dan mencium Rangga.


***


Elea bangun dari tidur nya, ia nampak terkejut ketika menatap isi kamar dengan nuansa yang berbeda, Bahkan Elea sendiri lupa kalau semalaman ia menginap di rumah dokter pram, Elea mengusap wajah nya. Ia menatap cermin yang terpampang di samping kasur , mata nya berwarna merah dan juga sembab . Ntah sudah berapa lama ia menangis, dan sudah berapa banyak air mata yang elea keluarkan untuk menangisi Rangga.


Elea langsung menatap jam dinding yang terpampang di kamar tamu milik dokter pram, ia bangun sangat pagi sekali tidak seperti biasanya. Tiba-tiba saja Elea teringat tentang keberangkatan Rangga menuju London, sontak ia langsung membersihkan diri , ia takut akan terlambat untuk datang ke bandara. Mungkin Rangga sangat membutuhkan kehadiran Elea, walaupun mereka sudah tidak bersama lagi.


Dengan terburu-buru, Elea berjalan tanpa memperhatikan apapun sampai tubuh kecil nya menabrak Saka yang berbobot tinggi dan besar, dengan rambut panjang yang sedikit ia ikat di bagian tengahnya.


" sekarang mata sudah pindah ke dengkul ya?" ucap Saka sambil merapikan baju nya. Kebetulan ia memakai baju kemeja berwarna cream dengan celana hitam, penampilan nya sedikit formal, kemungkinan Saka sedang ada acara.


"Nggak usah banyak omong, lebih baik antar aku ke bandara sekarang juga...." ucap Elea tanpa rasa malu, ia menarik tangan saka untuk segera berangkat ke Bandara, ia takut Rangga sudah pergi lebih dulu sebelum ia datang.


" Tapi..... "


baru hendak menolak ajakan Elea, namun Elea menarik tubuh Saka dengan sangat kencang, lalu menyuruh saka untuk masuk ke dalam mobil. Elea mendorong tubuh Saka dan berusaha mengambil kunci mobil di dalam saku kemeja Saka.


Kedua bola mata Elea dan juga Saka bertemu dalam satu tatapan, Saka menatap wajah cantik Elea tanpa seulas makeup sedikitpun, tanpa berkedip, namun hanya beberapa detik saja, Elea langsung menemukan kunci mobil, ia langsung mengendarai mobil saka dengan sangat kencang, untuk cepat sampai ke bandara.


" Maaf, tapi ini darurat, aku harus cepat sampai kalau tidak! semua nya akan hancur...." ucap Elea sambil fokus menyetir, ia tidak memperdulikan Saka yang sedari tadi mengoceh dan nampak ketakutan.


" Aku masih ingin hidup, kalau memang kamu mau mati, jangan mengajak ku!" ucap Saka sambil berpegangan.


" Aku tidak banyak waktu untuk berbicara, lebih baik diam dan duduk dengan manis, aku akan pastikan kamu masih bisa bernafas..."


" cewek gila!"


Elea tidak memperdulikan ucapan Saka, ia tetap fokus dengan tujuan utama nya, yaitu bertemu dengan Rangga, karena bagaimanapun ini hari terakhir nya bertemu Rangga, meski masih hancur perasaanya tapi Elea tidak bisa memungkiri kalau ia masih sangat mencintai Rangga.


Note :


Guys, maaf ya baru update dan cuma satu episode, sudah beberapa hari ini my baby girl lagi rewel banget jadi nggak sempet update , dan ini nyuri waktu kalau si dede lagi bobo nyenyak.


terimakasih tetap setia menunggu dan membaca novel ini. author sayang kalian