
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Di saat yang sama, dari dalam kamar mandi terdengar suara Varo yang berteriak kencang, membuat Queen tersadar dari lamunannya dan bergegas lari ke kamar mandi.
Queen mengetuk pintu kamar mandi dengan panik, sambil memanggil-manggil nama Varo.
"Al, kamu nggak apa-apa kan?" Karena tak mendapat jawaban dari dalam, Queen pun nekat membuka pintu kamar mandi karena dia takut terjadi hal buruk pada Varo di dalam sana.
Cklek!
Beruntungnya, Varo tidak mengunci pintu kamar mandinya, sehingga Queen tak perlu susah payah mendobrak pintu itu.
Dan benar saja, saat Queen sudah masuk ke dalam sana, dia melihat Varo yang sudah terjatuh di atas lantai dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya sambil meringis kesakitan.
"Ya ampun, Al... kamu kok bisa jatuh sih?" Queen segera menghampiri Varo dan membantunya berdiri.
"Gue tadi nggak sengaja kepleset gara-gara sabun yang ada di lantai. Pasti kerjaan si Adam tuh yang suka naruh barang-barang sembarangan, kalau habis pakai kamar mandi."
Adam yang sedang berada di kamarnya bersama dengan Alvin pun, tiba-tiba bersin dan berpikir ada seseorang yang sedang menjadikannya baham pembicaraan.
"Lo kenapa? Sakit?" tanya Alvin, karena mengira Adam bersin akibat flu.
"Enggak kok, gue nggak sakit. Kayaknya ada yang lagi gibahin gue."
"Gibahin lo? Siapa juga yang mau gibahin lambe turah kayak lo."
Keduanya pun tertawa kecil kemudian melanjutkan aktivitas mereka, yaitu bermain playstation.
"Ambilin baju gue yang tadi, gue mau ganti baju. Atau lo mau liat gue begini terus?" goda Varo dengan senyum jahilnya.
Tanpa berkata apapun, Queen kembali masuk ke dalam kamar mandi dan mengambilkan baju milik Varo yang tadi sudah dia bawa ke dalam kamar mandi.
"Nih, aku... mau keluar, kamu ganti baju aja dulu." Tidak menunggu Varo memberikan tanggapan, Queen segera berlari keluar dari kamar Varo, "Ya ampun... bisa khilaf gue lama-lama kalau disuguhin roti sobek begituan!" celetuk Queen dalam hati.
Bertepatan dengan dirinya yang masih bersandar pada daun pintu, Alvin tampak berjalan ke arahnya.
"Lo kenapa kayak habis lari maraton gitu?" tanyanya pada Queen yang nafasnya masih naik turun.
"E... enggak kok, kamu mau kemana?" Queen mencoba mengalihkan perhatian Alvin darinya.
"Mau ngambil minum di bawah, kenapa? Lo mau juga?" tawarnya.
Queen pun mengangguk, kemudian Alvin segera melanjutkan langkah kakinya menuruni anak tangga, menuju ke kulkas kecil khusus minuman yang ada di dekat ruang tamu.
Dan tak berapa lama, Alvin sudah kembali dengan membawa empat kaleng minuman dingin. Dia memberikan dua pada Queen, "Nih satu buat lo, yang satu lagi buat si Al."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...