
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queensa yang mendapat pujian dari sang kakak, hanya tersenyum tipis, karena tugasnya masih belum selesai sampai di sini.
Queensa pun kembali memfokuskan pandangannya, pada para pemegang saham yang masih tampak syok dan terkejut melihat hal yang tidak terduga itu.
"Maaf semuanya, saya hampir lupa tujuan utama saya," ucap Queen secara tiba-tiba, yang langsung mengalihkan atensi para pemegang saham dan dewan direksi di depannya, "Kalian juga pasti penasaran kan, apa tujuan saya datang ke sini hari ini? Pertama-tama, saya harus menyingkirkan sampah dan hama perusak daru perusahaan ini lebih dulu, sebelum kita membahas hal yang lain."
Queen mengangkat tangannya, memberi isyarat pada Alex.
Alex yang memahami isyarat itu pun, segera menyerahkan tumpukan kertas yang sebelumnya ia bawa, kemudian membagikan kertas itu pada beberapa orang di meja.
Orang-orang yang menerima kertas itu kebanyakan dewan direksi dan manajer. Awalnya mereka sangat kebingungan, kemudian ekspresi mereka berubah menjadi ketakutan.
"S-saya bener-bener tidak melakukan semua ini. Bu Kirana! Dia yang sudah menyuruh kami untuk melakukan semua ini!"
Queen tampak mengulas rsenyum tipis di bibirnya dan menatap beberapa orang itu bergantian. Dari ekspresinya, Queen bisa tau kalau mereka semua pasti sudah ketkutan, melihat apa yang ada dalam kertas itu.
"Well, Bu Kirana juga tidak akan lolos dari masalah ini, dia akan dijerat dengan pasal berlapis." Queen mengangkat teleponnya dan menghubungi seseorang.
"Mereka udah sampai?" tanya Queen, "Kalau begitu, suruh mereka untuk langsung naik ke sini." Imbuh Queen setelah mendapat jawaban dari seberang sana.
Beberapa orang yang menerima lembaran kertas itu, langsunh mendapar firasat buruk di dalam hati mereka.
Entah kenapa, mengingat kejadian akhir-akhir ini yang telah menimpa mereka, membuat pemikiran mereka semua langsung tertuju pada sosok gadis picik di depan mereka itu.
Queen bertepuk tangan, "Bingo! Anda cukup pintar rupanya."
Orang-orang itu terbelalak, Ia tidak menyangka jika Queen akan mengaku semudah itu. Memikirkan kerja keras meraka selama bertahun-tahun hancur di tangan seorang gadis kecil yang masih bau kencur.
"Ternyata perkataan Bu Kirana benar, kamu seharusnya mati bersama ayahmu itu!"
Salah seorang dari mereka bergegas maju untuk mencekik Queensa, tapi Queen dengan mudahnya menendang kaki pria itu dan membuatnya berlulut di hadapan Queen.
"Anda tidak pernah menyangka kan, kalau masih ada ikan yang berhasil lolos dari jaring yang anda pasang, Mr.D?"
Queen tidak bicara dengan pria itu, melainkan dengan seseorang yang sedang memonitor mereka dari jauh.
Dia menyambar alat pendengar, yang dipasang oleh pria itu di kerah jasnya. Dan tidak perlu di pikirkan lagi, karena orang itu adalah orang yang sama, dengan pria di dalam video panas milik Kirana.
Queen berkata, "Bersenang-senanglah selama beberapa hari, sebelum aku benar-benar menghancurkanmu, Mr.D!"
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...