
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Tapi sayangnya orang aneh itu tiba-tiba saja datang dan membuat pantatnya mencium trotoar dengan begitu mesra hanya karena sebuah kesalahpahaman, yang mengira jika Queen ingin bunuh diri.
Dia pun menghentikan tangannya yang sejak tadi sibuk mencomot cemilan dari wadahnya, dia berdiri dan tanpa sepatah katapun berlalu pergi ke kamarnya, membuat sang ibu kesal dan meneriakinya.
"Renata!" Namun Rena tetap diam dan terus berlalu menuju kamarnya, menutup pintu kamarnya dengan kasar kemudian melemparkan tubuhnya ke atas ranjang besar miliknya.
"Sampai kapan? Sampai kapan mama bakal kayak gini? Apa mama pikir, dengan ngelakuin semua ini mama bisa bikin papa balik lagi?" gumamnya lirih kemudian memakai bantal untuk menutupi wajah dan telinganya.
Berusaha untuk membuat telinganya tak mendengar teriakan sang ibu, dan ketukan pintu yang begitu mengganggu itu. Dia hanya ingin tenang, untuk saat ini.
Di sisi lain...
Queen baru selesai dengan ritual mandi kilatnya, kini sudah merebahkan dirinya di atas ranjang kong size miliknya.
Tak ada ritual berendam atau perawatan kebersihan seperti yang biasa dia lakukan saat mandi, dia sedang malas untuk melakukan apapun. Yang dia inginkan hanyalah segera menyapa pulau kapuk pribadinya.
Queen menyambar ponselnya, mencari nomor kontak Alana dan mengetikkan pesan untuk orang yang baru saja menambahkan daftar luka di hatinya itu.
...Lo nggak harus memilih, Alana, karena gue bukan pilihan. Jadi lebih baik, gue bantu lo biar lo nggak perlu bingung harus milih antara gue atau dia. ...
...Gue lebih baik mundur, Lan. Gue nggak mau jadi barang yang harus lo banding-bandingin sama dia, cuma buat nentuin pilihan lo. ...
...Lagi pula gue udah liat sendiri, cinta lo cuma buat dia bukan gue. Lo cuma cinta sama muka gue, muka gue yang mirip sama dia. ...
Tak butuh waktu lama, pesan balasan pun masuk.
"Maksud lo apaan sih Queen?"
Queen kembali mengetikkan pesan balasan untuk Alana, "Putri."
Hanya satu kata, tapi itu justru mampu membuat Alana tak lagi bisa membalas pesan singkat Queensa.
Dia mengacak rambutnya frustasi, dan membuat ketiga temannya yang melihat tingkahnya itu menjadi bingung sendiri.
"Woy, Lan. Ko kesambet?" seloroh Varo.
"Sasa, dia minta gue jauhin dia karena dia udah liat gue sama putri." Jawabnya dengan lirih, dan hanya didengar dengan jelas oleh Varo yang ada dihadapannya.
Sedangkan Alana dan Alvin sudah kembali sibuk dengan ponsel mereka yang masih menampilkan tampilan game moba kesayangan mereka.
"Hah? Maksud lo?" tanya Varo yang berpura-pura bodoh, "Good, Micin. Emang seharusnya lo lakuin itu, karena lo bukan ban serep. Gue nggak mau lo dijadiin pelarian." batin Varo.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...