
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen dengan terpaksa menatap mata Dominic, namun entah kenapa tiba-tiba saja terasa ada cairan hangat yang mengalir dari sudut matanya.
Dan pemandangan itu membuat Dominic yakin, jika Queen menyukai orang itu yang dia sendiri belum ketahui siapa orangnya.
"Tanyakan pada hatimu sendiri, apa kau menyukainya atau tidak."
Queen menjawab dengan suara yang mulai sedikit bergetar, "T-tapi aku tidak mendapat jawabannya, Uncle."
"Kalau begitu biarkan aku membantumu," Dominic menarik tengkuk Queensa dan hendak mencium gadis itu.
Dan tentu saja pemandangan itu membuat Lea yang dari tadi masih melihat interaksi antara dua manusia di atas sana itu, menutup mulut menganganya dengan dua tangan.
"Omo! Aku akan melihat kissing scene secara live?!" gumamnya.
Namun saat Lea sedang fokus menatap ke arah Queen dan Dominic, dia melihat ada orang lain selain dirinya yang juga tengah melihat pemandangan itu.
Lea menoleh ke arah orang itu, namun belum sempat dia melihat wajahnya, dia sudah lebih dulu pergi dari sana entah karena apa.
"Eh, aneh. Itu siapa ya? Hari ini kan nggak ada jadwal tanding, kenapa ada penonton dateng?" pikir Lea.
Tentu saja dia bingung, karena biasanya di saat tak ada jadwal tanding seperti ini, tentu saja tak ada penonton yang akan datang ke sana, kecuali para pembalap seperti Queen yang sekedar datang untuk berlatih.
Lea mengangkat kedua bahunya dan kembali beralih menatap Queen dan Dominic, "Yah yah yah, kok udah kelar aja? Biasanya kan kalau adegan kissing di drakor itu lama."
Lea menghela nafas kasar, dia kecewa karena gara-gara orang tak dikenal itu dia jadi melewatkan adegan setengah panas yang harusnya bisa dia lihat.
Yang sebenatnya terjadi adalah, Queen mendorong bahu Dominic bahkan sebelum bibir mereka saling bersentuhan.
Queen mengalihkan wajahnya ke samping, "Uncle jangan main-main, aku sedang bertanya serius padamu. Kenapa kau malah mau menciumku?"
Bukannya menjawab pertanyaan Queen tentang kenapa ia ingin menciumnya, Dominic justru bertanya, "Apa yang kau pikirkan, saat menolakku tadi?"
"Eh, hah? Maksud Uncle apa? Aku tidak mengerti," Queen membuang pandangannya ke arah lain, dengan bola mata yang terus bergerak tak tentu arah.
Dan hal itu membuat Dominic semakin yakin dengan tebakannya.
Dia menghela nafas panjang, "Apa kau memikirkannya, sehingga membuatmu tanpa sadar menolakku?"
Queen refleks kembali menatap Dominic dengan tatapan terkejut dan tidak percaya, "Kok Uncle bisa tau?" tanya Queen refleks, dan membuat dia langsung menutup mulutnya karena kebablasan bicara.
Sebenarnya Queen bukan memikirkan Varo, melainkan entah kenapa wajah Dominic tadi tiba-tiba saja berubah menjadi wajah Varo, dimata Queensa.
Dan tentu saja itu membuatnya terkejut sekaligus salah tingkah, karena bisa-bisanya dia membayangkan wajah Varo di saat crusial seperti itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...