Queensa

Queensa
Queensa "202"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tak lama setelah gadis itu masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada sang Ibu dan Ayah yang sepertinya benar-benar akan segera berangkat ke luar negeri itu, petir pun menyambar bersamaan dengan hujan deras yang turun.


Alana menutupi matanya dengan lengan tangannya dan tertawa miris sambil menengadah ke langit dan berseru, "Ternyata aku memang tidak berhak bahagia, bukankah begitu Tuhan?! Kau memang tak ingin melihatku bahagia bukan?!" Alana menangis sejadi-jadinya di bawah guyuran hujan yang semakin deras, "Aaaarrrgggh!"


Entah berapa lama berada di pekarangan rumahnya dengan air mata yang tak kunjung sudi untuk berhenti mengalir, walau hanya sekejap.


Sampai badan Alana akhirnya menggigil kedinginan dan tubuhnya ambruk bersamaan dengan pandangannya yang mengabur.


"Den, Den Lana!" Panggil sang pengasuh yang sejak tadi mencari-cari Alana di dalam rumah, namun tak kunjung menemukan tuan mudanya itu.


Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mencari ke halaman rumah dan dia justru dikejutkan dengan tubuh Alana yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di atas rerumputan, di bawah guyuran air hujan.


"Astaghfirullah, Den Lana! Aden kenapa, ya Allah...!" Wanita paruh baya itu merengkuh tubuh pemuda yang sudah terasa sangat dingin itu kemudian berteriak, "Pak Supri! Pak Supri!"


Seorang laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah sang sopir pribadi pun bergegas datang mendengar teriakan itu.


Dia yang tadi sedang menikmati kopinya di pos satpam bersama satpam rumah itu pun sangat terkejut sesampainya di sana dan melihat tuan muda mereka sudah tak sadarkan diri.


Tanpa bertanya apapun, Pak Supri pun segera menggendong tubuh Alana masuk ke dalam rumah besar itu dengan sang pengasuh yang mengikuti di belakangnya denvan deraian air mata membasahi wajahnya.


Pak Supri membaringkan tubuh Alana di atas kasur, setelah dia mengganti pakaian sang tuan muda yang sudah basah kuyup itu.


"Mbok saya keluar ya, den Lana udah saya gantiin bajunya."


"Iya pak Supri, makasih ya." Pak Supri pun menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari kamar sang tuan muda, memberikan ruang pada pengasuh tuan mudanya itu untuk merawat Alana.


"Kenapa Aden bisa hujan-hujanan sampai pingsan begini sih?" gumamnya sambil mengoleskan minyak angin di hidung Alana untuk membuatnya bangun.


Tak lama kemudian Alana pun membuka matanya, mengedarkan pandanganku ke segala penjuru dan tersenyum kecut menatap pada pengasuhnya.


"Eh Bi, kirain Lana udah mati."


"Astaghfirullah den... jangan ngomong begitu atuh, pamali. Sebenarnya kenapa den Lana sampe hujan-hujanan dan pingsan begitu?"


"Nggak ada yang sayang sama Lana, Bi. Papa, Mama, mereka sibuk kerja terus nggak pernah perhatiin Lana. Dan sekarang Putri, Bi. Putri juga pergi ninggalin Lana, apa Lana emang nggak berhak bahagia, Bi?" tanya Alana dengan tatapan kosong ke arah depan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...