
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Lo dari mana aja sih, Micin!? Gue udah chat lo dari tadi, tapi nggak lo baca sama sekali. Gue telfon juga angkatnya lama banget, lo tuh kayak keong tau nggak sih!?" omel Varo dari seberang sana.
Tapi tanpa dia ketahui, Queen tengah mengejeknya dengan menggerakkan bibir dan tangannya seolah tengah menirukan omelan unfaedah dari Varo itu.
Dan tentu saja hal itu membuat Alana terkekeh sambil menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan Queensa yang kekanakan itu yang justru membuat gadis itu nampak mamut alias manis dan imut di matanya.
Tapi tak bisa di pungkiri jika Alana penasaran, siapa si penelepon yang membuat Queensa tampak begitu kesal dan jengah di buatnya.
"Woy, Micin! Lo denger gue nggak sih, lo dimana sekarang? Cepetan dateng ke tempat yang udah gue share lok ke lo, sekarang juga!"
"Hah!? Tapi aku—"
"Nggak ada tapi-tapian, titik nggak pake koma!"
Belum sempat Queensa kembali menjawab perintah itu, Varo sudah lebih dulu mematikan sambungan telepon itu dengan sepihak yang tentu saja membuat Queensa semakin kesal.
Queen menghentak-hentakkan kakinya dan meraup kasar wajahnya, membuat Alana menatapnya dengan alis yang bertaut.
"Lo kenapa, siapa yang udah bikin lo kesel gitu?"
"Ehm... gue ada urusan mendadak, jadi gue aja yang nyetir biar cepet. Nanti gue drop lo di rumah lo dengan selamat kok, lo tenang aja."
Melihat senyum di wajah Queensa, entah kenapa perasaan Alana justru menjadi tidak enak di buatnya.
Bagaimana tidak, dia sangat tau siapa itu Queensa si ratu jalanan.
Meskipun kemahirannya dalam hal mengendarai motor tidak dapat di ragukan lagi, tapi justru itulah yang membuat Alana takut jika di bonceng oleh Queensa.
"Ehm... kayaknya lo pergi aja deh, gue bisa pesen ojol atau naik taksi." Tolak Alana dengan cengiran khasnya.
"Lo yakin?"
Alana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Akhirnya Queen pun kembali melajukan motor sport itu untuk segera sampai di rumahnya, dan memang benar jika Queen melajukan motornya dengan kecepatan tinggi seperti dugaan Alana.
*
Dengan tergesa-gesa Queen masuk ke dalam rumahnya dan langsung berlari menuju kamarnya, tanpa menghiraukan ibu tirinya yang sempat menyapa dirinya dengan senyum palsu yang menjijikkan itu.
Queen hanya melirik sekilas dan mendecih, "Cih! Topeng siluman. Bikin gue eneg aja!" gumamnya tanpa menghentikan langkahnya menuju ke kamar.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Queensa segera merias dirinya untuk berubah identitas menjadi Sasa.
Benar-benar hal yang sangat merepotkan bagi Queensa tentunya.
Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah pilihan yang sudah dia ambil dan tentunya tidak dapat dia sesali.
Cukup beberapa menit Queen berkutat dengan bedak dan segala macam alat make up yang jenisnya lebih banyak daripada hutang author itu, hingga dirinya kini sudah berubah menjadi Sasa.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...