Queensa

Queensa
Queensa "40"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queensa pun mengangguk dan dengan langkah malam berjalan menuju tempat di mana gudang berada, sesekali terdengar helaan nafas kesal dari Queen.


Bukan karena perintah pak Edy, melainkan masih karena ucapan Varo yang sangat-sangat menyebalkan itu.


Di depan pintu dengan sebuah papan kayu bertuliskan gudang, Queen pun memasukkan kunci itu ke dalam lubangnya sambil bergumam lirih, "Awas aja kalo sampai gue ketemu lagi sama dia, pengen banget gue ulek tuh muka!"


Pintu pun terbuka dan membuat kedua manusia berbeda gender itu saling pandang, dengan wajah yang sama-sama terkejut.


Varo terkejut karena tiba-tiba ada orang yang masuk, di saat dirinya tengah asik menikmati rokoknya sambil menyelam dalam lamunan.


Dan Queensa yang terkejut karena baru saja dia membicarakan manusia dengan sejuta kelakuan minusnya itu, orang itu justru kini berada di hadapannya dengan sebuah lintingan tembakau yang terselip di antara dua jarinya.


"Kamu—"


"Nggak usah banyak nanya. Lo mau ngapain ke sini, kalo nggak ada perlu sana pergi!" sela Varo.


"Aku ini bukan orang kurang kerjaan yang mainnya di gudang, aku mau ambil bola basket, di suruh sama pak Edy."


Varo hanya menjawab ucapan itu dengan anggukan, dan Queensa dengan cepat mencari keberadaan bola basket itu lalu segera pergi dari sana meninggalkan Varo.


*


Jam pelajaran olahraga pun di mulai, namun baru saja pak Edy datang, dia sudah mengeluarkan suara seratus oktafnya dan memanggil nama Varo.


Varo auto melongo tidak percaya, namun saat pak Edy mengatakan satu kata tambahan, Varo pun auto terdiam dengan kesal.


"CCTV."


Benar sekali, beberapa hari yang lalu setelah ada seorang murid yang tertangkap basah sedang meminum minuman haram di gudang sekolah, keesokan harinya pihak sekolah memasang cctv di sana untuk memantau siapa saja yang keluar masuk tempat itu.


"Shitt!" umpat Varo dalam hati.


Selama pelajaran olah raga, Varo juga tidak luput dari hukuman yang pak Edy berikan. Karena selain guru olahraga, pak Edy juga adalah guru bimbingan konseling di sekolah itu.


Alhasil Varo di hukum untuk lari keliling lapangan, mulai saat jam pelajaran dimulai sampai selesai. Tentu saja hal itu membuat kelelahan setengah mati, namun itu justru menjadi momen epic bagi para ciwi-ciwi yang melihatnya.


Bagaimana tidak, sosok Varo yang bertubuh atletis dengan wajahnya yang sangat tampan itu, kini di penuhi dengan keringat yang mengucur deras.


Namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya sama sekali, melainkan sebaliknya, dia justru terlihat semakin tampan dan sexy di mata para gadis kecuali Queen tentunya.


Bagi Queensa hal semacam itu sudah biasa, kakaknya juga tidak kalah tampan dengan Varo. Bahkan dari segi postur tubuh, Dion lebih pantas disebut dengan sempurna jika dibandingkan dengan Varo.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...