
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Cih! Patah hati lo bilang?! Lo tau rasa sakitnya patah hati, tapi lo mau bikin orang lain rasain juga apa yang lo rasain? Dasar munafik!" tunjuknya pada Queensa, "Dan buat kamu Varo, aku kecewa sama kamu!"
Setelah mengatakan hal itu, Mila pun segera berlari pergi meninggalkan itu dengan air mata yang mulai jatuh dari sudut matanya.
Namun anehnya Varo tidak bergeming sama sekali, bahkan sedikit saja niat untuk menyusul Mila pun tidak terbersit di otaknya saat ini.
Dia justru melirik ke arah Queen yang kini berjongkok, sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya untuk meredam tangis.
Varo pun berjongkok dan merengkuh kembali tubuh Queensa, namun Queen yang terkejut langsung membuka tangan yang menutupi wajahnya dan langsung mendorong Varo menjauh tentu saja.
"Kenapa kamu masih di sin? Cepat kejar dia, dia itu pacarmu. Jangan buat dia salah paham, Varo."
"Tapi—"
"Pergi Varo! Aku nggak mau jadi perusak hubungan kalian. Tolong, biarkan aku menenangkan diriku di sini, sebentar saja." Kepala Queensa terasa begitu berat dan berdenyut.
Banyak kejadian gila hari ini yang menguras tenaga dan emosinya, terlebih dia juga belum istirahat sepulang sekolah dan langsung bergegas menuju ke rumah sakit.
Akhirnya Varo pun melangkah pergi dengan berat hati, dan saat tiba di pintu, Varo pun menolehkan kepalanya pada Queen dan berkata, "Jangan coba-coba buat lakukin hal bodoh!" serunya sebelum benar-benar meninggalkan Queen sendirian.
Sepeninggal Varo, Queen akhirnya kembali meluapkan tangisnya. Dan kini bahkan lebih lepas, dia bisa menangis dengan keras tanpa ragu dengan tidak adanya Varo di sana.
Varo meraup kasar wajahnya dan mengacak rambutnya frustasi, karena dia terpaksa harus mengejar Mila, meski hati dan pikirannya terus saja tertuju pada gadis berkacamata tebal itu.
Mau tidak mau, akhirnya Varo pun menuggu lift berikutnya datang agar dia bisa turun dan segera sampai di lobby rumah sakit.
Dia bahkan melupakan kenyataan dirinya yang masih beluk pulih, hanya demi Queensa. Dan kini dia malah harus berusaha mengejar Mila yang marah.
Tapi entah kenapa, hal itu tak membuatnya panik atau was-was dengan kemungkinan Mila yang akan memutuskan hubungan mereka, karena melihat dirinya dan Queensa tadi.
Tapi hatinya tak bisa berbohong. Hanya ada nama Sasa, yang kini bertahta di hatinya dan menggantikan nama Mila yang sudah lama berkuasa di sana.
"Sial!"
Hingga akhirnya lift pun terbuka dan Varo segera masuk ke dalam sana, untuk mengejar Mila jika saja dirinya masih sempat melakukannya.
Di dalam lift, Varo masih memikirkannya keadaan Queensa. Bahkan dia sampai tidak sadar, jika pintu lift itu kini sudah terbuka.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...