
Setelah seharian menghabiskan waktu untuk merayakan resepsi pernikahan nya, Fandy dan Reyna pun pulang ke Hotel yang sudah di sewa oleh Fandy selama satu pekan ini, Hotel X ini pun jarak nya sangat dekat dengan gedung pernikahan jadi mereka tidak perlu membuang waktu untuk sampai ke hotel itu, sedangkan bunda Martha dan yang lain pulang ke rumah masing masing, karena sudah merasa lelah dengan semua aktifitas seharian yang menguras tenaga,sebelum pulang bunda Martha pun berpesan kepada Reyna, agar ia bisa menjadi istri yang baik untuk Fandy , Dan mampu mengikuti apa keinginan Fandy, serta kedua sahabat nya yang berpesan agar Reyna menikmati malam pertama nya bersama Fandy, karena malam ini lah yang akan menjadi malam terindah di kehidupan Reyna, karena hari ini ia sudah berganti status menjadi istri seorang Dokter dan ia mendapat sambutan hangat dari kedua sahabat nya untuk masuk dalam jajaran istri seorang Dokter tampan.
" Nak, jaga diri baik-baik, Jangan pernah melawan sama suami, dan Jangan pernah membantah keinginan suami mu, sayang" Ucap Bunda Martha sambil memegang kedua pundak Reyna dengan tangan nya
" Bunda, Reyna akan selalu ingat amanat Bunda .. " Ucap Reyna sambil memeluk Bunda Martha
" Nak, selamat menikmati kehidupan baru, Bunda Akan selalu mendoakan kamu, sayang .."
" Bunda jaga diri baik-baik juga, Reyna akan sering main ke rumah Bunda , Reyna sayang sama bunda . "
" Iya Nak, bunda juga sayang sama Reyna.."
Haru, melihat dua sepasang anak dan ibu yang harus berpisah ketika Reyna harus menjalani kehidupan nya yang baru bersama Fandy, disisi lain ia juga ia merasa prihatin dengan bunda Martha yang hidup sendiri,namun ia selalu menguatkan Reyna untuk tidak memikirkan nya, karena bunda Martha ingin, Reyna dan Fandy menikmati pernikahan mereka.
Sementara Aleyna dan Susan pun sedang membuat rencana, ia memang membeli satu botol wiski yang sengaja di tuangkan di dua gelas yaitu gelas Fandy dan Reyna , mereka melakukan ini tanpa sepengetahuan Reyna dan Fandy atau kedua suami nya, karena ini trik yang jitu, untuk membuat pasangan pengantin baru yang kedua nya sama sama polos menikmati malam pertama nya dengan indah tanpa harus ada rasa gengsi dan sebagai nya.
" Aley, bukan kah seorang Dokter tidak boleh konsumsi alkohol ?" Tanya Susan kepada Aleyna
" Hanya satu gelas saja, tidak apa-apa, lebih baik kau tuangkan saja wiski itu ke gelas lalu memberi nya ke Reyna!" Ucap Aleyna
" Ide yang bagus, kalau saja ini berhasil membuat mereka ilusi, tapi ini bagus karena mereka akan melakukan malam pertama nya dengan indah tanpa ada ragu !" Ucap Susan dengan segera ia menuangkan minuman wiski itu ke dalam dua gelas.
Tanpa sepengetahuan Adnan dan Daniel , tapi ini cara terbaik untuk menikmati malam pertama bagi Fandy maupun Reyna.
*
Aleyna dan Susan pun membawa beberapa minuman yang sudah di campur wiski hanya dua gelas saja yaitu untuk Reyna dan Fandy sedangkan gelas lain nya tidak di campur wiski, untuk dirinya sendiri dan Adnan maupun Daniel
" kau jangan salah memberi minuman nya" Ucap Aleyna sambil menyenggol tubuh Susan
" Aku rasa, tidak salah Ley!" Ucap Susan sambil menyodorkan satu gelas berisi wiski ke arah Reyna
" Minum dulu Rey, kau bahkan terlihat sangat lelah malam ini !" Ucap Susan
" Iya, habis itu kami akan pulang !" Ucap Aleyna
" Kalian baik banget sih, aku memang lelah hari ini, dan badan ku rasa nya remuk!" Ucap Reyna, segera ia meneguk satu gelas yang berisi wiski
" Minumlah, kau nikmati malam ini dengan indah !" Ucap Aleyna sambil tertawa
" Kau jangan membuat ku canggung !" Ucap Reyna
Aleyna dan Susan pun hanya tertawa melihat Reyna yang begitu memikirkan hal hal yang dia anggap sulit namun mudah sekali, wajar saja ini pengalaman baru untuk Reyna, begitu pun juga Aleyna dan Susan dulu pernah merasakan ada di posisi Reyna, mereka memang nakal waktu dulu, namun mereka selalu menjaga kesucian mereka , meski pun orang lain menganggap mereka sampah, dan gadis nakal tapi mereka mampu membayar semua omongan orang orang tentang diri mereka, bukti nya mereka menikah dengan seorang Dokter yang memang sangat di hormati dari kalangan masyarakat, dan yang pasti mereka bahagia
" Aku ngga nyangka banget, akhir nya kita menikah dengan Dokter semua " Ucap Reyna sambil terharu dan ia pun sesekali meneguk minuman berisi wiski itu
" Kami pun sangat terharu !" Ucap Aleyna dan Susan secara bersamaan
" semua itu sudah takdir , kita hanya bisa bersyukur saja bisa menerima ini semua !"
cukup lama mereka bertukar pikiran dan saling mengenang masa lalu , untung saja baby Al dan baby El sudah di bawa pulang duluan oleh bunda Widya dan Ayah Raden , serta Kiara yang sudah di bawa pulang oleh Kakak ipar dari Susan, jadi mereka bisa menikmati malam ini penuh dengan kebahagiaan .
*
Sementara Fandy hendak meneguk gelas yang berisi wiski, namun baru saja ia meneguk nya sedikit saja, akan tetapi ia mencium bau alkohol di gelas nya, segera ia menghentikan nya, karena Fandy memang tidak pernah mengkonsumsi wiski dan sebagai nya, karena masa muda nya sama seperti Adnan, masa muda yang hanya di lewati dengan belajar dan bekerja keras dan memang baru kali ini, ia meneguk minuman wiski meski pun hanya sedikit tapi, rasa pusing itu tiba tiba saja muncul di kepala nya, ia tidak biasa meminum wiski atau sejenis nya.
" Kau istirahat saja dan nikmati malam ini, Aku dan Daniel mau pulang.. " Ucap Adnan kepada Fandy
" bukan kah, ini sudah larut malam?" Ucap Fandy dengan polos nya
" mana mungkin kami tidur bersama pasangan pengantin baru, kau ini alasan saja !" celoteh Daniel sambil tertawa
" Kau bisa menganggu konsentrasi ku " Jawab Fandy
" Yasudah aku pamit pulang, semoga sukses " Ucap Adnan sambil menepuk bahu Fandy
" Terimakasih sudah membantu ku, Aku bahkan tidak tahu harus membalas nya dengan apa lagi, salam untuk keluarga mu!" Ucap Fandy yang sedikit pusing
" Selamat menikmati !" Ucap Daniel
" Terimakasih juga, kau telah membantu ku" Ucap Fandy
" Aku senang membantu mu " Ucap Daniel
Tak lama Reyna beserta Susan dan Aleyna menghampiri suami mereka yang sedang mengobrol, karena sudah larut malam, dan mereka juga mempunyai tanggung jawab mengurus anak anak mereka.
Setelah pamit, akhir nya Aleyna dan Susan pun pamit untuk pulang ke rumah masing masing, dan meninggalkan Fandy dan Reyna yang akan menikmati masa masa nya sebagai pasangan suami istri.
*
" Kelinci ku, ayo !" Ucap Fandy sambil menggandeng dan merangkul tubuh mungil Reyna untuk naik menuju lantai tiga, karena kamar mereka berada di lantai tiga , dan mereka menggunakan Lift untuk sampai ke lantai atas sebuah hotel yang mereka sewa satu pekan ini
Setelah sampai, Fandy pun segera bergegas menuju kamar mandi karena ia merasa pusing dan mual, mungkin ini efek minuman wiski yang ia teguk sekitar 40 % tapi efek nya bisa langsung di rasakan oleh Fandy, sementara Reyna sudah biasa meneguk beberapa wiski, namun gairah nya semakin meningkat.
" Beruang kutub, kamu tidak apa-apa ?" Ucap Reyna sambil memegang tengkuk Fandy
" Tidak apa-apa " Ucap Fandy
Reyna memang sudah ganti pakaian di waktu sore tadi, ia hanya mengenakan dress hitam dan segera ia membersihkan sisa sisa make up, yang masih menempel di wajah nya, ia menggunakan kapas dan micellar water untuk membersihkan make up agar tidak menempel di wajah nya, karena tidak baik kalau masih ada sisa sisa make up di wajah nya, karena ia akan tidur
Ia menghadap cermin dengan menggunakan pakaian tidur saja, hanya pakaian tidur biasa saja, ia merasakan pusing namun sudah biasa, ia biasa seperti ini hanya saja ia gugup karena belum terbiasa melewati hal seperti ini .
Fandy pun keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk piyama nya, rambut nya sudah basah dan membentuk manik manik di atas nya, ia menatap ke arah Reyna, ntah ia masih berasa pusing namun gairah nya meningkat, apa mungkin ini efek dari wiski yang ia minum dengan tanpa sengaja.
" Kelinci ku ..." Ucap Fandy sambil memeluk Reyna dari belakang
" Kau sudah tidak pusing atau mual lagi ?" Ucap Reyna sambil mengelus wajah Fandy yang kini berada di pundak kanan nya
" Tidak, aku baik baik saja" Ucap Fandy sambil terus memeluk Reyna
"bagus deh " Ucap Reyna sambil mencoba beranjak dari duduk nya dan melepaskan pelukan dari Fandy
" Kau sangat cantik malam ini. " Ucap Fandy sambil menatap wajah Reyna
Jantung Reyna tak henti nya berdetak, ia bahkan merasakan suasana yang lain, ntah Fandy semakin menggoda nya, apa mungkin dia akan melakukan nya malam ini ?
" Sayang " Ucap Fandy sambil mengangkat tubuh Reyna yang mungil
Reyna memejamkan mata nya, ketika Fandy hendak mencium nya bahkan malam ini Fandy terlihat berbeda namun, ia begitu seksi dengan dada yang terbuka yang di tumbuhi rambut rambut kecil di dada bidang nya itu.
" Kau sangat cantik , kelinciku"
" istriku "
" permaisuri ku "
Fandy mengecup bibir Reyna, dan ******* nya bahkan ia menerima kecupan dari Fandy, ia begitu menikmati suasana malam hari yang indah, bahkan ia sangat senang bisa menikah dengan Reyna.
karena penantian yang cukup panjang, bahkan berulang kali mereka berpisah, tapi untuk malam ini mereka tidak ingin berpisah lagi karena mereka sudah resmi dalam ikatan cinta, dan suci nya pernikahan.
" Apa yang kau lakukan beruang kutub? " Ucap Reyna yang menahan tubuh nya
" kau bahagia menikah dengan ku?" tanya Fandy sambil mendekati Reyna
" Jangan di tanya, sudah jelas aku bahagia setelah sekian lama, aku menanti nya" Ucap Reyna dengan melemparkan senyum nya ke arah Fandy
" Kau siap melakukan nya, karena aku sudah tidak tahan !"
Fandy mulai mendekat ke arah Reyna,ia mencium pucuk rambut Reyna .
kau tidak akan pernah tahu betapa bahagia nya aku, bisa memiliki mu.
mereka pun menghabiskan malam panjang secara bersamaan layak nya pengantin baru , dan tidak lupa juga untuk selalu bersyukur karena tuhan mampu menyatukan dua insan yang saling mencintai. tidak ada seuntai kata yang mampu mengungkapkan rasa bahagia mereka, karena kebahagiaan sepasang pengantin baru ini memang lah tidak ada dua nya, karena Reyna merasakan pengalaman baru bersama Fandy, dan berharap pernikahan nya bisa langgeng sampai maut memisahkan.