Queensa

Queensa
Queensa "33"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Seperti kata pepatah, nila setitik merusak susu sebelanga. Mungkin pepatah itulah yang tepat untuk situasi Queen.


"Selamat ya Queensa atau Sasa atau apalah itu, lo udah jadi cewek pertama yang gue bonceng pake motor ini." Alana berkata sambil menyodorkan helmnya pada Queensa.


"Really? Wow, jadi gue harus syukuran nggak nih?" canda Queen yang membuat Alana ikut terkekeh geli.


Motor pun melaju meninggalkan sirkuit menuju ke sebuah restoran yang Alana rekomendasikan tadi pada Queensa, saat Queen mengatakan jika dirinya lapar.


Bagaimana tidak, dia dan Dion bahkan lupa untuk mengisi perut mereka karena terlalu asyik bermain di time zone tadi.


Dan alhasil, cacing-cacing di perut Queensa sudah berdemo dengan berbagai spanduk bertuliskan gurame asam manis, kepiting saus tiram, udang goreng tepung dan masih banyak lagi yang lainnya terpampang nyata disana.


Jika saja Queen tak segera meredam aksi demo para cacing yang terhormat itu, bisa-bisa mereka akan melakukan aksi vandalisme di dalam sana.


*


Hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah restoran seafood yang tidak besar, tapi terlihat sangat kekinian jika dilihat dari segi desainnya.


Mereka pun masuk dan duduk di salah bangku yang terletak di bagian teras restoran seafood itu.


Alana sengaja memilih tempat duduk itu, karena dari situlah mereka bisa menikmati pemandangan malam yang indah.


Queen menyalakan ponselnya yang sudah dalam keadaan mati sedari tadi, untuk menghindari adanya gangguan-gangguan tidak diinginkan.


"Astaga!" Queen terkejut saat mendapati ada lima panggilan tak terjawab dari Varo.


"Kenapa?" tanya Alana.


"Varo telfon gue sampai lima kali, mampus gue! Alamat kena semprot nih gue besok di sekolah."


Dia juga tak bisa melarang Varo melakukannya, namun dia berjanji akan turun tangan jika Varo sudah melewati batas wajar.


Meskipun sebenarnya Queensa sama sekali tidak takut, jika saja dia tetap menjadi dirinya dan bukan menjadi Sasa.


"Lagian lo juga sih, pake nyamar segala."


"Ya lo kan udah tau alesan gue nyamar, Alana... gue cuma nggak mau ketipu sama cecunguk-cecunguk munafik lagi, gue capek tau nggak sih..."


Alana pun mengangguk, karena dia juga bisa membayangkan jika dirinya yang ada di posisi Queensa saat ini.


Meskipun dia sama sekali tidak menyangka jika seorang Queensa Abraham yang di nilai sangat sempurna dalam segala hal, termasuk kehidupan, ternyata menyimpan banyak luka yang menyakitkan.


Itulah kehidupan. Tak ada sesuatu yang sempurna, karena memang kesempurnaan hanyalah milik sang pencipta.


Sesuatu yang terlihat sempurna dari luar, belum tentu sama sempurnanya dari dalam. Dan apa yang kita lihat, tak selalu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi.


*


Di sisi lain...


Seorang pemuda sedang duduk di atas lantai dan bersandar di tembok kamarnya, dengan selembar foto yang terus dia pandangi.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...