
Hati sudah semakin petang, Aleyna dan juga dr. Adnan pergi keluar untuk membeli keperluan, bahkan Elea meminta selimut berwarna merah muda karena di rumah sakit hanya tersedia warna coklat, ntah keinginan Elea memang begitu aneh, sampai Alvin saja ikut menggelengkan kepala karena sifat manja Elea tidak pernah hilang semenjak kecil, Elea menyukai barang-barang berwarna merah muda. Terpaksa Aleyna dan dr. Adnan pergi untuk mencari selimut serta bantal dan gelas minum.
Elea juga sudah mempersiapkan diri untuk tindakan operasi besok, Alvin sudah memberikan gambaran di ruangan operasi, ia sudah memberikan semangat kepada Elea kalau operasi itu tidak menakutkan. Elea yakin kalau Alvin tidak akan membohonginya.
Alvin juga ikut keluar untuk membeli makanan kesukaannya, sudah lama ia tidak makan masakan indonesia, terutama masakan padang, namun ia membatasi makanannya, Alvin memang menjaga makanannya, ia sudah terbiasa makan, makanan sehat di London.
" Aku nggak apa-apa kan pergi keluar sebentar?" ucap Alvin kepada Elea, ia ingin membeli ice coffe.
" Mau kemana si kak?" sahut Elea.
" Ke Starbucks sebentar, sebenarnya mau makan nasi padang tapi lain kali saja!" ucap Alvin, Elea hanya tersenyum
" Semoga bertemu dengan Kiara!" ucap Elea yang membuat Alvin menganga.
" Apa?"
" Iya soalnya yang aku dengar, Kiara bekerja di Starbucks!" sahut Elea, yang semakin membuat Alvin begitu penasaran.
" Memang nya dia masih ingat aku?" kata Alvin sambil mendekat ke arah Elea seolah Alvin ingin mengetahui lebih jelas tentang Kiara.
" Kiara itu bekerja Part time di Starbucks, kalau nggak salah dia sebagai barista gitu, cuma aku nggak tahu Starbucks daerah mana, hehehe...." ucap Elea ingin sekali ia tertawa melihat tingkah lucu Alvin setelah mendengar nama Kiara, namun rasanya Alvin masih menyimpan rasa kepada kiara.
" Kalau memang jodoh, tuhan akan menakdirkan aku dan Kiara untuk bertemu, kalaupun enggak? Ya berarti itu sudah jalan Tuhan..." ucap Alvin, yang langsung pamit pergi namun ia sudah berpesan kepada perawat untuk menjaga Elea karena sebentar lagi Mommy dan juga Daddy datang.
***
Sementara itu, Rangga menolak untuk pulang ke rumah dengan beralasan ia dan Alvin ada janji untuk menyelesaikan tugas dan kebetulan Rangga memang akan berencana kerja di Rumah sakit Jakarta, Rangga yang bergelar sebagai dokter umum, sudah melanjutkan strata dua nya di Jakarta karena Reyna dan juga dr.Fandy yang memintanya. Namun Rangga menolak karena hanya tinggal beberapa tahun lagi Rangga lulus dengan gelar dokter spesialis anak.
Sebenarnya, itu hanya alasan Rangga saja, Rangga ingin menemui Elea ia ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat kepada Elea, meski rasanya Rangga tidak pantas untuk bertemu dengan Elea lagi.
Rangga memaki masker penutup wajah, dan juga topi di kepala nya, ia bahkan memperhatikan gerak-gerik Alvin yang baru saja keluar dari lantai 4. Rangga yakin Elea ada disana, Rangga menyelinap ketika Alvin lewat di hadapannya, Rangga tidak ingin Alvin mengetahui keberadaannya, karena Alvina sudah melarang keras untuk dirinya bertemu dengan Elea, namun Rangga begitu nekat.
Apapun akan Rangga lakukan asal ia bisa melihat wajah cantik Elea.
Setelah berhasil melewati Alvin, dan memastikan Alvin sudah pergi jauh meninggalkan kamar rawat Elea, Kini Rangga memanggil official boy Rumah sakit , dengan menjanjikan bayaran yang tinggi akhirnya Danu yang bekerja sebagai office boy rela meminjamkan baju seragam nya untuk Rangga , karena Rangga begitu memaksa, dan akhirnya Danu memberikan nya.
" Baiklah serahkan itu semua padaku, dan kau jangan takut, aku akan memberimu tip setelah ini!" ucap Rangga yang berhasil menyamar sebagai office boy untuk bisa masuk ke kamar rawat Elea.
" Ta-ta-tapi ini tidak akan mengancam pekerjaan saya kan Pak!" ucap Danu yang begitu ketakutan.
" Tidak akan, aku berjanji!" ucap Rangga sambil meraih sapu dan juga alat pembersih lantai.
Rangga yang sekarang menyamar sebagai Office boy bukan lagi Rangga yang sebagai dokter dengan penutup kepala beserta penutup wajah, dan kacamata hitam. Rangga tidak akan di kenali oleh siapapun.
" ini semua aku lakukan demi bertemu dengan Elea!" ucap Rangga yang langsung berjalan sambil menoleh ke arah kiri dan kanan.
Sebelum masuk ke kamar rawat Elea, pintu kamar sudah terkunci dengan nomor pin yang sudah Danu berikan kepada Rangga, sementara Perawat yang jaga di depan pun tidak mengetahui kalau itu Rangga, mereka mengganggap kalau itu Danu yang biasa membersihkan kamar rawat VIP.
" 14786"
kode kamar rawat Elea, pintu itu terbuka dan Rangga mulai masuk ke kamar Elea, Rumah sakit itu begitu mewah, jantung Rangga tidak bisa berhenti berdetak, ia bahkan gemetar, tidak seperti biasanya, Rangga alergi terhadap debu namun ia berusaha untuk menahannya meski bersin terus menerus, Rangga mulai menyapu ruang tamu yang tidak terlalu besar.
ceklek.....
tiba-tiba saja pintu kamar Elea terbuka, Rangga begitu terkejut namun ternyata ada salah satu perawat yang keluar dari kamar rawat Elea, Perawat itu tersenyum kepada Rangga, dan Rangga hanya menunduk saja. Terlihat, perawat itu nampak kebingungan dan juga heran dengan Office boy yang tidak seperti biasanya, namun perawat itu hanya memperhatikan Rangga yang sedang menyapu namun terus bersin. Perawat itu langsung pergi meninggalkan kamar Elea.
" kalau saja bukan demi Elea, aku tidak akan mau membersihkan kamar mandi dan juga ruangan ini. " ucap Rangga.
Setelah selesai membersihkan ruangan akhirnya Rangga memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Elea, Rangga memerhatikan Elea sedang memainkan ponsel nya.
Pintu kamar itu terbuka, jantung Rangga semakin tidak bisa berhenti berdetak, Jantung nya berdegup dengan kencang, Ia melihat sosok Elea yang dulu, tidak ada yang berubah dari diri Elea.
Eleanor, kamu masih tetap cantik meski wajah mu sedikit pucat,
aku merindukan mu Eleanor, aku masih memiliki rasa yang sama.
Maaf, aku telah menyakitimu....