
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Kalian pastinya tau kenapa Queen terkejut, bukan? Ya bagaimana dia tak terkejut? Dia hanya memberikan contoh yang benar, dan bukan menyatakan perasaannya pada Varo.
"Al, kayaknya kamu salah paham deh."
"No! Gue nggak salah paham. Pokoknya mulai detik ini juga, lo punya gue."
"Tapi~"
Belum sempat Queen menjawab, Varo kembali menyela, "Fix, no debat! Lo Sasa, cuma punya gue!"
Queen terbengong dengan mulut menganga. Tanpa basa-basi dan tanpa ba bi bu, hanya dlam waktu beberapa menit saja dia sudah menjadu milik seorang Alvaro Graham.
Queen yang merasa jika dirinya sudah masuk dalam jebakan Batman pun, ingin sekali menjerit sekaras-kerasnya, "Tidaaaak!" Namun sayangnya, jeritan itu pada akhirnya hanya bisa menjadi jeritan hati saja.
Sedangkan Varo yang tengah memeluk Queen saat ini, tampak tengah menyunggingkan senyum liciknya.
Ya, kalian benar. Dia bukannya tidak tau kalau Queen itu hanya ingin memberikannya contoh, bagaimana cara mengungkapkan perasaan yang baik dan benar.
Tapi itulah perangkap tanpa celah yang dia buat. Sangat-sangat kreatif dan out of the box kan?
*
Berbanding terbalik dengan suasana hati Varo yang tengah berbunga-bunga layaknya, taman musim semi.
Suasana kelas Queen, atau lebih tepatnya satu sekolah tengah sangat ramai dengan berbagai obrolan yang semuanya membahas tentang, Sasa alias Queensa.
"Eh yang bener? Masa iya si cupu itu jadi sugar baby? Emangnya ada orang yang mau sama dia, dengan muka dibawah standar gitu?"
Dan masih banyak lagi obrolan seputar kebenaran dari berita yang beredar di forum sekolah mereka, tentang Queensa.
Sedangkan Alana, dan Selena, kini tengah kelimpungan mencari keberadaan si pemeran utama. Dan Adam bersama Alvin juga tengah mencari dimana Varo berada.
Hingga saat Varo dan Queen tampak berjalan beriringan menuju kelas mereka. Sepanjang jalan, semua mata terus menatap mereka berdua, dengan mulut yang berhenti membicarakannya.
Dan tentu saja hal itu membuat Varo bingung. Sedangkan Queen yang sudah tau apa masalahnya, hanya bisa pasrah, sambil memikirkan bagaimana cara untuk mengatasi masalah ini nantinya.
Saat keduanya sampai di kelas, semua orang terkejut karena tangan Varo yang menggandeng Queen.
"Woy, tabok gue. Cepetan!"
Plak!
"Anjim, sakit ege!" serunya saat tabokan yang sangat keras mampir di pipinya, "Jadi gue nggak lagi mimpi? Itu si Al beneran gandeng tangan si cupu?"
Berbagai macam diskusi, atau lebih tepatnya ghibahan, terus saja terdengar dari para penghuni kelas sesat.
Namun tentu saja itu tak membuat Varo kesal, justru dia sangat senang karena kini dia sudah mendapatkan Queensa meski dengan cara yang sedikit out of the box.
Sama seperti penghuni lainnya, trio somplak dan Selena, juga sama terkejutnya melihat kedatangan dua orang yang sudah sejak tadi mereka cari.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...