Queensa

Queensa
Queensa "195"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tapi dua manusia dihadapannya saat ini begitu istimewa dan menunjukkan kasih sayang dengan cara yang berbeda. Memang benar, menyampaikan kasih sayang itu tidak harus dengan kata-kata yang lebay dan berlebihan.


Tapi bisa lebih diperlihatkan dengan adanya tindakan yang nyata, tindakan yang melindungi bukan merusak. Menuntun pasangannya ke arah yang lebih baik, bukan ke arah yang sesat.


Jika saja hubungan para remaja berlangsung sehat seperti itu, tentu saja para guru tak akan melarang siswa-siswinya berpacaran.


Keduanya pun menyantap roti isi cream itu dengan begitu lahap, karena pada dasarnya Queen memang belum sarapan. Sedangkan Alana tadi sudah sarapan, tapi ya kalau hanya untuk sebungkus roti tentu saja space di perutnya itu masih muat.


Pagi-pagi tadi sebelum dia berangkat sekolah, Alana menyempatkan diri untuk mengunjungi Varo di rumah sakit dan membawakannya makanan karena dia sangat hafal jika Varo pasti tak akan mau makan makanan yanh disediakan dari pihak rumah sakit.


Dan jadilah Alana meminta asisten rumah tangganya untuk membuatkan dua porsi makanan, satu untuknya dan satunya lagi tentu saja untuk Varo. Alana baru berangkatke sekolah setelah dia menemani Varo makan, sekalian dia juga mengisi perutnya.


"Nih obatnya." Alana memberikan dua butir pil obat itu pada Queen, kemudian membukakan tutup botolnya untuk Queensa.


Perhatian-perhatian sederhana semacam itulah yang justru membuat Queen semakin yakin, jika Alana memang berbeda dari para pria yang pernah mendekatinya.


Dan kini Queen juga sudah memantapkan hatinya untuk mencoba menjalin hubungan bersama Alana, hanya tinggal menunggu waktu yang pas saja untuk mengatakannya pada Alana.


"Makasih." Queen pun mengambil botol air mineral dari tangan Alana sambil tersenyum dan berkata dalam hati, "Fix, gue kayaknya emang harus buka hati gue buat lo, Lan."


Melihat hal itu, bu Rita pun segera menghampiri Alana dan menyuruhnya untuk kembali ke kelas dan dia yang akan menjaga Queensa.


"Kamu kembalilah ke kelas. Biar Queen, saya yang jaga."


"T-tapi bu saya mau nemenin Sasa aja di sini, boleh ya bu..." Alana menampilkan wajah memelasnya pada Bu Rita yang tentu saja tidak akan berguna.


Bu Rita menghela nafas panjang kemudian berkata, "Saya tau kamu tadi tidak minta ijin pada guru yang sedang mengajar di kelas kamu kan?" Alana pun mengangguk dengan terpaksa, "Jadi, kamu mau balik sendiri atau nunggu guru kamu tau dan jewer kuping kamu sampaike kelas?"


Tanpa menjawab pertanyaan bu Rita yang jawabannya sudah pasti adalah kembali sendiri ke kelas, Alana pun segera berlari keluar dari UKS itu untuk kembali ke kelasnya.


Memang benar tadi Alana tidak meminta izin pada guru untuk menjenguk Queen di UKS, melainkan meminta izin untuk ke toilet dengan alasan kebelet pup agar dia punya waktu lebih lama tentunya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...