Queensa

Queensa
Queensa "41"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Bagi Queensa hal semacam itu sudah biasa, kakaknya juga tidak kalah tampan dengan Varo. Bahkan dari segi postur tubuh, Dion lebih pantas disebut dengan sempurna jika dibandingkan dengan Varo.


Bahkan Selena pun tampak tak berkedip saat menatap sosok Varo, membuat Queensa terkekeh geli melihatnya dan memunculkan ide jahil di otaknya itu.


"Dor!" Selena pun berjingkat kaget saat Queen tiba-tiba saja menepuk bahunya, dan membuat jiwanya yang tengah berkelana bebas di alam khayal itu, di tarik paksa untuk kembali ke dunia nyata.


"Ya ampun, Sasa. Lo ngagetin aja sih, gue kan lagi bayangin yang iya-iya!" gerutu Selena dengan jujurnya.


"Wah kamu ini beneran kelewat jujur ya, Selena. Hapus dulu tuh iler kamu yang udah mau netes," ujar Queen yang membuat Selena auto mengelap sudut bibirnya, mencari si iler yang Queensa bilang.


Dan saat menyadari dirinya sedang dikerjai oleh Queen, Selena pun mendelik ke arah Queen tak lupa dengan bibir manyunnya yang semakin melengkapi keberhasilan Queensa mengerjai Selena.


"Bener-bener lo ya, Sa. Pake segala bawa-bawa iler keramat gue lagi, bikin gue malu aja. Hampir aja tadi gua mau pake kantong plastik buat nutupin muka gue."


Selena tertawa sendiri setelah melontarkan candaannya, yang membuat Queensa juga ikut tertawa geli.


Selena benar-benar tidak seperti anak orang kaya pada umumnya, bisa di bilang dia itu stok langka alias limited edition.


Dia tak pernah mau memamerkan kekayaannya, dan juga tak pernah menggunakan kekuasaan keluarganya untuk berbuat sesuka hati.


Dia juga tidak cuek, sombong apalagi dingin. Selena hanya akan bersikap dingin, saat dia berhadapan dengan orang-orang seperti Rebecca dan antek-anteknya.


Namun jika dia sedang bersama dengan orang yang dia anggap sebagai teman, maka dia adalah sosok yang ceria, humoris dan menyenangkan tentunya.


"Eh, Sa. Btw tuh cowok yang di sebelah Varo kayaknya liatin lo terus dari tadi, ehm... siapa ya namanya? Ala... Ala siapa gitu, lupa gue."


"Alana," ucap Queen sambil tersenyum kecil.


"Nah iya, Alana. Kayaknya dia naksir deh sama lo," goda Selena sambil mencolek dagu Queensa dan membuat Queensa berbalik menggelitiki Selena.


Beberapa saat setelah mereka berganti baju, bel tanda mata pelajaran terakhir dimulai pun berbunyi.


Queen dan Selena yang baru saja kembali dati kantin untuk sekedar membeli minuman dingin pun, berlarian menuju ke


kelas mereka.


Sesampainya di depan kelas, mereka segera membuang kaleng minuman mereka di tong sampah dan masuk ke dalam kelas, dimana sudah ada guru yang juga baru saja masuk.


Kegiatan belajar mengajar pun di mulai, namun Varo yang sepertinya sangat kelelahan pun, hanya meletakkan kepalanya di atas meja dengan kedua tangannya yang dia jadikan bantalan.


Queen juga hanya melirik sekilas pada Varo, kemudian kembali fokus pada penjelasan sang guru tentang rumus fisika yang panjangnya sudah melebihi gerbong kereta api itu.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...