Queensa

Queensa
Queensa "236"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queen kembali menepuk dan mengelus punggung Varo dengan lembut, meski dia sendiri juga harus berusaha kerasa menahan gejolak aneh didadanya.


Kalian yang mengira Varo memeluk Queen karena kesempatan yang datang tanpa diundang, maka author beri tau jika kalian tidak salah.


Tapi alasan terbesar Varo menahan Queen adalah, dia merasakan adanya kehangatan dan ketulusan dalam pelukan Queensa yang membuat dirinya merasa nyaman.


Pelukan Queen membuatnya merasakan kembali, apa yang dinamakan dengan kasih sayang. Membuatnya kembali menemukan alasan untuk tetap hidup, meski jalan takdir yang harus dia tapaki begitu terjal dan berbatu.


Tanpa kedua orang itu sadari, sejak tadi ada dua pasang mata yang tengah memperhatikan interaksi antara keduanua dari celah pintu yang terbuka.


Siapa lagi pemilik mata itu jika bukan duo somplak. Mereka tadinya berniat menengok keadaan Varo, dan memastikan jika Varo benar-benar istirahat.


Tapi inilah yang mereka dapatkan, sebuah pemandangan yang begitu menyayat hati mereka.


Pemandangan dimana air mata seorang Varo yang begitu mahal, kini mengalir deras membasahi pipinya.


"Sekarang gue yakin kalau si makhluk astral itu, emang ditakdirin buat Varo." Adam menatap sendu pada teman baiknya itu, dari balik pintu.


"Lo bener, Dam. Al bisa se terbuka itu sama si Makhluk Astral, bahkan si Al nangis didepan dia tanpa perduli sama harga dirinya."


Adam yang posisi mengintipnya berada di bawah Alvin, kehilangan keseimbangannya saat Alvin bergerak secara tiba-tiba untuk mengakhiri sesi mengintip itu.


Bruk!


Queen dan Varo melepas pelukan mereka, karena terkejut dengan suara benda berat dan besar yang terjatuh dari arah pintu.


Dan saat keduanya menoleh, mereka disuguhi dengan pemandangan yang membuat mereka kesal, malu dan tidak habis pikir.


"Sorry, Al. Kita tadi nggak nguping kok, cuma ngintip doang dikit. Hehe..."


Tanpa aba-aba, bantal yang tadinya berada di atas ranjang, kini terbang melayang ke arah duo somplak.


Sedangkan Queen sedang bersusah payah menyembunyikan rasa malu dan canggungnya, karena ketahuan oleh Adam dan Alvin saat dia sedang berpelukan dengan Varo.


"Shitt!! Malu-maluin banget sih lo Queen...!" rutuknya dalam hati.


Varo yang melihat kecanggungan dari gelagat Queen, segera menyuruh duo somplak itu untuk pergi dari kamarnya.


"Lo berdua pergi sana, ganggu aja."


"Cih! Giliran dapet cewek aja temen dibuang," celetuk Adam, sambil berjalan keluar dari kamar Varo.


Varo hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat kelakuan dua sahabatnya itu.


Sedangkan Adam dan Alvin yang kini sudah kembali ke kamar Adam pun, tengah tertawa lepas bersama. Bukan tanpa alasan, tapi tadi mereka sempat melihat adanya semburat merah yang samar, di pipi Varo.


"Gue baru tau kalau si Al bisa seimut itu pas lagi malu, soalnya kan dia biasanya malu-maluin." Adam pun kembali tertawa renyah.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...