
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Ekhem! Ngemeng-ngemeng gue nggak mau jadi kambing congek, jadi boleh nggak gue tau dimana pangeran berkuda putih gue? Calon adik ipar?" Selena menaik turunkan alisnya sambil menatap Queensa.
"Jadi lo kesini buat abang gue, bukan buat gue?" Queen memanyunkan bibirnya, membuat dirinya seolah sedang kesal meskipun sebenarnya dia hanya ingin menyembunyikan rasa malu dan saltingnya dari perlakuan Alana tadi.
"Ya... tiga puluh persen. Tujuh puluh persennya lagi, buat abang lo. Calon suami masa depan gue." Selena menengadahkan kepalanya seolah tengah berimajinasi, "Lagian lo juga enggak sakit kan? Bikin khawatir orang aja lo, nggak tau apa si Lana jadi Andilau seharian gara-gara lo nggak masuk kelas?"
Mendengar kata-kata Selena itu, Alana langsung berdehem pelan sebagai kode agar Selena lebih baik menutup mulutnya rapat-rapat. Dia tidak ingin citranya di depan Queensa hancur dalam hitungan menit, ditangan lambe turah Selena yang tidak berfilter alias bocor itu.
"Andilau?" gumam Queen.
"Antara dilema dan galau." Sahut Selena yang kemudian terkekeh.
"Selena, lo bisa diem nggak? Apa lo pengen ngerasain rasanya nyium sepatu?" Alana menengok pada Selena dengan senyum joker di wajahnya.
Selena pun menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan memperagakan tangannya yang mengunci rapat mulutnya kemudian membuang kunci itu jauh-jauh.
Melihat hak itu, Queensa hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Konyol memang, tapi lelucon sederhana itu mempu membangun kembali moodnya hari ini dan menghempaskan jauh-jauh kata lelah yang menghinggapi dirinya.
"Lo beneran nggak sakit kan? Apa lo mau gue anterin ke dokter?" tanya Alana lagi memastikan.
"Enggak, gue cuma ngantuk sama capek doang gara-gara semaleman gue nggak bisa tidur."
Saat Selena dan Alana tengah asik hingga terhanyut dalam cerita Queensa, tiba-tiba saja pintu kamar Queensa terbuka dan menampakkan seorang pria tampan di ambang pintu itu. "Ada apaan nih, rame banget?"
Semua orang di dalam kamar itu pun mengalihkan fokus mereka pada sosok yang tidak lain adalah Dion, sang pangeran berkuda putih di mata Selana.
Selena yang sedari tadi terdengar paling bawel dan cerewet bin iyik alias berisik itu, kini justru berbanding terbalik setelah kedatangan Dion.
Dia menatap Dion tanpa berkedip, semua kalimat yang sudah dia rancang dan persiapkan seharian ini bahkan sampai mengganggu belajarnya di sekolah justru hancur dan melebur begitu saja.
Tak ada untaian kalimat yang tersisa, bahkan sekedar kata sapaan pun tak kunjung lolos dari bibir mungil gadis belia itu. Hanya tatapan matanya saja yang memancarkan kekaguman, seolah Dion adalah jelmaan dewa yunani yang menyinari bumi ini.
"Lo nggak kuliah bang?" tanya Queen.
"Nggak ada kelas. Lo udah lama datengnya, Lan?" tanya Dion saat melihat Alana yang tengah duduk di pinggiran ranjang adiknya, namun dia masih belum sadar siapa sosok yang hingga kini masih berdiri mematung tanpa kata di sampingnya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...