
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Mila pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, membuat Varo berdiri dan langsung memeluk Mila dengan erat, mencurahkan segala perasaan yang selama ini dia pendam sendiri lalu berkata, "Jadi di hari ini, bulan ini di tahun depan bakalan jadi hari peringatan anniversary kita."
Mila kembali menganggukkan kepalanya, dan mereka pun mulai menikmati malam yang indah di pinggir pantai dengan suasana yang begitu romantis.
Tapi karena mereka berada di pinggir pantai di malam hari seperti itu, Mila pun memeluk tubuhnya sendiri karena merasakan hawa dingin yang seolah menggerogoti tubuhnya sampai ke tulang-tulang.
Kalau saja dia tau sejak awal kemana Varo akan membawanya, dia pasti akan memilih untuk memakai baju panjang atau setidaknya membawa jaket untuk mengurangi rasa dinginnya.
Namun, betapa terkejutnya Mila saat sebuah jaket hangat tiba-tiba saja nangkring cantik di tubuhnya. Dia menolehkan kepalanya, dan menatap Varo yang tengah tersenyum manis padanya.
"Biar kamu nggak kedinginan." Ya, Varo memakaikan jaket yang tadi dia kenakan, ke tubuh Mila dan membuat si empunya tersenyum bahagia.
Sebenarnya bukan suatu kebetulan Varo mengenakan jaket tebal itu, tapi dia sudah memperkirakan jika Mila yang tak tau tempat mana yang akan mereka tuju pasti memakai pakaian berlengan pendek.
Jadi dia sengaja membawa jaket itu, memang untuk menambah suasana romantis diantara mereka dengan dia yang memakaikan jaketnya pada Mila.
*
Meninggalkan kebucinan Varo dan Mila, kita beralih pada Queen dan Alana yang kini sudah sampai di tempat yang Queen tuju.
Queen dan Alana pun turun dari motornya dan berjalan menuju rumah itu, menekan bel dan menunggu si empunya rumah membukakan pintu untuk mereka.
Sontak saja semua orang yang ada di rumah itu, berbondong-bondong keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa sih, Don? Ngapain lo teriak-teriak, udah malem tau ganggu tetangga!" seru Dion.
"Woy, Doni! Ini gue anjir, Queen bukan setan! Enak aja mulut lo, main ngatain gue setan!"
Mendengar suara yang dia kenal, Doni pun membuka tangan yang tadi dia pakai untuk menutupi wajahnya.
Dia merasa lega saat melihat kaki Queensa masih menapak di tanah, yang mana itu berarti seseorang di depannya itu adalah manusia dan bukan setan.
Dion yang akhirnya mengerti alasan Doni berteriak pun hanya bisa terkekeh, apalagi saat melihat raut wajah kesal adik kecilnya itu.
"Lagian lo juga sih Queen, ngapain masih pake topeng jurig gitu sih? Emang lo belum balik ke rumah?"
"Malah di introgasi, bukannya di suruh masuk dulu gitu. Capek nih gue." Tanpa menunggu jawaban dari si empunya rumah apalagi sang kakak, Queensa pun menerobos beberapa pemuda yang berdiri di ambang pintu itu dan masuk ke dalam rumah.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...