Queensa

Queensa
Queensa "191"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Ya udah sini, biar gue pake sendiri aja." Queen pun mengambil kotak p3k itu dari tangan Selena, namun sebuah tangan tiba-tiba saja menahan tangannya dan mengambil alih kotak p3k itu darinya.


Sontak saja kedua gadis itu pun menolehkan kepalanya secara serentak, kearah si pemilik tangan itu.


"Ya ampun, Lana. Gue Kira siapa, ngagetin aja sih lo!" Selena menggeplak lengan Alana dengan cukup keras hingga menimbulkan bunyi.


Dan tentu saja Alana pun mendesis sambil memegang tangannya yang terasa panas, akibat tabokan maut dari Selena.


Queen pun juga bertanya kenapa Alana malah berada di sana dan bukannya di kelas untuk mengikuti pelajaran, "Lo ngapain di sini Lan? Bukannya di kelas malah keluyuran."


Alana yang ditanya oleh Queen pun segera mengalihkan pandangan dan fokusnya pada Queensa, tepatnya ke arah tangan Queen yang belum sempat diobati dan darah juga masih terlihat menetes dari tangan gadis itu.


"Gue? Gue kesini buat nemuin calon pacar gue." Sontak saja kedua gadis itu pun menajamkan pandangan maya mereka pada Alana, dan membuat pria tampan itu menaikkan kedua alisnya, seolah bertanya tanpa suara, "Kenapa?"


"Aduh ini si Lana kenapa pake ngomong gitu sih? Mana didepan si Lena pula, dasar ogeb!" batin Queen yang menahan rasa terkejut sekaligus malu.


Bahkan jika saja tak ada riasan setebal kantong para pegawai di tanggal muda itu, sudah jelas akan terlihat seberapa merahnya wajah Queen saat ini.


Meskipun Queen sudah tau bagaimana perasaan Alana padanya, tapi Selena kan belum. Setidaknya seperti itulah menurutnya, padahal kenyataannya justru sebaliknya.


Selena bahkan sudah lebih dulu tau bagaimana perasaan Alana pada Queensa, tepatnya saat dia memberi tumpangan pada Alana hari itu.


"Woy, ngapain pada ngelamun?" Pertanyaan Alana membuat kesadaran dua gadis itu kembali pada kenyataan. "Gue cuma bercanda, ngapain pada kaget gitu?"


Alana terkekeh geli, namun Selena dan Queensa tidak merasa ada hal yang lucu, sesuatu yang patut mereka tertawakan karena justru tawa Alana itu terdengar seperti dia sedang mengejek dirinya sendiri.


"Ya ampun kasian banget si Lana, dia kayak yang nggak PD gitu buat dapetin Queen." Dalam hatinya, Selena merasa kasihan pada Alana.


Sedangkan Queensa juga merasa bersalah pada Alana karena sudah berpura-pura tidur, saat Alana sudah memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada dirinya malam itu. "Maafin gue Lan, gue nggak bermaksud buat bohongin lo."


"Udah siniin tangan lo, biar gue yang obatin."


Alana pun segeralah duduk di samping Queensa dan membawa tangan Queen yang terluka itu mendekat padanya.


Dengan cekatan, Alana membersihkan luka Queen dengan alkohol. Kemudian meneteskan obat merah pada luka Queensa, meniupnya dengan lembut. Menggunting kasa dan membalut tangan Queen dengan telaten.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...