Queensa

Queensa
Queensa "277"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Pria yang di panggil oleh Queen dengan sebutan uncle Dom itu, adalah Dominic De Travis. Dia adalah teman masa kecil Queensa.


Mereka memang tidak sebaya, karena Dominic berusia tujuh tahun lebih tua dari Queensa.


"Hanya menunggu waktu yang tepat."


Queen menganggukkan kepalanya, "Kapan Uncle pulang dari italia? Kenapa tidak mengabariku?"


"Aku ingin memberikan kejutan pada gadisku. Kamu tidak lupa kan, apa yang selalu kamu janjikan pada Handsome Unclemu ini? Sekarang aku datang untuk menagih janji."


Queen mengerutkan keningnya bingung, sambil berusaha mengingat-ingat janji apa yang dia berikan pada dominic. Hingga pria itu datang jauh-jauh demi mengaih janjinya.


Namun sekeras apapun Queen memikirkan hal itu, dia tetap tak dapat mengingat janji apa yang dia punya pada Dominic.


Ctak!


Queen memegangi dahinya yang terasa panas, "Uncle, sakit!"


"Siapa suruh kamu berani melupakan janjimu, baby Queen?"


"Terakhir kita bertemu itu sudah belasan tahun, saat itu aku masih ingusan. Lagi pula itu kan sudah lama, mana aku ingat." Jawab Queen dengan entengnya seolah tanpa dosa.


Dominic mencubit hidung Queen sambil berkata, "Kamu yang membuatku masih betah menjomblo hingga saat ini, tapi kamu berani melupakannya? Siapa yang dulu mengatakan jika aku hanya miliknya dan hanya boleh menjadi miliknya, selamanya akan seperti itu. Kamu tau? Kata-kata itu seperti kutukan bagiku, aku jadi tidak bisa dekat dengan wanita lain selain dirimu."


Queen terkejut dengan mulut yang menganga lebar, mendengr ucapan Dominic. Dia mencoba mengingat kembali, apakah dia benar-benar pernah mengatakan hal konyol semacam itu pada Dominic atau tidak.


Tak ada apapun yang bisa mengubahnya, termasuk waktu sekalipun. Itulah yang sering Queen katakan dulu.


"Astaga, ternyata gue beneran sering ngucapin hal gila kayak itu?" batin Queen sambil merutuki kebodohannya sendiri dalam hati.


"Jangan mencoba mengelak, baby Queen. Aku datang untuk menjadikanmu milikku seutuhnya, karena sebentar lagi kau akan lulus bukan?"


Queen pun gelagapan, "Hah? Ah, itu masih sangat lama uncle. Aku kan baru kelas dua SMA."


"Aku sudah menunggumu sangat lama. Apa artinya menunggu satu dua tahun lagi? Tapi setidaknya aku harus mengikatmu lebih dulu, bukan? Aku takut baby Queenku yang limited edition ini, di ambil oleh pria lain."


"Varo!" entah kenapa, tiba-tiba saja Queen justru menyebut nama Varo dengan suara lirih, hingga Dominic pun tak dapat mendengarnya dengan jelas.


Pikiran Queen pun melayang pada sosok Varo, bahkan membuat dia sampai tak mendengarkan perkataan Dominic.


Entah kenapa dia ingin sekali bertemu dengan Varo, untuk saat ini.


Melihat Queen yang malah diam saja dan melamun, Dominic pun menepuk pundak Queen dan membuat kesadaran gadis itu kembali.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...