Queensa

Queensa
Queensa "262"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tidak ada kemarahan atau arogansi yang kekanakan di sana, Queen justru tampak sangat tenang, stabil dan percaya diri.


"Saya tau itu, karena itu saya minta satu kesempatan dari anda semua. Kalau saya berhasil membuat nilai saham Abraham Grup kembali stabil, saya harap tidak ada lagi dari kalian yang keberatan akan keberadaan saya," ujar Queen dengan mantap.


Para pemegang saham dan dewan direksi mulai berunding. Queen duduk dengan tenang, tanpa menyela mereka.


"Oke, kami semua sudah sepakat untuk memberikan anda satu kesempatan. Tapi kami harap, anda tidak mengecewakam kami," ujar salah seorang dari mereka, setelah mencapai kesepakatan bersama.


Queen mengangguk dengan yakin, "Jangan khawatir, saya tidak akan membiarkan ada peluang sedikit pun, bagi orang lain untuk menjatuhkan Abraham Group."


Setelah itu, Queen berjabat tangan dengan para pemegang saham sebelum Alex dan Dion mengantar para pemegang saham itu keluar dari ruang meeting.


Setelah mereka semua pergi, kini hanya tersisa Queen seorang diri di ruangan yang luas itu, "Ternyata sudah sejauh ini."


Butuh waktu yang cukup lama, bagi Queen hanya untuk bisa berada di posisi ini, dan menggagalkan rencana busuk ibu tirinya, sekaligus menyelamatkan perusahaan keluarganya.


Sebenarnya Queen tidak takut hidup miskin, tapi dia tidak sudi melihat orang lain hidup mewah dengan cara merebut semua miliknya dan menghancurkan keluarganya.


Tiba-tiba rasa mual melanda perut Queen, membuat ia bergegas pergi ke toilet yang ada di ruangan itu.


Semua makanan yang Queen makan sebelumnya, kembali terbuang tanpa sisa.


"Huh!"


Queen terengah-engah sambil bersandar di tembok, tubuhnya terasa sangat menggigil. Setelah beberapa saat, Queen mencuci wajahnya dengan air dingin.


Air dingin itu berhasil membuat Queen lebih terjaga. Queen menatap pantulan dirinya yang tampak sangat pucat di cermin.


Setelah memastikan bahwa penampilannya baik-baik saja, Queen keluar dari toilet. Dan ternyata, Alex juga sudah menunggunya di depan pintu ruang meeting, bersama dengan Dion.


"Alex, tolong beritahu mereka, besok kita akan mengadakan rapat dadakan jam 10 pagi," ujar Queen pada Alex, yang dijawab dengan anggukan.


"Jangan khawatir soal itu, nona Queen. Meeting besok pasti akan berjalan lancar."


Queen menganggukkan kepalanya.


Ketika mereka keluar dari lift, puluhan pasang mata menatap Queen dengan intens.


Mereka tidak percaya bahwa pimpinan mereka kali ini, hanya seorang anak remaja, yang merupakan anak bungsu dari Mario Abraham.


Menghadapi tatapan itu, Queen tidak terganggu sama sekali. Lagi pula, hal ini akan terjadi cepat atau lambat.


Menghadapi tatapan penuh keraguan itu, Queen juga tidak perlu repot-repot untuk peduli, karena mereka juga akan bungkam setelah melihat kemampuannya nanti.


Sampainya di rumah,


Queen mengganti pakaiannya. Dia sudah tidak sabar, untuk memberi tahu ayahnya tentang kejadian hari ini.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...