Queensa

Queensa
Queensa "152"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Entah kenapa pemikiran itu terbersit di kepala Queensa, meskipun dia juga tau jika pepatah mengatakan tak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan itu adalah benar.


Biasanya dibalik pertemanan antara laki-laki dan perempuan, dibaliknya tersembunyi sebuah perasaan yang mungkin susah payah mereka sembunyikan dan mereka redam. Hanya agar tak merusak pertemanan mereka, meskipun itu berat dan menyakitkan.


"Maafin gue, Lan." Queen yang sedang tenggelam dalam lamunannya pun, tersentak saat ponselnya bergetar menandakan adanya telepon masuk.


Dengan malas, Queen mengambil ponselnya dan mengerutkan dahi kala melihat nama yang tertera di sana.


"Ngapain nih Biang Sial nelfon gue jam segini? Dia lupa lagi apa ya, kalo gue udah bukan kacungnya sekarang."


Meskipun sangat malas, Queen akhirnya menggeser tombol hijau itu dan mengangkat telepon dari Varo.


Belum sempat Queen berbicara, seseorang di seberang sana sudah mengabarkan sesuatu yang membuatnya sangat terkejut.


"Maaf mbak, pemilik ponsel ini baru saja mengalami kecelakaan. Saya telfon mbak karena kontak mbak ada di kontak darurat. Sekarang korban sedang dilarikan ke rumah sakit XX."


Jantung Queen seolah berhenti berdetak saat itu juga. Dengan tergesa-gesa dia turun dari ranjangnya, menyambar tas dan hoodie miliknya lalu keluar rumah dengan terburu-buru.


Dia bahkan melewati ayahnya yang sedang berada di meja makan bersama ibu dan adik tirinya, panggilan sang ayah pun seolah sama sekaligus tak terdengar di telinganya.


"Kau lihat itu? Benar-benar tidak ada sopan santun sama sekali!" hela nafas kasar terdengar dari sosok pria paruh baya itu.


Dalam hati dia sangat senang dengan apa yang Queen lakukan, karena semakin jauh hubungan ayah dan anak itu maka semakin dekat pula dia dengan tujuannya.


Dia tertawa dalam hatu, "Teruslah seperti itu, dengan begitu semua rencanaku akan cepat tercapai."


Dion juga belum pulang ke rumah semenjak mengantarkan Selena pulang tadi, karena dia memilih untuk menginap di rumah salah satu temannya.


Queen mengendarai motor sportnya, agar dia lebih cepat sampai di rumah sakit yang pria tadi sebutkan di telepon.


Dia benar-benar panik, meskipun di saat yang sama dia juga bingung kenapa nomornya berada di kontak darurat Varo.


Mungkin saja karena Queen pernah menjadi kacung alias babunya Varo, yang siap di suruh datang kapan saja saat dibutuhkan, makanya Varo memasukkan nomornya ke kontak darurat.


Tak butuh waktu lama, Queen sudah sampai di tempat tujuannya yaitu sebuah rumah sakit swasta yang cukup besar, dan tentunya Queen sangat tau tentang rumah sakit ini.


Bukan tanpa alasan, ayahnya adalah salah satu pemegang saham tertinggi di rumah sakit ini. Maka dari itu, kebanyakan pekerja di rumah sakit ini baik dokter maupun suster banyak yang mengenalnya sebagai anak pemilik saham terbesar di rumah sakit itu.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...