Queensa

Queensa
Queensa "240"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Oh My God! Baru juga beberapa jam gue berduaan sama lo, udah dapet dua luka. Gimana kalau kita nikah, bisa-bisa tiap hari lo lakuin kdrt ke gue. Auto tewas gue, otw ke alam baka, dapet gelar permanen, ALMARHUM!"


Varo yang kesal pun auto nyerocos tanpa henti, bahkan dia belum menyadari apa yang tadi dia katakan itu membuat Queensa melongo dan menatapnya dengan tatapan aneh.


Varo yang melihat tatapan Queen padanya pun terheran dan bertanya, "Ngapain lo liatin gue kayak gitu? Awas aja ntar naksir."


"Wait! Wait! Wait! Barusan kamu bilang apa? Kalau kita nikah? Maksud kamu, married? Aku sama kamu? Kita..." Queen memperagakan keduanya yang menjadi satu dengan tangan yang dia tautkan, "Omo! Sumpah bercandaan kamu nggak lucu, Al." Queen bergidik ngeri, membayangkan bagaimana jadinya jika dia dan Varo benar-benar menikah nantinya.


Sedangkan Varo yang baru saja menyadari ucapannya itu, hanya bisa terus merutuki kebodohannya sendiri dalam hati.


Namun dia tetap berusaha untuk terlihat cool dihadapan Queen, apalagi gadis itu menganggap jika ucapannya hanyalah sebuah bualan alias candaan semata.


"Ekhem! Lo udah selesai belum ngobatin luka gue? Gue mau ke kamar mandi buat cuci muka. Bau darah, gue nggak suka."


Queen segera melanjutkan kegiatannya tadi, membalut luka di kaki Varo kemudian menganggukkan kepalanya sebagai pertanda kalau dia sudah selesai.


Tanpa berkata apapun lagi, Varo pun turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan darah di hidungnya, juga untuk menetralkan degup jantungnya yang masih bertalu keras bak genderang perang.


Sedangkan Queen hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil bergidik ngeri, membayangkan bagaimana jadinya jika dia dan Varo benar-benar menikah.


Pastinya akan ada perang dunia, setiap harinya.


"Hiii... amit amit jabang bayi, jangan sampe gue married sama si biang sial. Bisa-bisa bakalan ada sapu sama piring terbang unjuk gigi tiap hari."


Drtt...


Drtt...


Drtt...


"..."


Setelah mendengar apa yang orang di seberang sana katakan, Queen segera berlari keluar dari kamar Varo, tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Varo yang memang masih berada di dalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian...


Cklak!


Varo yang baru saja keluar dari kamar mandi, menatap bingung ke seluruh penjuru kamarnya, karena dia tak lagi melihat Queen di dalam kamar itu.


"Woy Micin!" seru Varo berusaha memanggil Queensa, "Lo dimana?!" teriaknya sembari menengok ke kolong ranjangnya, seakan Queen mungkin saja sedang sembunyi dibawah sana, meski itu sangatlah tidak mungkin.


Karena dia tak menemukan Queen di dalam kamarnya, Varo pun turun ke lantai bawah untuk mencari Queen di sana. Mungkin saja Queen pergi ke dapur untuk mencari sesuatu, pikirnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...