
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen pun sebenarnya juga menyadari jika sedari tadi Varo beberapa kali mencuri lihat kearahnya, dia melihat itu dari ekor matanya karena dia merasa diperhatikan.
Dan itu membuatnya merasa sedikit tidak nyaman, bahkan baru kali ini dia lebih suka dengan Varo si pemarah daripada Varo yang aneh seperti itu.
"Woy, Cupu. lo itu main apa sih, kayaknya seru banget."
Tiba-tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan, Varo menjadi kepo tingkat dewa dengan menanyakan hal apa yang membuat Queen fokus dengan ponselnya sejak tadi.
Padahal sebenarnya Queen memainkan game itu, hanya agar dirinya tidak perlu terus melihat wajah Varo yang entah kenapa selalu membuatnya kesal.
"Main game masak, mau nyoba?" Queen sengaja mengatakan jika dirinya sedang memainkan game memasak agar Varo tak menganggunya lagi, padahal sebenarnya dia sedang memainkan game simulasi mobil balap.
"Boleh, lo duduk sini. Gue mau main, bosen."
Sontak saja duo somplak dan juga Queensa memasang mode dumang, alias duyung mangap sambil menatap Varo dengan bola mata yang hampir keluar dari peraduannya.
Tentu saja Varo langsung menatap ketiga manusia di depannya itu bergantian, sambil menaikkan alisnya seolah bertanya tanpa suara, "Kenapa, ada yang salah?"
Ketiganya pun menggeleng serempak dengan sangat kompak, seperti sudah di setel sedemikian rupa hanya saja apa yang mereka ucapkan dalam hati juga hampir sama.
"Kayaknya otak si Varo beneran geser deh, gara-gara kecelakaan."
Melihat ketiganya hanya diam dan menggelengkan kepala, Varo pun kembali memanggil Queen untuk duduk di pinggir ranjang pasiennya.
"What?! Kesambet? Yang ada lo yang udah kesambet jin tomang, ege!" seru Queen yang tentu saja hanya dalam hati.
Meskipun dia masih terus menggerutu dalam hatinya, dia tetap mengikuti apa yang Varo minta karena bagaimanapun dia masih sakit, sakit jiwa.
"Nih."
Queen memberikan ponselnya yang masih menampilkan game balap dan tentu saja hal itu membuat Varo mencebikkan bibirnya kesal, karena Queen sudah menipunya.
"Katanya game masak, taunya game balap. Emangnya lo mau masak oseng baut? Atau knalpot goreng gitu? Spion saus tiram mungkin?" ejek Varo yang hanya di balas dengan memutar mata jengah oleh Queen.
"Enggak gue lebih suka masak rica-rica busi," jawab Queen dengan senyum kakunya, yang tentu saja membuat Adam dan Alvin tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya.
Bukan karena rica-rica busi yang membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal seperti itu, melainkan karena sikap ketus Queen pada Varo yang menurut mereka sangat menyenangkan untuk dilihat.
Seorang Alvaro Graham, cowok paling famous dan most wanted di sekolahnya. Pacar khayalan mayoritas gadis-gadis cantik dan non cantik di sekolahnya, justru di tanggapi dengan ketus oleh seorang Sasa yang notabene adalah gadis antik yang sama sekali tidak menarik perhatian.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...