
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Jadi sekarang lo udah bukan anggota Joker lagi nih?" gurau Alana menggoda Varo.
"Udah enggak dong, secara kan mulai hari ini gue udah nggak jomblo lagi."
Mereka pun berbincang sejenak, hingga pintu kamar Alana terbuka dan bi Marni datang membawa segelas coklat panas, pesanan Alana tadi.
Alana memberikan kode pada bi Marni untuk menaruh coklat panasnya di atas nakas, dengan bahasa tubuh alias bicara tanpa suara.
Bi Marni yang mengerti maksud Alana pun segeralah keluar dari kamar itu, setelah meletakkan coklat panas itu. "Terus lo sama si Micin sekarang ada dimana? Tadi kalian pergi kemana?"
"Ya gue nganterin si Sasa balik lah, Al. Dia itu udah keliatan capek banget, ya kali lo suruh kita buat nonton drama percintaan lo yang super super bucin itu."
Alana sengaja menyindir sahabatnya itu, namun yang Varo lakukan hanya terkekeh geli mendengarnya. Tak seperti biasanya yang selalu marah, saat dirinya disindir dengan cara seperti itu.
"Terus sekarang lo dimana?"
"Gue udah di pulau kapuk, mau otw ke alam mimpi. Seharian gue sama Sasa harus ngurusin hal yang sedikit nggak penting yang ngebuat kita capek bin pegel binti ngantuk kuadrat. Nggak kayak yang terima enaknya aja, bahkan tanpa sepatah kata terimakasih terucap dari bibir sexynya." Alana lagi-lagi menyindir Varo dengan lebih pedas dari sebelumnya.
Namun reaksi Varo masih sama dan tidak berubah, yaitu terkekeh geli mendengar umpatan yang Alana sampaikan dengan cara epic itu.
Dia memang sudah seharusnya mengucapkan terimakasih pada Queen dan Alana, karena berkat bantuan keduanya kini dia bukan lagi seorang joker alias jomblo keren.
Sedangkan Alana hanya memutar jengah bola matanya. Warung soto Yuk Yah adalah tempat mereka biasa nongkrong saat membolos jam pelajaran.
Dan warung itu hanyalah sebuah warung sederhana yang sengaja mereka pilih, sebagai tempat pelarian karena para guru tidak akan pernah mengira jika mereka ada di tempat itu.
"Al, lo pernah denger judul film paling epic di channel ikan terbang nggak?"
"Channel ikan terbang yang itu? Ehm... bukannya judulnya itu-itu aja ya?"
"Ada kok yang epic pake banget, judulnya 'azab orang pelit mati karena sembelit' epic banget kan?"
Sontak saja Varo auto mengeluarkan segala sumpah serapahnya, karena candaan receh Alana yang ujung-ujungnya menyindir dirinya lagi.
"Gue itu nggak pelit, tapi irit." Varo kemudian tertawa namun dia begitu kesal saat Alana tiba-tiba saja mematikan sambungan teleponnya, dan membuat Varo melemparkan ponselnya ke atas ranjang sambil memaki Alana.
Tapi tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi, menandakan adanya pesan masuk. Varo pun segera menghampiri ponsel tak bersalah yang baru saja dilemparnya tadi dan membuka pesan itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...