Queensa

Queensa
Queensa "211"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Kenapa lo jadi bodoh si Micin? Alesan aneh gitu, juga lo pake?" batin Varo yang tidak habis pikir, seorang Sasa yang notabene pintar justru melontarkan alasan bodoh semacam itu demi menghindari Alana.


"Apasih yang lo sembunyiin dari gue, Queen?" batin Alana yang merasa cemas dengan Queensa, karena ini baru pertama kalinya Queen terlihat sangat tidak baik-baik saja.


Dia sangat khawatir pada Queen, terlebih gadis itu datang dengan membawa motor dan akan berbahaya jika menyetir dalam keadaan seperti itu. Bisa-bisa Queen akan menyusul Varo terbaring di ranjang pasien, karena tidak fokus saat mengendarai motornya.


Alana pun melangkah untuk menyusul Queensa, namun Varo yang tau tujuan Alana pun segera menghentikan langkah Alana.


"Woy, mau kemana lo?"


"Eh? Gue? Gue mau nganterin si Sasa, gue khawatir dia kenapa-napa."


Varo menghela nafas panjang,"Dia bakalan lebih kenapa-napa kalau lo nyusul dia..." batinnya, "Nggak usah, dia udah gede ini. Bantuin gue berdiri, gue mau ke kamar mandi."


Adam dan Alvin pun mengernyitkan dahinya, pasalnya tadi saja Varo sudah kuat melarikan diri dari kamar pasiennya, tapi sekarang dia meminta bantuan Alana hanya untuk pergi ke kamar mandi? Yang benar saja?


Meninggalkan Varo dan Alana yang sedang berkutat di kamar mandi dan sedang... ehm... bayangkan saja sendiri bagaimana usilnya Varo pada Alana, hanya demi membalas Alana yang telah menyakiti Queensha tanpa dia ketahui.


Saat ini Queen tengah mengendarai skutiknya dengan kecepatan tinggi, setidaknya bagi si skutik. Karena jika dibandingkan dengan pengendara lain di samping Queen, kecepatan Queen itu sangatlah lambat, selambat siput sakit perut.


Maklum saja, umur skutik milik pekerja di rumah Queen itu, bahkan sudah melebihi tiga kali dari jumlah umurnya.


Dia berharap angin yang menerpa wajahnya, membawa terbang buliran bening itu bersama dengan semua kesedihannya, sehingga saat dia menghentikan laju kendaraannya, hanya akan ada bahagia yang tersisa.


Biasanya itu akan berhasil bagi Queen, namun entah kenapa hal itu seolah sama sekali tak berguna lagi untuk saat ini.


Mungkin karena laju kecepatan motornya yang masih terlalu pelan, atau memang masalah Queensha yang terlalu berat dan membawa rasa sakit yang sedikit sulit untuk diusir pergi dari hatinya.


Tepat di sebuah jembatan yang berada di atas sungai besar, Queen menghentikan laju kendaraannya di pinggir jalan dan berdiri di tepian pembatas itu lalu berteriak.


"Kenapa, kenapa semua orang nggak pernah tulus sama gue!? Kenapa!?" seru Queen dengan amarah meluap dan emosi yang membuncah.


Dia bahkan tidak lagi memperdulikan banyaknya pasang mata dan telinga yang melihat, maupun mendengar ucapan serta tingkah absurdnya.


Queen menangis terisak, kemudian naik ke atas besi pembatas. Namun baru saja Queen naik ke besi pembatas yang pertama, tubuhnya tiba-tiba saja limbung dan jatuh ke belakang akibat sebuah tarikan keras seseorang dari arah belakangnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...